Reporter Tempo Alami Pelecehan Seksual oleh Polisi
Selasa, 15 Mei 2007, 13:52:02 WIB
Laporan: Febrianto
Jakarta, Rakyat Merdeka. Seorang reporter perempuan dari Koran Tempo berinisial
MH, Selasa siang ini (15/5) mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh
oknum polisi di Mabes Polri.
Dengan terisak, MH yang datang untuk meliput di lingkungan Mabes Polri pada
pukul 11.30 WIB tersebut kemudian melaporkan ke Kepala Divisi Propam Mabes
Polri Irjen Gordon Mogot.
Cerita berawal ketika MH melewati area parkir gedung Bareskrim sisi kiri dekat
Puslabfor sendirian dari pressroom. Di tengah parkiran, ia berpapasan dengan
seorang polisi berseragam PDLT (seragam lapangan Brimob).
Tiba-tiba, polisi berparas putih itu menyapa MH. "Apaan tuh mbak yang
menggantung- gantung," celotehnya menggoda sambil cengengesan. Si polisi ini
sudah kurang ajar. Dia mengatakan itu sambil menunjuk-nunjuk dada MH. "Wah,
besar!", sambung polisi satu ini.
Dengan spontan, reporter yang biasa meliput di lingkungan Mabes Polri.
"Maksudnya apa? Saya laporin nanti!," hardik MH dengan jengkel. Keduanya pun
berpisah begitu saja.
Namun, MH yang merasa sudah dilecehkan oknum polisi itu tak terima. Ia sempat
sesenggukan ketika menceritakan kepada teman-teman di JUMP (Jurnalis Mabes
Polri). Dengan diantar wartawan lainnya, MH pun melaporkan pelecehan seksual
oleh oknum polisi tersebut awalnya ke Bareskrim. Seorang perwira bernama
Margono yang menerimanya.
MH sendiri sempat mengingat, oknum polisi kurang ajar itu di label nama
seragamnya ada tulisan "CH". Karena saking gundahnya, MH tidak mencermati nama
di belakang CH tersebut. Wartawan lainnya ada juga yang membantu menguber si
oknum. Tapi tidak ketemu.
Saat ini, MH tengah diterima oleh Gordon Mogot di ruang Kadiv Propam. Kepada
korban, Propam berjanji akan mencari oknum yang sudah berbuat tidak sepantasnya
itu kepada kaum perempuan. iga
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell.