Ada 21 perempuan yang di tempatkan di asrama yang sama dengan tingkat penderitaan yang sama dalam bentuk yang berbeda dengan sang Momoye ( Ibu Mardiyen). Yang paling menyedihkan bagi sang Momoye barangkali adalah betapa tersiksanya melihat bayi yang dikandungnya harus digugurkan dengan cara yang tidak sehat dan mengenaskan. Setelah dua minggu diberi obat penggugur kandungan, ternyata bayi dalam kandungannya tidak juga keluar. Melalui bantuan seorang dokter Dayak, setelah ditekan, bayi keluar dan ditaruh di dalam baskom putih. Ia melihat bayinya masih hidup, tetapi ia tak bisa menyentuh bayinya karena seluruh badan sakit dan lemas sekali, sampai tangannya tak bisa digerakkan (hlm.58).
Bu Mardiyem dan teman-temannya ada yang meninggal, badannya rusak,kena penyakit, disiksa, dipukul, ditendang dan dipaksa melayani hasrat seks dengan berbagai variasi gaya.Lebih lanjut kunjungi www.erlangga.co.id __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
