http://www.tribun-timur.com/view.php?id=44377

      Jumat, 11-05-2007 
     
      Pernikahan Keempat Wakil Ketua DPRD Parepare
     
      Digelar di Lapangan Upacara Kota, Sebar 3.000 Undangan
        
      SETIAP mempelai pengantin punya cara sendiri mengenang pernikahannya. 
      Wakil Ketua DPRD Kota Parepare M Siradz A Sapada (47) ingin resepsi 
pernikahannya monumental. Dia coba mengemas pernikahan terbesar yang pernah ada 
di Parepare.
        
      Namun biasanya itu untuk pesta pernikahan pertama. Namun momen ini tidak 
bagi Siradz. Ketua DPK Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Kota Parepare ini 
justru menggelar pesta pernikahan keempatnya di lapangan seukuran sepak bola. 

      "Di Parepare ini tidak ada gedung yang bisa menampung sekitar 3.000 tamu 
sekaligus. Jadi teman-teman sarankan di Lapangan Upacara Kota Parepare," 
katanya kepada Tribun, Kamis (10/5) petang. 

      Baru 3.000 surat undangan resmi yang disebar. Bahkan panitia pernikahan 
yang sebagian besar adalah koleganya di DPRD Parepare, memperkirakan, tetamu 
yang bakal hadir sekitar 5.000 an orang. Selain surat undangan, kabar resepsi 
pernikahan cucu pejuang di Ajattapareng, A Makkasau Parenrengi, juga disebar 
melalui SMS berantai. "Teman-teman bilang, bapak tenang saja. Ini akan jadi 
pernikahan terbesar di Parepare," kata Siradz, mengutip pesan temannya di DPRD. 

      Saat dikonfirmasi, Siradz tengah berada di Makassar, mempersiapkan 
resepsi pernikahannya dengan Renny Anggraeny Sari, seorang dokter ahli bedah di 
RS Makkasau, Parepare, Minggu (13/5) lusa. Sedangkan akad nikahnya akan digelar 
Sabtu (12/5) hari ini. Jika akad nikah akan dihadiri kerabat dekat keluarga dan 
kolega dekat putra tokoh berpengaruh di Ajattappareng, Andi Sapada ini, maka 
resepsinya akan dihadiri tokoh penting. Gubernur Amin Syam dan Wakil Gubernur 
Syahrul Yasin Limpo. Keduanya juga kini adalah bakal calon gubernur yang akan 
bersaing di Pilkada Sulsel 5 November mendatang. 

      Tamu VVIP lainnya adalah pendiri dan Presiden PDK Ryass Rasyid, belasan 
bupati/wali kota se Sulsel, muspida, pimpinan dan anggota DPRD, se Sulsel, 
pejabat dan muspida Pemkot Parepare, dan politisi dan kader PDK se-Sulsel juga 
otomatis diundang. "Untuk kader PDK, ini di-handle PDK provinsi," kata Siradz. 
Pesta ini sendiri dikemas dalam bentuk pesta taman atau out door di Lapangan 
Upacara Kota Parepare yang berdekatan dengan Kantor DPRD Parepare. 

      Sebelumnya, Siradz telah menikah tiga kali dan berakhir dengan 
perceraian. 
      Istri terakhir yang diceraikannya bernama Ratu Aisyah Palisuan tahun 2004 
yang dinikahi tahun 2001. Dua istri sebelumnya, yaitu Kartini Abdullah Suara, 
yang dinikahi tahun 1982. Bahtera pernikahan dengan putri mantan Bupati Luwu 
ini hanya bertahan tujuh tahun. "Kartini memberi saya Asqar dan Asfi, kami 
masih sering bersama," katanya. 

      Pernikahan kedua Siradz dengan Zuchrina, digelar tahun 1991. Senasib 
dengan yang pertama, rumah tangga ini juga bertahan tujuh tahun. Undangan 
pernikahan kedua mempelai telah disebar sejak awal Mei lalu. Sebanyak 3.000-an 
undangan termasuk undangan dari pihak mempelai perempuan. Sejumlah kalangan 
birokrat dan tokoh masyarakat, pengusaha, juga turut diundang. "Bupati dan 
Ketua DPRD se-Ajattapareng juga saya undang, ketua-ketua partai, termasuk Bapak 
Gubernur M Amin Syam dan wakilnya Syachrul Yasin Limpo. Namun ada juga undangan 
langsung yang disampaikan secara lisan," kata Siradz. 

