08/05/2007 15:41 WIB
Jadi Kandidat Pendamping Foke, Kirbi Mundur dari PAN Ramdhan Muhaimin - detikcom Jakarta - Keputusan mundur dari PAN diambil oleh salah satu Ketua DPP PAN Mayjen Purn Slamet Kirbiantoro. Langkah ini diambil menyusul dijagokannya dia sebagai salah satu kandidat cawagub DKI Jakarta dari Koalisi Jakarta. "Iya betul, saya telah kirimkan surat pengunduran diri tadi siang langsung ke DPP," kata pria yang akrab disapa Kirbi ini saat dihubungi , Selasa (8/5/2007). Purnawirawan bintang dua ini mengatakan, dengan mengundurkan diri dari partai, maka dia lebih diperhitungkan oleh parpol-parpol pendukung Fauzi Bowo (Foke) dari Koalisi Jakarta. PAN tidak bergabung dalam koalisi ini. "Dengan mengundurkan diri, saya jadi lebih netral, tidak punya afiliasi politik ke mana pun, kecuali ke negara," imbuh Kirbi. Disampaikan dia, sebenarnya keinginan untuk mengundurkan diri dari partai sudah ada sejak lama. Namun dia menunggu momentum yang tepat, dan pilkada adalah momentum yang dia rasa tepat. "Ini keinginan pribadi saya sudah sejak lama. karena hampir setahun ini saya sudah tidak aktif bertugas di partai, cuma ada namanya saja," jelas Kirbi. Namun demikian, dia mengaku belum mendapat jawaban dari DPP PAN. Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PAN Toto Daryanto membenarkan, Kirbi telah mengajukan surat pengunduran diri ke DPP. Meski menjadi hak pribadi Kirbi, namun keputusan mundur ini cukup disayangkan. "Apalagi jika alasannya karena tidak ada dukungan partai kepada dia dalam pilkada. Tapi itu sudah jadi hak pribadi, kita harus hormati," ujar Toto. Menurutnya, sejak Kirbi dicalonkan sebagai cawagub oleh parpol lain, Kirbi tidak pernah berkomunikasi dengan PAN. "Jadi dia dicalonkan di Pilkada DKI tidak seizin partai," cetusnya. Namun demikian, diterima tidaknya surat pengunduran diri Kirbi tergantung keputusan rapat harian. Rapat itu akan dilaksanakan pada Rabu 9 Mei besok. Nama Kirbi mencuat setelah mendapat dukungan dari PDIP DKI, PBB DKI, dan PPP DKI. Sebelumnya, Foke pernah mengisyaratkan, calon wakil gubernur yang diinginkannya haruslah sosok militer yang tidak menjadi fungsionaris partai. (ana/nrl) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/08/tim e/154143/idnews/777893/idkanal/10
