Kepala Dinas Permuseuman dan Kebudayaan DKI Jakarta Aurora Tambunan di Suara
Pembaruan 16 Mei 2007 [menambahkan] '... anggaran untuk menyiapkan tempat dan
pemindahan bendera pusaka mencapai Rp 2,1 milyar dari APBD... khusus untuk
prosesi pemindahan dan persiapan untuk para pendukung acara [melibatkan 1.426
personel yang terdiri dari unsur TNI dan Polri, anggota Paskibraka], biaya yang
dianggarkan mencapai Rp 500 juta.'
Ufh, sesak dada saya membaca berita ini. Prioritas penyelenggara negeri ini
suka dengkul jadi jidat, dan sebaliknya. Jago Bersolek, itu patut saya
sampaikan ke dua pentolan Sutiyoso dan SBY. Paling jago juga bikin patung ama
acara gak penting.
Uang lima ratus juta BUKAN untuk perbaikan jalan bolong, pindahkan pembatas
jalan Busway ke posisi aman lepas dari pertigaan atau perempatan jalan, atau
mengelola sampah yang lebih berhasil-guna (tebak-tebakan: kenapa kursus kompos
diminati ibu-ibu RT, bukan para ibu-ibu pegawai negeri DKI?).
Rp 500 juta plus plus (sama pengamanan bla bla bla total 2,75 milyar!) is the
price of Patriotism? Let's learn from Holywood, let the producers post Star &
Stripes on every corner of their movies and TV shows. Eh, ngomong-ngomong
Cokelat nyanyi 'Tanah Airku' sudah diprotes Yusril? Eh Bang Yusril, check this
out: 'Bang SMS siapa ini bang' lebih ngetop di TK dekat rumah saya daripada
Indonesia Raya.
Silakan baca berita beberapa waktu lalu dari Antara di bawah ini. Ingat deh,
ini uang pajak yang kita bayarkan mulai makan di restoran AW hingga beli rumah
gedong di tengah kota Jakarta. Lima ratus juta honor tak tetap buat birokrat
yang ikut prosesi muterin Monas, tapi what do we get in return? UFFFH!
ANTARA Nasional02/04/07 20:22
Bendera Pusaka Pindah ke Monas 20 Mei
Jakarta (ANTARA News) - Setelah tertunda beberapa kali akhirnya rencana
pemindahan Bendera Pusaka dari Istana Merdeka ke ruang naskah proklamasi di
Monumen Nasional (Monas) akan dilakukan pada 20 Mei 2007 bertepatan dengan hari
kebangkitan nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta Aurora Frida Tambunan di
Balaikota Jakarta, Senin, memaparkan pihaknya terus melakukan persiapan dan
diharapkan pemindahan bisa dilakukan pada tanggal tersebut.
"Direncanakan tanggal 20 Mei bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional,
prosesinya sudah disiapkan. Saat ini sedang menunggu perbaikan selesai
dilakukan," katanya.
Pemindahan Bendera Pusaka semula akan dilakukan pada 17 Agustus 2006 sore
pukul 15.00 WIB namun kemudian ditunda menjadi 28 Oktober 2006, namun dengan
beberapa pertimbangan termasuk telah memasuki masa liburan lebaran maka Pemprov
DKI menyerahkan pada pemerintah pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional.
Pemindahan Bendera Pusaka tersebut dilakukan dengan alasan sebagai usaha
konservasi bendera yang pertama kali dikibarkan pada 17 Agustus 1945 tersebut.
Aurora mengatakan, pihaknya berupaya untuk mengumpulkan benda-benda bersejarah
di Monas. Karena Monas memang dikonsepkan sebagai penyimpanan benda bersejarah.
Bendera pusaka nantinya akan dikumpulkan dengan teks proklamasi yang sudah ada
di Monas. Kedua benda pusaka itu kemudian akan dikumpulkan dengan peta
kepulauan dan burung garuda.
Semula Pemprov DKI mengajukan usul dana pemindahan mencapai Rp3,5 miliar dari
APBD 2006.
Dalam satu kesempatan Aurora menjelaskan Anggaran sebesar itu, digunakan untuk
biaya pemindahan dan konservasi, yaitu pelaksanaan pembuatan tempat penyimpanan
bendera pusaka Rp2.753.500.000, pengawasan Rp69.400.000, perencanaan
Rp94.900.000, dan biaya persiapan berupa administrasi dan lelang penyedia
barang jasa senilai Rp82.200.000.
Untuk sistem pengamanan kamera TV sebesar Rp2,3 miliar, alarm, lampu
penerangan, vacuum udara, dan kelembaban udara pada objek bendera pusaka Rp250
juta, kotak kaca tempat bendera dengan ukuran 2 X 3 X 0,25 meter, kotak dengan
bingkai kuningan siku ukuran 5 X 5 X 0,5 meter, serta kaca tebal dua centimeter
dengan total biaya Rp300 juta.
Dana tersebut, belum termasuk biaya pembuatan vitrin untuk menempatkan bendera
pusaka berikut kelengkapannya, seperti dua lemari bendera pusaka dengan ukuran
1,6 X 2,2 X 0,8 meter terbuat dari perunggu bermotif dengan tebal 0,05 mm,
serta pintu gapura dilapisi emas murni dengan total biaya Rp 1,9 miliar.
Pada saat pemindahan yang akan dilakukan pada 20 Mei 2007 tersebut diharapkan
pula pemugaran pelataran Monas pun sudah selesai.
Kompleks Monumen Nasional (Monas) akan kembali mengalami pemugaran menyusul
adanya penawaran dari PT Gudang Garam untuk merenovasi pelataran Monas yang
dikenal dengan Ruang Agung sebagai bagian dari program Corporate Social
Responsibility (CSR).
Renovasi tersebut akan meliputi pembenahan taman yang melingkari Monas di
bagian dalam seluas 2,5 hektare dan juga pembuatan dinding di empat sudut yang
nantinya akan dihiasi dengan relief bertemakan perjuangan bangsa Indonesia
dengan dana Rp25 miliar.
Terakhir kompleks Monas dipugar adalah pada 2005 dengan pembangunan Air Mancur
Pesona Monas selebar 80 x 45 meter persegi senilai Rp26 miliar.
Pembangunan air mancur itu menggunakan jasa perusahaan khusus di bidang air
mancur menari asal Jerman.
Terdapat 12 lagu yang telah diprogram, ada 14 efek air mancur menari yang
masing-masing efeknya terdapat puluhan nozzles air mancur.
Ketinggian air di center spray dapat mencapai 30 meter, dan terdapat belasan
pompa jet untuk menggerakkan air.
Terdapat 49 lampu bawah air warna-warni yang masing-masing berdaya 300 watt.
Selain itu ada pula 668 lampu yang masing-masing berdaya 75 watt , dan
instalasi air mancur itu dilengkapi dengan sinar laser dan proyektor. (*)
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com