      Di lokasi pernikahan, di Lapangan Upacara Kota Parepare, sejak kemarin 
telah mulai dibenah. Beberapa tenda telah dipasang. Ketua Panitia Pernikahan, 
Tahang Adam, yang juga rekan se-Fraksi Siradz di dewan, menyebutkan sebanyak 
tujuh tenda disiapkan dengan ukuran sama. 
      "Desain tenda modelnya tapak kuda atau bentuknya setengah melingkar 
dengan memakai panggung kehormatan yang sudah kita pasang di lapangan. Total 
tenda lokal kita pakai ada tujuh lokal. Itu kita pesan dari Parepare sendiri di 
CV Sarappo," kata politisi Partai Golkar ini. 
      Siradz tak mengetahui persis berapa biaya pernikahannya ini. "Pokoknya 
saya hanya terima beres," katanya. Meski demikian saat dikonfirmasi soal 
estimasi biaya yang mencapai sekitar Rp 100 juta, Siradz merendah. "Ya, di 
bawah Rp 100 (juta) lah," katanya. 

      Sementara persiapan komsumsi jamuan undangan tidak menggunakan katering 
tetapi disiapkan sendiri oleh pihak keluarga kedua mempelai dalam kepanitiaan 
acara. Malam sebelum acara, juga akan digelar pertandingan domino di lapangan. 
"Hadiah utamanya kita siapkan satu unit televisi 14 inci. Sementara hadiah 
lainnya antara lain, seperti DVD, VCD, kipas angin, dan bingkisan lainnya," 
kata panitia Isvan Purwanegara dan Ambologo. Untuk hiburan saat pesta, hanya 
menampilkan hiburan elekton, Cool dan Murah Senyum Sosok Siradz dikenal akrab 
dan ramah dengan siapa saja, khususnya di lingkup DPRD Parepare. 

      Kelihatan sederhana namun modis. Ia juga perokok aktif yang lebih akrab 
menghisap rokok U-Mild. Kadang-kadang juga merek lain tapi jenis sama, mild. 
Meski tidak terkesan vokal di media, namun Siradz juga sering membuat 
pernyataan publik yang kontroversial yang menghebohkan. Kadang berbeda pendapat 
dengan anggota dewan lain dan tidak pelit dimintai komentarnya oleh wartawan. 
Ruang kerjanya sendiri tak begitu privasi. Siapa saja bisa masuk sambil membaca 
koran atau merokok. Di salah satu sudut ruang kerjanya, di belakang meja kerja 
sekretarisnya, terdapat wadah berlapis karpet hijau untuk salat. Awal-awal 
menjadi anggota dewan, Siradz yang berposisi sebagai wakil ketua kadang-kadang 
naik motor ke kantor. 

      Namun sejak tahun 2006, ia lebih akrab menunggangi mobil dinasnya, Vios 
warna hitam DD 8 K, dengan stiker logo PDK melengket di bagian belakang. 

      Gaung pilkada di Parepare 2008 juga didahului oleh partainya, PDK, dimana 
sejak tahun 2006, partai yang dipimpinnya telah lebih dulu mengeluarkan 
pernyataan mengusung Siradz sebagai wakil calon wali kota pada pemilihan wali 
kota 2008. Kejadian yang cukup heboh yang mengundang perhatian hampir semua 
lapisan masyarakat yang dibuat oleh Siradz adalah ketika menyoroti klub 
kebanggaan masyarakat Parepare, Persipare yang mentas di divisi satu, agar 
dibubarkan saja ketika kalah bertubi-tubi di dua laganya. 

      Puluhan pencinta dan suporter Persipare seakan mengutuk dan terusik 
dengan pernyataan Siradz. Dan ketika massa suporter Persipare berunjuk rasa di 
dewan, Siradz dengan style-nya yang cool seakan tak begitu risih apalagi takut. 
Akhirnya, suasana tersebut reda dengan sendirinya. (meliana bori/ridwan 
putra/zil)
     

Kirim email ke