WAPRES NGOMONGNYAH NGIGOH? 10 mei 2007,kemis ireng "Namun, lahan sawah harus tetap diperluas dengan dukungan infrastruktur dan produktifitas harus terus ditingkatkan," ujar Kalla pada peringatan HUT ke-40 Bulog, di Jakarta, Kamis (10/5). >>>>>>>>>> Komentaranku, Inihlah sungsahnyah urang ugamak ber- ati uler,
Bicaraknyah muter muter jugak. Pelacuran dilarang, tatapi kampung kaleng disediakan Buat pelacur2 dari Ngarab. Sawah boleh dialih pungsiken jadi pabrik, Sementara di bilangnyah lahan sawah kudu diperluas?? >>>>>>>>>>>>> Hehehe,inih wapres,memang gendheng, Udah melegalisir pelacuran di kampung kaleng. Kini ngomongnyah ngigoh, TENTANG PENGRUNGSAKKAN SAWAH BUAT PABRIK? Lah, buatlah pabrik, di daerah2 tandus sakmodel Balaraja dan sakkitarnyah, yang sawahnyah jelek. Lah, jingkalao desa sepatan, kedawung, Yang UDAH ADA SIPON IRIGASI TEKNISNYAH DIANCURKEN?? Apah ituh enggak edan namanyah? Inih wangkil presiden,emang orangnyah Banyak tingkah yang salah salah hajah!! >>>>>>>>>>>>>> Wapres Setuju Alih Fungsi Lahan Sawah [JAKARTA] Wapres Jusuf Kalla tidak keberatan adanya alih fungsi lahan persawahan untuk kepentingan penyerapan tenaga kerja. Alasannya, satu hektare sawah hanya bisa menyerap 4 tenaga kerja, sementara satu hektare pabrik bisa menyerap 200 tenaga kerja. "Namun, lahan sawah harus tetap diperluas dengan dukungan infrastruktur dan produktifitas harus terus ditingkatkan," ujar Kalla pada peringatan HUT ke-40 Bulog, di Jakarta, Kamis (10/5). Wapres mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pangan, 220 juta penduduk atau 34 juta ton beras harus terjamin ketersediaan dan distribusinya. Jika produksi beras dalam negeri tidak bisa memenuhi kebutuhan maka terpaksa harus impor. Namun dia mengingatkan, selalu bergantung pada impor sangat berbahaya pada masa depan. Untuk itu, katanya, pemerintah telah menartegtkan peningkatan produksi beras minimal 2 juta ton untuk tahun ini. Stok beras paling aman untuk cadangan pemerintah adalah 2 juta ton setahun sedangkan idealnya 3 juta ton. Jika stok di bawah 1 juta ton harus segera ditambah agar kebutuhan rakyat terjamin. Wapres mengungkapkan, pertumbuhan penduduk di Indonesia 1,4 persen setahun. Sementara laju alih fungsi lahan persawahan atau konversi sekitar 1,5 persen setahun. [S-26] ________________________________________ Last modified: 10/5/07
