Salam prihatin....

Alhakumut takasur....

salam,
bapakeghozan
http://ghozan.blogsome.com


Indonesia Terkorup Kedua di Asia

Makassar, 11 Mei 2007 15:46
Hasil survey Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berpusat di 
Hongkong, menempatkan Indonesia pada posisi kedua negara terkorup di Asia, 
setelah Filipina pada tahun 2007 ini.

Hal tersebut dikemukakan Wakil Direktur Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan 
Korupsi (KPK), Faisal di Makassar, Jumat (11/5).

Data ini menunjukkan bahwa ada kemajuan bagi bangsa Indonesia dibanding pada 
tahun 2006 dimana Indonesia berada pada urutan pertama yang diikuti Filipina.

Menurut Faisal, hampir tidak ada negara di dunia ini yang bebas korupsi 
termasuk negara-negara yang mengaku sangat menjunjung nilai-nilai keagamaan.

Bahkan sebaliknya, tindakan korupsi itu banyak terjadi di negara yang mayoritas 
penduduknya memeluk agama tertentu seperti Filipina (mayoritas Katolik), 
Indonesia (mayoritas Islam) dan Brazil yang penduduknya mayoritas beragama 
Brazil.

Sebaliknya, negara yang bersifat sekuler bahkan masyarakatnya tidak mengenal 
agama sekalipun, lebih sedikit ditemukan adanya tindak pidana korupsi di negara 
itu.

Dia mencontohkan, negara-negara Eropa bagian Barat seperti Finlandia dikenal 
sebagai negara paling bersih karena masyarakat di sana lebih mengedepankan 
nilai-nilai moral padahal masyarakatnya hampir tidak mengenal adanya agama atau 
kepercayaan.

Faisal sendiri mengaku salut dengan nilai-nilai moral yang diimplementasikan 
masyarakat Filipina saat mendegar kisah Wakil Ketua KPK, Erry Riyana 
Hardjapamekas ketika berkunjung ke negara tersebut.

Faisal mengisahkan, suatu malam, di tengah-tengah kegelapan dimana kendaraan 
dan jalan raya nyaris sudah tidak ada yang lalu lalang, sopir angkutan taksi 
masih saja tetap berhenti ketika `traffic light` berwarna merah padahal di 
sekitarnya sudah tidak ada kendaraan yang hingar-bingar.

"Pak Erry bertanya, kenapa tidak diterobos saja lampu merahnya karena kondisi 
jalan sangat lengang. Jawaban sopir taksi tersebut sangat mengejutkan dan 
membuat Pak Erry termenung. Sopir itu mengatakan bahwa saya tidak mau 
mengacaukan hukum yang telah dibuat pemerintah dengan susah payah," kutip 
Faisal.

Perilaku sopir ini sangat jauh berbeda dengan pola tingkah laku orang Indonesia 
yang seenaknya main "labrak" tanpa memikirkan apakah ini melanggar hukum atau 
tidak.

Faisal berharap, orang Indonesia yang percaya dengan suatu ajaran seharusnya 
bisa membuat sadar tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar aturan seperti 
yang diterapkan oleh masyarakat Filipina yang sangat menjunjung tinggi 
nilai-nilai moral.

Menurut Faisal, ada empat hal yang membuat orang melakukan tindak pidana 
korupsi seperti kerakusan, ada kesempatan, kebutuhan yang tinggi dibanding 
pendapatan yang diterima serta penanganan kasus korupsi yang lemah. [TMA, Ant] 

http://www.gatra.com/artikel.php?id=104530

Kirim email ke