http://www.antara.co.id/arc/2007/5/10/demi-dapatkan-kasih-sayang-istri-di-arab-sogok-suami/

10/05/07 16:05

Demi Dapatkan Kasih Sayang, Istri di Arab "Sogok" Suami

Sana`a (ANTARA News) - Pepatah Arab popular berbunyi "ba`da syahril asal ya`ti 
syahrul bashal" (setelah bulan madu, menyusul bulan bawang) yang maksudnya 
setelah bulan manis tibalah bulan tangis.

Madu rasanya manis, sementara bawang membuat mata menangis. Agaknya itulah 
gambaran yang tepat menyangkut fenomena sebagian kaum ibu di Arab Saudi 
menghadapi para suami yang sering menjauhi mereka.

Sebuah majalah wanita Arab, Sayidati (nyonya) edisi minggu terakhir pekan ini 
mengangkat gejala tersebut dan melaporkan bahwa sebagian istri terpaksa harus 
`menyogok` suami agar mau dekat dengan istri termasuk ML (making love) seperti 
biasa saat bulan madu dulu.

"Masalah yang dihadapi sebagian kaum ibu itu bukan lagi hanya rahasia rumah 
tangga, sebagian lagi berakhir ke pengadilan," lapor majalah yang banyak dibaca 
kaum wanita Arab tersebut.

"Saya terpaksa meninggalkan kuliah karena harus mengurus semua keperluan 
anak-anak. Bahkan suami sempat mengambil gaji yang saya simpan di bank," tutur 
seorang ibu muda yang enggan disebut namanya
kepada majalah itu.

Sikap suami yang terus menjauhi istri tersebut biasanya sampai kepada urusan 
hubungan di tempat tidur. "Sikap suami makin menjadi-jadi karena tidak pernah 
memberikan nafkah batin," katanya lagi.

Untuk mengembalikan kasih sayang suami termasuk agar mendapatkan kembali nafkah 
batin, sebagian istri perlu `menyogok` dengan uang ataupun dengan hadiah mahal 
sesuai dengan permintaan sang suami.

Ny. Wadad misalnya terpaksa harus meminjam ke keluarganya untuk `menyogok` 
suami agar kembali bersikap seperti semula. Sementara yang lain memanjakan 
suami dengan aneka hadiah mahal.

Tahani Salim (36), seorang pengusaha wanita sudah terbiasa memanjakan sang 
suami dengan aneka hadiah setiap bulan agar selalu mendapatkan kasih sayang dan 
nafkah batin yang ia butuhkan.

"Hadiah terakhir yang belum lama ini diberikan buat suami adalah mobil baru 
untuk menggantikan mobil lama yang sering dipakai suami," tutur seorang pemilik 
sebuah perusahaan terkemuka itu.

Lain lagi pengakuan Ummu Abdul Aziz, seorang dokter. "Sejak kematian ibu, suami 
saya ingin menguasai warisan saya dan mengancam akan menjauhi saya dan tidak 
akan memberikan nafkah batin," katanya. 

Ia pernah mendatangi konsultan untuk mengatasi masalahnya itu.

Sebagian suami menjauhi istri sebagai cara untuk menekan agar keinginan 
mendapat sejumlah uang, adakalanya memang berhasil, sebagaimana yang dialami 
oleh Nourah Al-Shayek, seorang ibu guru.

"Suami memaksa saya minjam uang di bank dengan jaminan gaji saya. Ketika saya 
menolak, suami menjauh dan tidak memberikan nafkah batin," tuturnya. 

Ia akhirnya terpaksa melimpahkan masalah rumah tangga itu ke pengadilan.

Tinjauan Syariat 

"Istri menyogok suami merupakan fenomena di masyarakat yang harus ditangani 
secara serius. Para istri terpaksa melakukan hal tersebut karena khawatir para 
suami meninggalkan mereka dan menikah lagi," kata Wadhi Al-Saqar, pakar sosial 
setempat.

Sedangkan tinjauan syariat atas perilaku para suami tersebut menurut advokat 
syariat, Hassan Dahish, benar-benar bertentangan dengan ajaran Islam yang 
mengharuskan suami berlaku baik kepada istri. 

"Ajaran Islam secara jelas mengharuskan para suami berlaku baik kepada para 
istri dan menghormati mereka. Yang menyalahi ketentuan ini adalah mereka yang 
tidak memiliki hati nurani,`" katanya seperti dikutip Arabiya.net, Selasa (8/5).

"Suami boleh menjauhi istri yang tidak taat untuk memberikan pelajaran agar 
kembali taat. Tapi apabila dengan alasan untuk menekan, maka terlarang dan para 
istri boleh minta cerai," ujarnya.
(T.Sna.001/Mst/15:30/K-MML)
(Uu.SYS/C/K002/C/K002) 09-05-2007 20:43:07
NNNN

Kirim email ke