Kebetulan aku orang suroboyo dan dateng ke acara ini. 

Wueh heboh banget,  ramenya minta ampun. Tapi makanannya waduh enak tenan dan 
aku terkesan  banget dengan semua makanan di sana.

maria

MOD:
Mbak Maria kok tidak mampir ke tenda saya? Tenda paling ujung dekat pintu 
gerbang......



----- Original Message ----- 
From: "radityo djadjoeri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, May 08, 2007 6:46 PM
Subject: [mediacare] Kecap Bango menggelar "Festival Jajanan Bango 2007" di 
Kota Pahlawan


Kecap Bango menggelar "Festival Jajanan Bango 2007" di Kota Pahlawan

Sajikan aneka ragam makanan dan jajanan tradisional, semua makanan enak dan 
kondang dari empat kota di Indonesia bisa digiring di satu piring

Kecap Bango pada 5 Mei 2007 lalu menggelar "Festival Jajanan Bango (FJB) 
2007", yang berlangsung di Lapangan Jalan Basuki Rahmad, Surabaya. Acara 
spektakuler persembahan Kecap Bango yang bertema "Aneka Makanan Tradisional 
Nusantara" ini diselenggarakan sebagai upaya Kecap Bango untuk mengajak 
masyarakat turut melestarikan warisan kuliner Nusantara. Surabaya adalah 
kota kedua sebagai ajang "FJB 2007". Sebelumnya, festival jajanan ini sukses 
digelar di Bandung dua bulan lalu, tepatnya pada 3 Maret 2007. Selanjutnya, 
festival tahunan yang bertujuan untuk mengajak masyarakat turut melestarikan 
warisan kuliner Nusantara ini akan hadir di dua kota lainnya, yaitu Jakarta 
dan Medan.

"Melalui FJB ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk melestarikan aneka 
masakan tradisional yang sudah dinikmati secara turun temurun, yang 
keberadaannya saat ini terdesak dengan hadirnya makanan siap saji dari luar. 
Di sinilah kita bisa memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Nusantara, 
terutama makanannya," tutur Heru Prabowo, Senior Brand Manager Kecap Bango.

Menurutnya, Indonesia memiliki berbagai macam makanan khas dari Sabang 
hingga Merauke. Banyak sekali olahan makanan khas Indonesia yang menggunakan 
kecap sebagai salah satu bahannya. Kecap, terutama kecap manis, menjadi 
bagian yang sangat penting dalam kekayaan kuliner Nusantara. "Penggunaan 
kecap dapat memberikan kekayaan rasa terhadap masakan, baik untuk bahan 
memasak ataupun sebagai cocolan," jelas Heru.

Sebelumnya, Kecap Bango pernah menggelar festival serupa di Surabaya pada 
2005 dan 2006. Acara spektakuler yang dikemas menarik ini ternyata memberi 
pengaruh positif kepada para penjaja makanan yang berpartisipasi di FJB, 
karena dengan keikutsertaan mereka, pelanggan menjadi bertambah dan usaha 
mereka dapat lebih berkembang. "Kami sangat gembira melihat animo masyarakat 
dan para penjaja makanan terhadap acara ini. Tidak hanya ibu-ibu, tetapi 
bapak-bapak dan para remaja serta anak-anak juga turut berpartisipasi. Hal 
ini sesuai dengan target Kecap Bango yang memang menempatkan FJB sebagai 
hiburan untuk seluruh anggota keluarga," ucap Heru.

Berbeda dengan acara tahun lalu, FJB kali ini digelar selama 11 jam nonstop, 
mulai pukul 11 siang hingga 10 malam. FJB tahun ini merupakan kegiatan yang 
ketiga kalinya dari acara serupa yang pernah digelar Kecap Bango sebelumnya, 
dengan menghadirkan lebih dari 42 penjaja makanan yang menyajikan aneka 
masakan tradisional. Khusus untuk gelar acara di Surabaya, FJB menyajikan 
berbagai makanan dan jajanan, serta minuman tradisional khas Jawa Timur 
seperti bebek goreng, rawon, soto, lontong balap, lontong kupang, pecel, 
semanggi, sate, tahu tek, bakso, bakwan, nasi goreng, gado-gado, rujak, 
tandur, dan sebagainya. Beberapa penjaja yang terbaik di setiap jenisnya 
ikut berpartisipasi dalam FJB kali ini, yaitu Bebek Goreng Papin, Bebek 
Goreng Kayu Tangan, Bebek Goreng Cak Yudi, Rawon Setan, Pecel Rawon, Soto 
Madura Wawan, Lontong Balap Pak Gendut, Lontong Kupang Pak Hasyim, Pecel 
Ponorogo Ketabang Kali, Pecel Bu Kus, Nasi Udang Bu Rudi, Gado Gado Arjuna, 
dan sajian aneka jajanan
 khas Jawa Timur lainnya. Keikutsertaan mereka dalam FJB ini adalah gratis, 
dimana pihak penyelenggara tidak memungut bayaran.

