From: "Dwi" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [mediacare] To: all valuable member of media care - Re: Lafal Allah 
pada Sebuah Telur
Dwi:
> To: all valuable member of media care
> Rasanya sudah kita cukupkan sampai disini saja permasalahan mukjijat dari 
> Allah atau dari Tuhan Jesus atau dari Sang Yang Widhi.
---
Audy:
Ma'af Bung/ Bu Dwi yang baik, tulisan Anda masih perlu ditanggapi.

Dwi.
> Kalau lah kita semua mengakui adanya Sang Pencipta tentunya kita semua 
> akan mengakui semua ciptaan-Nya, entah itu Pohon, entah itu Batu, entah 
> itu Tsunami sekalipun kita harus juga percayai sebagai ciptaan-Nya. 
> (meskipun manusia juga bisa mencari penyebab dari Tsunami, namun rasanya 
> akan susah jika mencari dari mana datang "keajaiban" terlepas dari adanya 
> keajaiban hasil karangan manusia).
---
Audy
Mengakui ciptaan- Nya, adalah benar.
Tapi mengakui kebohongan yang dibuat manusia untuk kepentingan pribadi dan 
membodohi masyarakat? Itu tidak benar dan harus dibongkar.
Kenapa? Karena kita harus mendidik semua manusia supaya lebih kritis, supaya 
lebih menggunakan akal sehat-nya agar jangan mudah diarahkan kemana saja 
seperti kerbau dicucuk hidungnya.
Kebetulan Indonesia mayoritas muslim. Kalau sedemikian banyak masyarakat 
kelas bawah muslim kena dibohongi oleh gambar atau tulisan yang dibilang 
keajaiban allah, ini yang repot.
Setelah mereka percaya, mereka mudah dicekoki dengan segala paham dan 
pemikiran, mudah dibuat menjadi fanatik dan membenci umat lainnya, itulah 
salah satu sumber keributan.
Kapan Indonesia mau maju kalau umat mayoritas dibodohi terus?
Ingat, kritis bukan artinya tidak ber Tuhan. Kritis dalam memakai nalar 
adalah benar, karena nalar juga diberikan oleh Nya, untuk dipakai.

Dwi:
> Ada baiknya kita kembalikan saja arah ini ke kiblat masing-masing; umat 
> Islam ada rukun islam dan rukun iman yang harus kita yakini dengan 
> bersumber Al Qur'an; umat nasrani ada Injil, umat Buda pun juga punya 
> pedoman sendiri.
Entah siapa yang menista dan yang dinista, janganlah merusak ukhuwah dan 
kerukunan antar umat beragama dengan saling menghujat dan menistakan, 
sebagai umat Islam saya mempercayai adanya mukjijat yang ditunjukkan ke Bumi 
hanya saja paling saya akan berucap Subhanallah dan tidaklah saya harus 
menunjukan bahwa "agamaku neh punya keajaiban, agama mu nda punya kan??" 
tidak harus demikian saya juga percaya bahwa umat beragama yang lain juga 
mempunyai apa yang kita sebut sebagai keajaiban ini, entah itu berupa apa 
dan melalui apa. Sebagai umat yang percaya Tuhan YME berarti semua itu 
datang dari Sang Pencipta.
---
Audy:
Setuju.

Dwi:
> Mengenai lafal2 Allah SWT yang sering kita dengar atau yang beruntung bisa 
> melihat keajaiban ini dipohon, ditelur, dilumpur lapindo ataupun ditsunami 
> aceh itupun juga merupakan keajaiban yang ditunjukan dan hanya mampu 
> dihasilkan oleh Tuhan Sang Pencipta. Entah apa maksud dan tujuan Tuhan 
> menujukkan itu semua rasanya kita sebagai manusia yang juga salah satu 
> keajaiban ciptaan-Nya tak kan pernah mampu mengetahui anggap saja itulah 
> bagian dari Kebesaran Tuhan kita masing2.
> Akhirnya mohon maaf apabila kurang berkenan karena khilaf dan salah 
> merupakan bagian dari sifat manusia dan kesempurnaan hanyalah milik Tuhan 
> semata.
---
Audy:
Kemarin setelah saya posting tulisan di Mediacare, saya mendapat e-mail dari 
seseorang yang tidak menyebutkan namanya, dia memakai e-mail address anonym.
Mungkin takut diteror atau tidak mau diketahui siapa dia oleh umat muslim 
yang tidak senang karena dia mengirim sekaligus keorang banyak. Siapapun 
Anda, terima kasih.
Disitu terlihat gambar pohon dan tanda di ikan yang dibilang karya Tuhan 
tapi ternyata hanya rekayasa manusia yang kurang kerjaan.
Jangan gampang percaya dengan segala macam gambar baik dimedia masa apa lagi 
di internet. Begitu mudah merekayasa gambar.

Bagi yang tetap ingin mempercayainya secara membuta, tentu tidak ada yang 
melarang.
Tapi jangan gembar gembor bilang itu karya Tuhan, itu pembohongan dan 
pembodohan manusia, sekaligus juga melecehkan Tuhan Anda.
Kalau Anda percaya Tuhan, Tuhan itu sudah maha besar, tidak usah 
dibesar-besarkan lagi dengan segala cerita bohongan.

Untuk yang bilang tulisan semacam ini sirik, monggo, memang sampai sebatas 
itulah kemampuan nalar Anda dalam menyikapi suatu masalah..

Jadi apakah hal semacam ini pantas dibahas di Mediacare?
Saya bilang Ya!
Supaya milis ini bisa ikut mendidik rakyat Indonesia dari ketinggalan yang 
semakin jauh.
Bangun dari mimpi yang tidak perlu.

Salam,
a


>
> Wassalam,
>
> Dee-Bumi Borneo semakin gundul...
>
> Re: Fw: Re: [mediacare] Lafal Allah pada Sebuah Telur
> Posted by: "Paulus Tanuri" [EMAIL PROTECTED]   p_tanuri
> Tue May 15, 2007 9:17 pm (PST)
>
> Di Indonesia, setiap kali ada muncul tulisan apa pun pada tempat yang 
> tidak
> seharusnya, hampir selalu tempat atau benda tempat munculnya tulisan
> tersebut seakan akan menjadi keramat. Orang berbondong-bondong datang 
> untuk
> melihat, dan bahkan tidak sedikit yang berkeyakinan benda-benda tersebut
> memiliki tuah.
>
> Tidakkah kita semua sadar bahwa terlepas dari benar atau tidaknya semua
> kejadian tersebut. Dan terlepas dari apakah benar itu terjadi dengan
> sendirinya atau ternyata hanya buatan tangan manusia.
> SATU-SATUnya tempat dimana kita mengatupkan tangan, memejamkan mata dan
> menghaturkan doa adalah di bawah kaki SANG PENCIPTA. (setidaknya inilah 
> yang
> aku yakini dan imani)
>
> Bila kejadian-kejadian kecil dimana telur berlafal ALLAH kemudian
> membelokkan pandangan kita semua, apalagi sampai membelokkan HATI kita 
> dari
> SANG Khalik kepada si telur tak berarti itu, maka terkutuklah kita semua.
>
> Karena harus kita semua ingat Selain TUHAN, ada hantu. Dan hantu ini akan
> mengerahkan segala cara agar kita semua memalingkan muka dari TUHAN. Dan 
> si
> hantu ini bagaimanapun dia juga punya kekuatan. Hanya memunculkan huruf
> saja, tentu dia sanggup. Ingat, apapun dia lakukan agar kita meninggalkan
> TUHAN.
>
> Regards,
> Paulus T.

Kirim email ke