Maaf,saya kasih komentar lagi tentang hal ini,
Saya tidak bermaksud atau berniat untuk tidak menghargai keragaman..
Saya sendiri menetap di Amsterdam, Kota yang MULTI KULTURAL yg beragam,
Tp Jujur ya kadang terlalu berlebihan juga soal2 seperti ini...saya
menghargai orang2 yg memakai jilbab, Tp kalau protesnya tentang hal2 seperti
ini di Australia atau dimanapun juga,ya liat2 situasi lokasi dong...saya rasa
justru orang2 yang seperti itu malah yang tidak mau menyesuaikan diri, apalagi
tentang hal2 seperti ini di negara2 western yang secara dasarnya mayoritas
negara orang2 beragama Kristen, sekarang ambil contoh,di Indonesia,atau di
Negara2 Islam di belahan dunia lain, Orang Kristen juga berusaha menyesuaikan
diri kan ?
Ada contoh lain di Negeri Belanda sini,di suatu kota disini pernah ada
peristiwa sekelompok
wanita muslim yang memaksa meminta di pasang gorden di sebuah kolam renang
umum
(* Indoor) walaupun mereka hanya meminta sepotong/sebagian biar ngotot kayak
apa tetap nggak di turutin ! ya yg bener aja..respect sih respect untuk mereka,
Tapi bukan berarti musti selalu dikabulkan hanya karena alasan TOLERANSI
, ada juga hal2 yg musti datang dari rasa kesadaran ya itu tadi
BELAJAR DAN BISA MENYESUAIKAN DIRI !
Saya menghargai asas2 Islam, saya menghargai Agama Islam Tp bukan berarti apa
yg menjadi hukum dan kewajiban atau tradisi Islam (* Dalam hal ini antara lain
soal Jilbab) harus di terima oleh seluruh belahan dunia atau di segala bidang !
Untuk sdr Wido,kalau anda bisa menilai kami,beberapa yg menulis pandangan
masing2 disini adalah orang2 yg TIDAK MENGHARGAI KERAGAMAN..
Justru inilah KERAGAMAN ! Tidak semua HARUS kok menghargai apa yg anda
pandang musti di hargai menurut pandangan anda, karena kami berasal dan berawal
dari KERAGAMAN dan ini adalah HAK ASASI kami untuk mengeluarkan pendapat secara
demokrasi dan bebas sebagai manusia, jadi bukanlah hal yg MENYEDIHKAN spt yg
anda tulis !
Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Beberapa komentar terkait jilbab sepertinya memang berasal dari orang-orang
yang tidak menghargai keragaman, dan selalu menganggap bahwa jilbab hanya
sebuah simbol yang bisa dilepas kapanpun dan dimanapun. Memang sungguh
menyedihkan cara-cara berfikir instan seperti ini.
To mbak Adiati (Female Online), masalah akan kena duri dll., itu hanya
masalah teknis, dan pakaian bisa disesuaikan dengan kebutuhan teknis, kalau
mbak mau lihat contohnya, saya bisa berikan contoh-contoh wanita polisi iran.
To mbak Ati Gustiati, mbok jangan keluar dari substansi berita dong ah, sampai
bawa-bawa AK dan cerita-cerita bunuh orang, udah hari gini gitu loh, masih suka
kesana-kemarin kalau komentar. To bang Dimas, kalau ada memang berjiwa pemimpin
yang mengayomi keragaman, sepertinya anda jangan sering-sering tertawa HAHAHA,
tapi sering-seringlah dekat dengan masyarakat yang menginginkan penerapan HAM
pada arti sesungguhnya bukan HAM sekedar menuruti kepentingan YAHUDI di
saat-saat awal pembuatannya yang memang untuk melegitimasi kepentingan YAHUDI.
Wassalam,
--wqs
Re: Perempuan muslimah berjilbab dilarang bergabung dengan militer
Posted by: "RM Danardono HADINOTO" [EMAIL PROTECTED] rm_danardono
Sat May 12, 2007 11:20 pm (PST)
Perajurit berjilbab asal jangan niru perilaku perajurit Arab yang
perang dalam Perang Enam hari tahun 1967... belum belum sudah lepas
sepatu boot dan lempar senjata yang penuh berserakan di padang
pasir...
DH
--- In [email protected], dimas supriyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam,
>
>
> Jangan jangan samakan aku dengan yang lain
> karena..karena aku memang berbeda ....
>
> A. RAFIK
>
> Dan berkatalah Wanita Muslim Australia:
> "Sebagai wanita muslim yang berjilbab, saya lebih
> dekat dengan Tuhan dibanding dengan yang lainnya.
> Jadi, tolong, istimewakan saya!!
> Jangan terapkan aturan itu untuk saya...
>
> Wahai, Pemerintah Australia, khususnya Departemen
> Pertahanan, ketahulah saya wanita muslim, saya wanita
> berjilbab, yang sangat dekat dengan Tuhan!
> Lebih dekat dengan Tuhan dibanding warga Australia
> yang lainnya. Jangan saya disamakan dengan yang
> lain..
> Amat jelas, saya berbeda dengan yang lainnya.
> Tolong, sekali lagi tolong, istimewakan saya "
>
> HA..HA..HA..HA...
>
> Dimas.
>
> --- ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > ha ha ha ha ha....boleh pake jilbab asal yg tahan
> > peluru, manusia ada2 saja ulah nya...di mideast itu
> > udah biasa kita lihat orang tangan kiri nenteng
> > sejadah buat sholat tangan kanan bawa AKA buat
> > nyikat nyawa orang...untung Tuhan katanya punya
> > selera humor yg baik...
> >
> > salam
> > omie
> >
> > Adiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > waduh, apa nggak repot?
> >
> > kalo misalnya pas lewatin kawat berduri sambil
> > merangkak, gimana kalo nyangkut?
> >
> >
> > sorry, saya hanya berfikir realnya aja..
> >
> >
> > Sunny wrote:
> > Bagi wanita yang melakukan tugas kemiliteran
> > dilarang memakai jilbab dan jenis lain seperti
> > burkha. Lihat juga Libiya, pengawal-pengawal Qadafi
> > yang teriri dari wanita tidak memakai jilbab tetapi
> > pakain milter dengan bertopi.
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Wido Q Supraha
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Cc: [EMAIL PROTECTED] ;
> > [email protected]
> > Sent: Friday, May 11, 2007 6:47 AM
> > Subject: [mediacare] Perempuan muslimah berjilbab
> > dilarang bergabung dengan militer
> >
> >
> > www.dunia-jilbab.blogspot.com
> >
> > Militer Australia Dituntut Akomodasi Calon Tentara
> > Muslimah
> >
> > Kamis, 3 Mei 07 09:33 WIB
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.