FJB kali ini juga mengundang secara khusus para penjaja makanan khas 
Nusantara dari 3 kota yang ditunjuk sebagai "Duta Bango", yaitu dari 
Jakarta, Bandung, dan Medan. Masing-masing kota diwakili oleh dua penjaja 
makanan. Mereka adalah Soto Betawi Mpok Rodemah dan Nasi Uduk-Laksa Betawi 
Babe Saman yang mewakili Jakarta, dari Bandung ada Mak Uneh dan Oleh-Oleh 
khas Jawa Barat, serta tidak ketinggalan Soto Udang Kesawan dan Bika Ambon 
Zulfaida yang menjadi duta dari Medan. Ini adalah kesempatan langka, dimana 
kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara yang enak dan kondang dari 
empat kota di Indonesia bisa dinikmati dalam satu kesempatan.

Menyadari bahwa makanan merupakan bagian dari budaya, FJB juga menampilkan 
berbagai macam kesenian tradisional seperti Tanduk Majeng dan atraksi seni 
Reog Ponorogo. Sambil menyantap kelezatan aneka makanan dan jajanan khas 
Nusantara, tersaji berbagai acara hiburan lainnya. Pada malam hari, para 
pengunjung juga dapat menikmati penampilan pertunjukan kelompok musik parodi 
Kuch Kuch Hota Hai. Buat para pengunjung yang membawa balita dan anak kecil, 
tersedia kids play ground - arena bermain khusus buat anak-anak.

Sebagai pemandu acara FJB di Kota Pahlawan adalah Bintang Lazuardi dan Wulan 
yang akan mengajak para pengunjung untuk mengikuti kuiz dan games dengan 
aneka ragam hadiah menarik. Harsya Subandrio, presenter program TV "Bango 
Cita Rasa Nusantara" yang disponsori oleh Kecap Bango, juga akan tampil di 
panggung untuk memeriahkan suasana. Segmen acara menarik lainnya adalah demo 
masak bersama Koki Bango Brianata -chef berpengalaman - yang akan berbagi 
tips memasak ala Kecap Bango.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para penjaja makanan yang mengikuti FJB, 
Kecap Bango di penghujung acara akan menganugerahkan penghargaan kepada para 
peserta FJB yang berhasil terpilih dalam kompetisi dekorasi terbaik (Best 
Decoration) dan penjaja makanan yang paling cepat tanggap dalam melayani 
pelanggan serta paling menjaga kebersihan (Best Service). Untuk 
masing-masing kategori, juara pertama akan mendapatkan hadiah uang tunai 
senilai Rp 3 juta, sedangkan juara kedua Rp 1,5 juta.


Sekilas tentang PT. Unilever Indonesia Tbk

PT. Unilever Indonesia, Tbk. yang beroperasi di Indonesia sejak 1933, telah 
tumbuh menjadi perusahaan penyedia consumer products yang mempunyai peran 
penting di Indonesia. Unilever adalah produsen merek-merek terkenal di 
seluruh dunia yang juga terkenal di tingkat regional dan lokal, antara lain 
Pepsodent, Lifebuoy, Lux, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Rinso, Molto, Ponds, 
Citra, Blue Band, Royco, Sariwangi, Bango, Taro, Kecap Bango dan masih 
banyak lagi. Sebagai perusahaan yang telah 'go public' di awal 1982 dan 
sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (Jakarta dan 
Surabaya), Unilever memiliki komitmen kuat untuk terus maju bersama 
Indonesia. Pada 2006 Jan - Sep Unilever Indonesia berhasil meraih laba 
bersih sebesar Rp 1,4 trilyun, dengan penjualan meningkat 13.9 % secara 
keseluruhan menjadi Rp 8.7 trilyun.

