Kalau saya pribadi, sangat tidak setuju dengan pembangunan PLTN ini. Bukan
saya tidak percaya dengan kemampuan teknisi kita. Saya percaya kalau banyak
insinyur kita yang hebat menangani Nuklir.

Tapi masalahnya saya tidak percaya dengan para pemegang kekuasaan di negeri
ini.
Siapa yang dapat menjamin mereka (para pejabat kotor itu) tidak akan
memangkas biaya pembangunan infrastruktur untuk masuk ke kantong pribadi ?
Dan siapa yang dapat menjamin para kontraktor (yang biasanya adalah
perusahaan yang sudah berkolusi dengan pemerintah) tidak akan mengurangi
COST dengan mengurangi biaya dari sana sini tanpa memperdulikan resiko
keselamatan ? ( kita sudah lihat bagaimana hal itu terjadi di lapindo dan
efeknya sekarang )

Jadi sebelum faktor keselamatan rakyat menjadi suatu hal yang sangat penting
di mata pemerintah dan ada hukum yang jelas dan tegas untuk itu. Dan sebelum
korupsi bisa diatasi, maka saya masih tetap tidak percaya PLTN akan aman
buat rakyat Indonesia.

Lapindo yang kurang satu bagian saja dalam proses pengeborannya, sudah bikin
susah begitu banyak orang hingga sekarang. Dan akan semakin banyak
kelihatannya. Kalau Nuklir, kesalahan kecil (satu retakan kecil saja) cukup
untuk menghancurkan kita semua.


Regards,
Paulus T.



On 5/17/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 Refleksi: *Boleh saja, tetapi "peraturan keselematan"  harus mendarah
daging dan tempat penyimpanan sampah nuklir harus dipersiapkan, karena bila
tidak dipatuhi berarti seperti menaruh beban berat turun temurun.*

*Pada pihak lain rupanya ini kampanye  untuk dimenangkan pemilu tahun 2009
dan  setelah dimenangkan pemilu  dibangun tenaga listrik untuk pulau Jawa
[2010]. *

http://www.atimes.com/atimes/Southeast_Asia/IE15Ae01.html



Kirim email ke