RESTORAN DI TONG SAMPAH KITA
Rakyat melarat hanya punya segenggam harapan
Hanya punya impian makan rendang ati sama nasi pandan
Hanya bisa ngiler dalam fatamorgana dunia hayalan
Kita sendiri tidak pernah merasakan lapar
Di atas meja makan lauk pauk berlimpahan
Sampai anjing kita pun makan bistik import!
Sementara anak gembel itu mengais nasib
punya restoran tong sampah rumah kita
Mengunyah dengan nikmatnya makanan busuk !
Siapa orang-orang yang beruntung di jaman sialan ini ?
Mereka yang berdasi pencuri nasi dari perut si anak miskin ?
Rakyat hanyalah penonton yang ngiler doang ?
Yang kelihatanya masih sabar terus nih
Walau pun air liur sudah ngecés deres
Sementara itu korlapnya lagi asyik bagi-bagi komisi!
Itulah kita sekarang
Yang hanya dijejali janji-janji politik licik
Setiap masa berganti topeng sang penguasa
Rakyat jelata tetap lapar dan tak berdaya
Heri Latief
Amsterdam, April 2007
[EMAIL PROTECTED]
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.