----- Original Message ----- 
From: Martha J.
To: komunitas-tionghoa
Sent: Saturday, 12 May, 2007 23:28
Subject: [komunitas-tionghoa] Re: Untuk Esther Indahyani Jusuf II



Bagimu Pahlawan Reformasi  :
Hendrawan Sie, Elang Mulyana, Hafidin Royan dan Herry Hertanto.

masih terbayang di anganku kawan,
kala terakhir kau datang ke rumahku di pagi buta
kau akan pergi meninggalkan aku yang kau cinta
kau berjanji akan menulis surat untukku di setiap senja
dan aku hanya tersenyum sambil menundukkan kepala

masih terbayang di anganku kawan,
kala kita masih duduk di bangku es em u
ketika seorang guru memarahiku
dan aku menangis karena malu
kau hibur dengan kata-kata semanis madu
kaupun berusaha untuk melucu
kau kupeluk dan ciuman pertamakupun menyatu dengan bibirmu

hari ini kawan,
tepat sembilan tahun telah berlalu
tak ada lagi surat kuterima darimu
karna kau pergi untuk selamanya
diterjang peluru tentara
dari atas jembatan di ujung jalan Kyai Tapa

kini, bila rembulan hadir di malam hari
tak ada lagi engkau yang kunanti
di kebun belakang tempat kita biasa berbincang dahulu
telah dipenuhi ilalang dan debu

hanya doa kupanjatkan kepada yang maha kuasa
semoga engkau berbahagia di alam sana

12 Mei 2007
mj

On Apr 30, 4:53 pm, "Martha J." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> anakku,
> kalender di dinding hari ini telah berganti
> wajah bulan Mei kini menampakkan diri
> selalu kurasakan kembali kehadiranmu
> di kamar tidurmu yang masih seperti dulu
> di kamar mandi masih kudengar senandungmu
> ketika kecipak air membasahi tubuhku
> akupun tersadar ini hanyalah sebilah rindu
>
> Mei 1, 2007
> mj
>
> =======================================================
> Memasuki bulan Mei, kita kenang kembali peristiwa Mei-98
>
> (Jakarta,12 Mei 1998)
> gelegar tembakan di ujung jalan Kyai Tapa
> mengawali derita putra-putri bangsa
> tubuh-tubuh muda terkapar
> darah berceceran
> pom bensin dibakar
> truck sampah digulingkan
> Jakarta ..... gegap - gempita
>
> (keesokan harinya)
> di suatu sudut utara kota
> angkara murka merajalela
> rumah-rumah dibakar
> tubuh menggigil menahan getar
> di hadapan orang-orang yang mengasihi
> perempuan-perempuan kehilangan harga diri
>
> merintih sedih
> marah dan pilu silih berganti
>
> korban bergelimpangan di seluruh kota
> Jakarta diamuk massa
> Jakarta .... porak - poranda
>
> di suatu mall di tengah kota
> rakyat tak bersalah diajar durhaka
> diajak menjarah menguras harta
> tetapi mereka hanyalah dianggap sepotong benda
> yang akan dipanggang sebagai tumbal bagi penguasa
>
> di jalan-jalan diadakan razia
> perempuan-perempuan bermata sayu dipermalukan
> perempuan-perempuan bermata sayu dinodai
> perempuan-perempuan bermata sayu kemudian banyak yang bunuh diri
>
> meninggalkan derita bagi keluarga
> dendampun membara
>
> jiwaku meronta
> sukmaku meradang
> dimanakah engkau dewi keadilan?
>
> sembilan tahun aku telah menanti
> tidakkah kau dengar wahai tuan-tuan yang duduk di atas singgasana
> kebesaran?
> kami telah berteriak dengan suara lantang
> apa lagi yang bisa kami lakukan?
>
> melati di atas kuburpun telah lama tak lagi mewangi
> kami yang masih hidup tidak sudi hanya berdiam diri
> kami berjuang menuntut keadilan
> bagi mereka yang kini telah menjadi tulang belulang.
>
> 29 april 2007
> mj


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google 
"komunitas-tionghoa" grup.
 Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke 
[EMAIL PROTECTED]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke 
[EMAIL PROTECTED]
 Etika berdiskusi bisa dilihat di
http://groups.google.com/group/komunitas-tionghoa/web/etika
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada 
http://groups.google.com/group/komunitas-tionghoa?hl=id
 Kondisi/term dalam memakai jasa Googlegroups
http://groups.google.com/intl/en/googlegroups/terms_of_service3.html
 Opini dalam setiap posting adalah pendapat pribadi dari pemosting sendiri, 
bukan mencerminkan pendapat milis ataupun komunitas tionghoa keseluruhan
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke