Sebenarnya intinya hanya satu, Allah dapat melakukan apapun yang ia kehendaki.
Dalam badai Tsunami, walaupun semua hancur, Allah MENGHENDAKI bahwa
masjid-masjid tetap berdiri, bahkan masjid yang terbuat dari kayu pun tetap
berdiri.
Allah menghendaki namanya terukir dikobaran Api, telur, ikan atau apapun itu.
Muslim hanya takjub aja bahwa nama Tuhannya dapat tergambarkan secara alami
ditempat-tempat yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear
Chaniago,
trimakasih atas doanya! Saya hanya mengingatkan para miliser yg
mengirimkan ttg lafal Allah di milis ini. Lafal Allah di Api Lapindo yg
dikirimkan dengan gambar dan nama pemotretnya sekalian. Disusul dengan
lafal Allah di ombak laut ketika Tsunami. Kenapa anda menganggap saya
telah menista padaNya?
Nama Allah Israel meluluh lantakkan Sodom dan Gomorah, nama Allah Israel
meluluh lantakkan Ramses dan tentaranya di Laut Teberau.
Nama Yesus di Poso mendatangkan pemulihan bagi yg telah teraniaya.
Yang mana yg fakta yg mana yg menista?
Yumelda Chaniago wrote:
>
> Dear saudara roslina yang selalu dilindungi Allah SWT.
> Semoga Allah SWT yang maha pengampun dan penyayang memaafkan dan
> mengampuni kekhilafan anda, dengan penistaan yang telah anda lakukan
> pada -Nya. Amin
>
>
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.