Posisi Unilever Indonesia yang kuat sebagai pemimpin pasar telah diakui 
melalui berbagai penghargaan nasional dan internasional yang diterima oleh 
perusahaan. Pada 2005, Unilever Indonesia menerima 54 penghargaan lokal dan 
regional baik dari berbagai media massa papan atas maupun instansi 
pemerintah, sementara pada 2006, total 70 penghargaan telah diterima, antara 
lain: The Indonesian Customer Loyalty Award 2006 (SWA and MARS - 4 
penghargaan), Indonesian Best Brand Awards (SWA & and MARS, 10 penghargaan), 
E Company Awards (Warta Ekonomi magazine), The Value Creator Awards (SWA & 
MARK Plus), International Energy Globe Award untuk program lingkungan hidup 
kategori air, Indonesia's Best Companies Awards 2006 (Finance Asia 
Magazine), The Asian Most Admired Knowledge Entreprise (Dunamis & Teleos, 
UK), Asia's 200 Most Admired Companies (The Wall Street Journal Asia), Best 
Investor Relations in Singapore Market (IR magazine/Singapore & Singapore 
Exchange), dan banyak lagi.


"Bersama Bango, mari kita lestarikan warisan kuliner Nusantara"



______________________________________


  LEMBAR DATA


Festival Jajanan Bango 2007 - Cita Rasa Nusantara

Festival Jajanan Bango adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Kecap 
Bango. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan makanan dan jajanan 
tradisional khas Indonesia. Festival Jajanan Bango tahun ini merupakan 
kegiatan yang ketiga kalinya dari acara serupa yang pernah digelar Kecap 
Bango.

Kali ini, Festival Jajanan Bango (FJB) sengaja mengemasnya dengan tema 
"Aneka Makanan Tradisional Nusantara". Melalui event ini Kecap Bango ingin 
membangkitkan kecintaan masyarakat pada makanan tradisional warisan nenek 
moyang. Berbagai acara hiburan dengan aneka kemasan dapat dinikmati sambil 
menyantap kelezatan beragam makanan dan jajanan khas Nusantara.

Pada tahun ini, FJB digelar di empat kota. Kota Kembang mendapat kehormatan 
sebagai kota pertama yang menjadi ajang FJB. Selanjutnya pada 5 Mei 2007, 
FJB digelar di Surabaya. Menyusul kemudian dua kota lainnya, yaitu Jakarta 
pada 30 Juni - 1 Juli 2007, dan terakhir di Medan pada 1 - 2 September 2007.

Festival Jajanan Bango 2007 di Surabaya

. Diselenggarakan di Lapangan Jl. Basuki Rakhmad, Surabaya pada hari Sabtu, 
5 Mei 2007.

. Menghadirkan berbagai makanan dan minuman tradisional khas Jawa Timur 
seperti: Soto Madura, Rawon, Pecel, Nasi Udang, Bebek Goreng dll.

. Sebanyak kurang lebih 42 penjaja makanan turut berpartisipasi dalam acara 
yang berdurasi selama 11 jam, mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB. Juga 
dihadirkan secara khusus para penjaja makanan khas Nusantara dari 3 (tiga) 
kota yang ditunjuk sebagai "Duta Bango", yaitu dari Jakarta, Bandung, dan 
Medan. Masing-masing kota diwakili oleh dua penjaja makanan. Mereka adalah 
Soto Betawi Mpok Rodemah dan Nasi Uduk Laksa Betawi Babe Saman yang mewakili 
Jakarta; Mak Uneh dan Oleh-Oleh Khas Jabar dari Bandung; serta tidak 
ketinggalan Soto Udang Kesawan dan Bika Ambon Zulfaida dari Medan.

. Masing-masing penjaja diperkirakan akan menyiapkan 1.000 porsi makanan. 
Selain itu, tersedia aneka jajanan pasar serta bar yang menyediakan minuman 
tradisional dan teh Sariwangi.

. Menampilkan aneka permainan serta tersedia kid's play ground - arena 
bermain khusus buat anak-anak.

