--- In [email protected], "anastasia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya punya sepupu jauh, cowok-muslim, yang kuliah di UI..
> 2 tahun kuliah, akhirnya dia keluar gara-gara doktrin yang diterimanya
> selama ikut perkumpulan fanatik di lingkungan kampusnya..
> tahu apa doktrin yang sampai membuatnya memilih out dari salah satu
> universitas paling favorit itu? bahwa menurut agama islam, perempuan
tak
> seharusnya lebih tinggi daripada laki-laki, sehingga tak seharusnya
pula ia
> diajar oleh dosen perempuan..
> astaganaga!!!
> saya bilang sama sepupu saya tsb, saya tidak percaya islam seperti itu..
> tp dia bilang saya sok tahu..



Memang sepupu kamu itu yang benar, begitulah kenyataannya ajaran islam
yang sebenarnya.  Hal yang sama juga menimpa Arab Saudia.  Dulu saya
membawa 8 Konglomerat Wanita Amerika yang mau berinvestasi di Arab
Saudia, mereka mau membangun berbagai macam pabrik di Saudi Arabia.
Pemerintah Arab Saudia sangat senang, tetapi waktu kami tiba ternyata
semuanya adalah wanita, tak satupun pejabat2 Arab Saudia bersedia
memberi salam dan perundingan investasi dibatalkan sepihak oleh
pengusaha Arab Saudia dengan alasan bahwa wanita tidak seharusnya
lebih pandai dari laki2, wanita tak boleh memimpin laki2, padahal
sebagai Investor tentu para wanita konglomerat itu banyak mengajukan
syarat yang harus dipatuhi pengusaha Arab Saudia itu.

Itulah sebabnya, tidak mungkin negara Islam bisa maju apalagi 65%
Konglomerat di Amerika adalah wanita.

Namun Islam bukanlah agama pertama yang masuk ke Papua, sebelum nya
ada animisme dan ajaran lainnya. Justru Islam itulah agama yang paling belakang 
yang masuk kemudian.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke