09/05/2007 15:39 WIB 

Yenni: Gus Dur Tersinggung Pengangkatan Lukman Edy

Luhur Hertanto - detikcom

 

Jakarta - Pengangkatan Lukman Edy sebagai Menteri Percepatan Pembangunan
Daerah Tertinggal (PPDT) oleh Presiden SBY ternyata menuai masalah di tubuh
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro PKB tidak
dilibatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam pencalonan Lukman Edy. Gus
Dur tersinggung. 

 

Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenni binti Gus Dur membenarkan tentang
ketersinggungan Gus Dur dalam kasus ini. "Ya Beliau cukup tersinggung," kata
Yenni kepada wartawan seusai menghadiri pelantikan para menteri baru di
Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2007). Saat itu, Yenni ditanya
seberapa marah Gus Dur tentang pengangkatan Lukman Edy itu. 

 

Yenni membenarkan bahwa mekanisme internal partai dalam pencalonan Lukman
Edy sebagai menteri harus dibereskan, karena menyalahi prosedur. Gus Dur
sebagai Ketua Dewan Syuro tidak dilibatkan. Karena itu, keputusan Muhaimin
dalam mengajukan nama Lukman Edy harus diselidiki. 

 

Berikut petikan wawancara Yenni dengan wartawan selengkapnya: 

 

Gus Dur ngotot tidak merestui Lukman Edy. Apa PKB mau mengusulkan Lukman Edy
diganti? 

 

Ya gak tahu. Yang pertama, mekanisme internal partai harus dibereskan dulu,
terutama dalam kasus reshuffle ini. Bahwa pembuat policy kebijakan pertama
dalam partai tidak dikonsultasikan mengenai hal ini (Gus Dur-Red). Misalnya,
saya yang mengusulkan Lukman Edy, saya salah.

 

Berarti Muhaimin (Cak Imin) salah? 

 

Ya itu yang akan kita selidiki. Begini, ini ada komisaris, ada direktur.
Direktur membuat kebijakan-kebijakan tanpa memberitahu komisaris. Salah kan?
Perusahaan gimana kalau kayak gitu.

 

Lukman Edy sudah terlanjur dilantik Presiden. Kira-kira nanti keputusan akan
seperti apa?

 

Ya gak tau. Itu nanti akan dibicarakan. Yang penting mekanisme pengambilan
keputusan oleh partai harus kita luruskan. Ini harus kita tertibkan.

 

Bisa dibilang ini cacat secara partai?

 

Ya, secara internal partai ada masalah. Mekanisme pencalonan Lukman Edy
dalam kabinet itu tidak melalui rapat konsultasi dalam DPP. 

 

Mekanismenya nanti seperti apa? Cak Imin dipanggil partai untuk jelaskan
latar belakangnya?

 

Minimal dalam rapat ini mungkin akan dibahas. Kita ingin dengar penjelasan
pastinya.

 

Skenarionya seperti apa?

 

Belum tahu 

 

Cak Imin diberi sanksi misalnya dibuat muktamar luar biasa?

 

Gak tahu, tergantung keputusan rapat. Tergantung keputusan Gus Dur. Kalau
semua bisa dijelaskan dengan baik. Kendali partai harus dikembalikan lagi
kepada yang diberi mandat untuk melakukan itu, yaitu ketua dewan syuro (Gus
Dur). Ini yang diberikan mandat utama oleh muktamar. Jadi memang harus
dikembalikan ke Gus Dur

 

Potensi perpecahan DPP dengan Gus Dur?

 

Gak, kok perpecahan. Mekanisme internal itu dikembalikan ke relnya. Gak bisa
slonong boy, kan repot. Artinya sebagai partai kita tidak kompak.

 

Seberapa besar kemarahan Gus Dur terhadap Cak Imin?

 

Ya beliau cukup tersinggung

 

Ada sanksi?

 

Kalau sanksi, biasanya beliau untuk mengambil keputusan di tingkat gubernur
saja itu dibawa ke rapat. Beliau orang yang sangat menghargai pendapat
kolektif. Kalau begini ini nanti akan dikumpulkan ke rapat, nanti beliau
akan mengumpulkan pendapat beliau dan akan ada pendapat yang lain. Tapi kita
sedih semua, kenapa harus seperti ini.

 

Jadi Lukman Edy tidak dianggap representasi PKB ya?

 

Menurut Gus Dur, tidak. itu tidak melalui mekanisme internal

 

Siapa yang akan didukung Gus Dur, kalau berpaling dari Cak Imin?

 

Kembali kepada muktamar, baik muktamar biasa atau luar biasa. Keputusan ada
di muktamar itu. Permasalahan ini harus diluruskan, apakah kemudian ada
tindakan lanjut kembali ke rapat. Rapat bisa menerima keputusan, ya sudah
tidak ada masalah. 

 

Gus Dur punya bargaining position yang ditawarkan ke calon lain?

 

Gus Dur punya sendiri di kantongnya. (lh/asy)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/09/tim
e/153942/idnews/778437/idkanal/10

 

Kirim email ke