Bio Diesel atau apapun, pembangkitan listrik di Kalimantan, saya
positive mendukung. Juga Mine Mouth Power Plant dari batubara dengan
kadar kalori rendah, misalnya 2000 kalori saja .

Tanah luas kemungkinan berusaha juga luas, yang diperlukan listrik dulu.
Kalau listrik ada, manusia akan datang. Kalau penduduk Kalimantan
sekarang (Perkiraan saya kurang dari lima belas juta orang) yang
letaknya tersebar tidak merata, maka masih dapat dibuat kemungkinan
memakmurkan Kalimantan dengan jalan: Listrik DULU DIADAKAN. Ingat
mungkin Pulau Jawa penduduknya 130.000.000 orang sedang Kalimantan yang
tiga setengah kali pulau Jawa, penduduknya cuma seperdelapannya saja.
Saya lalu mimpi: kalau saja lima puluh juta orang asal pulau Jawa bisa
pindah ke Kalimantan, dari miskin berubah menjadi sejahtera hidupnya ...

Kita tidak usah bicara muluk-muluk yang 100 Mega Watt, tetapi cukup yang
satu atau sampai tiga MW saja. Dengan menyebarkan pusat listrik yang
micro kapasitasnya seperti itu maka tidak perlu membuat jaringan
distribusi yang terlalu panjang. Jaringan distribusi ini pasti mahal,
per kilometer berapa duit, dan "nanti timbul biaya tambahan lain-lain",
masalah pembebasan tanah dan peletakan kabel distribusi, mengganggu
lingkungan hidup dan sebagainya. Mengenai Mine Mouth Power Plant Mini
ini saya usulkan, karena banyak batubara kualitas kalori rendah seperti
itu, berratus juta ton banyaknya dan tidak bisa dimanfaatkan. Power
Plant kecil seperti itu ada dibuat di Taiwan dan di Republik Rayat
China.  Power Plant ukuran micro ini juga diberi bahan bakar ban mobil
bekas serta woodchips. Ah ada banyak macam, asal mau berinnovasi saja ..

Cukup tiap Kecamatan dan tiap Kabupaten punya beberapa pusat listrik
micro tadi. Jangan lupa ada Kecamatan yang diameternya bisa lima puluh
kilometer, seperti Daerah Khusus Ibukota Jakarta saja. Manusia yang
berjubel di pulau Jawa akan pergi sendiri, dengan ongkos sendiri tanpa
"bantuan" Pemerintah yang aparatnya selalu dan selalu memorotin duit
project sejak puluhan tahun ini. Kalau listrik ada, orang datang, tidak
beda dengan laron (itu binatang serangga yang suka berdatangan karena
terangnya cahaya, digoreng juga enak dimakan).   Kalau diprojectkan oleh
Pemerintah maka ada laron lain berupa Golkar, Aparat Pemerintah lain,
dan Project seperti ini bisa gagal. Korupsi di PLN juga ngaudubilah
himinas syaiton nir rojjiiimmmm ....

Merdeka !!!  (Jangan lupa ini Salam nasional, bukan najak berontak)

Anwari Doel Arnowo

Toronto, Ontario, Kanada






--- In [email protected], "BDG KUSUMO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bye bye, Indonesian rain forests? Bye bye orangutans! Hello CPO!!!
>
> Salam,
>
>
> bdg
>
> ----- Original Message -----
> From: "Holy Uncle" [EMAIL PROTECTED]
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Sunday, May 06, 2007 5:23 PM
> Subject: [nasional-list] Chinese investor to set up biodiesel firms in
West
> Kalimantan
>
>
> Chinese investor to set up biodiesel firms in West Kalimantan
>
> PONTIANAK (Antara): A Chinese investor will set up three biodiesel
companies
> in West Kalimantan that will process the province's crude palm oil
(CPO)
> production, alocal official said on Sunday.
>
> Head of Cooperatives Coordination Agency (UKM) of West Kalimantan's
Capital
> Investment Board (Bakomapin), M Zeet Hamdy Assovie said that the three
> companies would be built in the districts of Sanggau, Sambas and
Ketapang.
>
> Hamdy said he had not yet been informed of the capacity and investment
value
> of the three firms.
>
> "The important thing is that they have expressed interest in
establishing
> the companies," Hamdy added.
>
> He said that investors hoped that West Kalimantan would improve its
> investment climate in various fields.(***)
>
>
http://www.thejakartapost.com/detaillbus.aspfileid=20070506172150&irec=0
>


Kirim email ke