http://www.suarapembaruan.com/News/2007/05/07/Kesra/kes01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Disesalkan, Menteri Bidang Kesra Tidak Di-"reshuffle" 

 

[JAKARTA] Reshuffle yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanpa 
menyentuh menteri-menteri di bidang kesejahteraan rakyat (Kesra) seperti 
Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah, Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari dan 
Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, Menteri Negara Riset dan 
Teknologi, Kusmayanto Kadiman maupun Men- teri Koordinator Kesra, Aburizal 
Bakrie, disesalkan. Kinerja Menko Kesra dan menteri-menteri di bawahnya sangat 
buruk, sehingga seharusnya mereka menjadi sasaran reshuffle. 

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR, MH Said Abdullah kepada SP di 
Jakarta, Senin (7/5) pagi berkaitan dengan reshuffle yang akan segera diumumkan 
Presiden Yu- dhoyono. Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Madura, Jawa 
Timur itu, kalau Presiden Yudhoyono pro rakyat, seharusnya yang pertama 
dibenahi adalah Kementerian di bidang Kesra, sebab menyangkut langsung nasib 
rakyat. 

"Reshuf-fle tanpa menyentuh menteri-menteri bidang Kes-ra ini, makin 
menunjukkan Presiden Yu-dhoyono tidak pro rakyat. Kalau pro rakyat, mestinya 
Yudhoyono memanggil Mensos, Menkes, Mendiknas dan Menko Kesra untuk segera 
mengakhiri masa tugasnya,'' tegas anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia 
Per- juangan (FPDI-P) itu. 

Mensos Bachtiar Chamsyah misalnya kata Said Abdullah, kinerjanya sangat minim. 
Ketika bencana beberapa kali melanda Indonesia, menteri tersebut tidak punya 
manajemen penanggulangan bencana. Pada standar kedaruratan saja, tidak ada 
bisa, belum lagi soal program pengentasan kemiskinan, sangat kecil dan nyaris 
tidak terdengar kabarnya sementara rakyat miskin makin bertambah. 

Apalagi soal Menko Kesra, sudah jelas tidak bisa dipertahankan di kabinet. 
"Bagaimana mungkin dia mengurusi Kesra, sementara yang bersangkutan memiliki 
perusahaan pribadi yang menyengsarakan rakyat dalam kasus lumpur Lapindo di 
Sidoarjo. Bukan hanya rakyat yang sengsara, negara pun dibuat susah karena 
perusahaan keluarga Aburizal,'' ujarnya. 

Senada dengan itu, mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr 
Winarno Surakhmat di tempat terpisah Senin pagi mengatakan, tidak tahu alasan 
Presiden Yudhoyono tidak me-reshuffle menteri bidang Kesra, khususnya 
Mendiknas. 

Seharusnya Mendiknas yang sekarang ini di-reshuffle, kalau tidak masyarakat 
akan tetap resah dengan berbagai kebijakan di bidang pendidikan. Tetapi kalau 
pun tidak terjadi, minimal menteri yang sekarang mau berubah. Sebab, selama ini 
terkesan Mendiknas tidak mau berdialog. [M-15] 


Last modified: 7/5/07 

<<07mhsaid.gif>>

Kirim email ke