. Kompetisi para peserta FJB untuk pemilihan dekorasi serta pelayanan 
terbaik.
. Pertunjukan Tanduk Majeng, atraksi seni Reog Ponorogo dan hiburan dari 
kelompok musik parodi Kuch Kuch Hota Hai.

. Sebagai pemandu acara FJB di Kota Buaya adalah Wulan dan Bintang Lazuardi 
yang akan mengajak para pengunjung FJB untuk mengikuti kuiz dan games dengan 
aneka ragam hadiah menarik.

. Dalam FJB kali ini, juga akan ada demo masak dan berbagi tips dari Koki 
Bango, chef Brianata yang berpengalaman.

Daftar Peserta Festival Jajanan Bango 2007 di Surabaya

FJB di Surabaya menghadirkan hanya penjaja yang terbaik di setiap jenisnya, 
seperti:

1. Bebek Goreng Papin
2. Bakso Bakar Malang
3. Bakso Pak Kus
4. Bakwan Bakar
5. Bebagaran
6. Bebek Goreng Cak Yudi
7. Bebek Goreng Kayu Tangan
8. Es Puter La Spezia
9. Gado-gado Arjuno
10. Happy Twins
11. Ikan Bakar Bu Adjie
12. Kambing - Depot Madinah
13. Kikil Sapi Pak Said
14. Kompyang Yahud
15. Lontong Balap & Kupang Pak Hasyim
16. Lontong Balap Pak Gendut
17. Lontong Balap Rajawali
18. Nasi Goreng Krengsengan
19. Nasi Tempe Penyet Pak Minto
20. Nasi Udang Bu Rudi
21. Pecel Pak Kus
22. Pecel Madiun
23. Pecel Ponorogo Ketabang Kali
24. Rawon Dengkul Nguling
25. Rawon Setan
26. Rujak Cingur Sedati
27. Rujak Soto Banyuwangi
28. Sate Irma
29. Sate Klopo Ondomohen
30. Semanggi Suroboyo
31. Sop Kaki H Munir
32. Soto Madura Wawan
33. Soto Pak Djayus
34. Tahu Campur Cak Kahar
35. Tahu Tek Pak Gendut
36. Tandur Gazebo
37. Warung Pojok Kampung
38. Bubur Madura
39. Dawet Blauran
40. Aneka Jajanan
41. Bongko Mentok
42. Lontong Kikil Rungkut
43. Mie Ratu

Duta Bango:

1. Soto Udang Kesawan dari Medan
2. Bika Ambon Zulfaidah dari Medan
3. Soto Betawi Mpok Rodema dari Jakarta
4. Laksa Betawi dan Nasi Uduk Haji Babe Saman
5. Mak Uneh dari Bandung
6. Tahu Bulat dan Oleh-oleh dari Bandung

Rangkaian Acara Festival Jajanan Bango 2007 di Surabaya

10.00 - 11.00 Media Briefing
11.00 - 11.10 Pembukaan FJB 2007. Pengunjung dipersilakan memasuki arena 
FJB.
11.10 - 11.40 MC berbincang-bincang secara interaktif dengan para penjaja 
makanan
11.40 - 12.10 Keyboard singer
12.10 - 12.40 Games Interaktif
12.40 - 13.10 Penampilan Tanduk Majeng, tarian tradisional dari Madura
13.10 - 13.55 Demo masak oleh UFS
14.50 - 15.25 Pertunjukan Reog Ponorogo
15.25 - 16.10 Demo Masak
16.00 - 17.00 Media Briefing
16.10 - 16.55 Keyboard singer
16.55 - 17.15 Games & Quiz
17.15 - 17.45 Break Adzan Magrib
17.45 - 18.00 MC re-opening
18.00 - 19.00 Penampilan Band Parodi Kuch Kuch Hota Hai
19.00 - 20.00 Pertunjukan Reog Ponorogo
20.00 - 20.15 Games & Quiz
20.15 - 20.45 Keyboard singer
20.45 - 21.30 Penampilan band parodi Kuch Kuch Hota Hai
21.30 - 21.45 Pengumuman pemenang lomba antar penjaja makanan
21.45 - 21.50 MC menutup acara
21.50 - 22.00 Penampilan band parodi Kuch Kuch Hota Hai
22.05             Penutupan

Kirim email ke