Yang begini mah gak usah didengar,
Hari ini bilang A besok bisa bilang B, sejam kemudian bisa sampe Z.
Ngatur apa yang keluar dari mulut sendiri aja lom bisa, gimana mau ngatur
negara.

Regards,
Paulus T.

On 5/21/07, Adiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

*Beberapa hari lalu ada postingan yg mengatakan Kalla membantah makin
banyak orang miskin di Indonesia..nah seperti ini saja terbukti, jangankan
orang miskin dari kalangan menengah ke bawah, yg dari kalangan menengah ke
atas saja kayaknya juga mulai agak mengalami kesenjangan ekonomi bukan ?*
*jadi saya tidak mengerti bantahan Pak Kalla itu dilihat beliau dari sudut
mana?*
*atau jangan2 hanya sekedar kata2 lepasan untuk menjaga Image pemerintah ?

**Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]>*
wrote:

  *Mas Goen yg baik, *
**
*Saya cukup terkejut membaca posting anda soal keadaan *
*ekonomi negara kita saat ini.*
*Bayangan saya nggak separah ini, walau memang korupsi*
*makin nggak teratasi dan kayaknya pemerintahan P SBY *
*juga sudah hopeless, kemudian hukum makin jauh dr *
*harapan, investasi permanen [ bukan sesaat yg bisa cepat keluar lagi ] *
*juga nggak ada kemajuan namun dengan hasil pajak yg membumbung*
*tinggi , mestinya roda ekonomi bisa berputar juga, walau tersendat2*
*Buktinya pembangunan fisik mall dll masih banyak kan ...*
**
*Sayang saya belum bisa membaca berita2 koran dll agar setuju dengan*
*pendapat Mas Goen ini..*
*Mudah2an nggak sejelek itu situasinya.. *
**
*Salam , martin - indiana*


----- Original Message ----
From: Goenardjoadi Goenawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Sent: Saturday, May 19, 2007 8:13:16 PM
Subject: [mediacare] melamar kerja masih untung mendapat penurunan gaji

Kalau kita lihat sekarang kondisi ekonomi mikro Indonesia sungguh
mengenaskan, bila kita coba jalan-jalan ke supermarket, bahkan hypermarket,
di Mall-mall terasa sepi.  Terakhir kita dengar ada mobil honda jazz yang
terjun dari parkir lantai 6, itupun bukan ke Mall, namun pergi ke acara
gereja.

Kalau kita lihat, coba ke supermarket atau Hypermarket di siang hari,
pengunjung terasa kosong.  Belanja di Mall terbesarpun demikian, suasana
terasa sepi.  Pengunjung ramai hanya dua hari seminggu, yaitu pada hari
Sabtu-Minggu saja.  Para pramuniaga sering bergerombol ngobrol dengan
kelompoknya hanya untuk mengusir rasa kantuk, menunggu pengunjung.

Yang masih ramai hanya pengunjung bioskop Spiderman 3, wah, membludak,
itupun karena studio 21 telah menurunkan harga menjadi rata-rata Rp 35,000
bahkan di Plaza EX.

Bagaimana kita menyikapi hal ini?

Para pengusaha semakin terdesak, terpojok, entrepreneur kecil-kecilan
sudah gulung tikar dari tahun lalu.  Sementara restoran besar mengalami
desakan kontraksi pasar, industry makanan menjadi over supply.  Lihat saja
counter Donuts, atau Bakery, kebanyakan sepi.

Pengusaha harus cepat berubah haluan, istilahnya back to basic.  Kembali
ke basic.  Kalau dulu handphone yang laku adalah model terbaru, harga
Communicator 9500 dulu sempat harganya 15 juta, sekarang handphone yang asal
bisa untuk menelepon, syukur-syukur dual band, ngirit, kalau perlu
rekondisi.

Di Bandung ada Babe, Barang bekas, tokonya masih ramai.  Kita harus siap
dengan fenomena ini Babe, kalau perlu dibuat satu paket kebutuhan keluarga:
pisang, beras, minyak, roti, susu, Indomie, biscuits, selai, sabun, shampoo,
detergent, baju anak-anak, odol satu paket seperti parcel harganya Rp
20,000.  Dananya darimana?  tidak mungkin menjual paket tersebut semurah
itu, dananya darimana?  Bisa dari sumbangan orang kaya, sedekah, zakat,
perpuluhan, atau sumbangan tenaga pengemas.  paket dikemas oleh pekerja
voluntir, iklan didukung oleh media secara sukarela.

Kondisi negara kita seperti refugee.  Kita perlu memikirkan makanan bagi
pengangguran, selama ini mereka ditanggung oleh keluarga.  Ibarat keluarga
beranak 4, yang dua bekerja yang dua lagi mengantar jemput layaknya ojek.
Lambat-laun keluarga tidak lagi mampu mendukung beban beratnya biaya hidup.
Akhirnya sekarang banyak sekali pasangan pisah ranjang hanya karena tekanan
ekonomi.

Sudah banyak sepeda motor dijual, yang sudah lunas, dikredit kembali,
tanah dijual murah, rumah dijual, untuk makan. Kalau dulu pengemis banyak
yang pura-pura sekarang semua orang miskin beneran.

Warung nasi Padang yang menjual ayam kare, rendang, perlu dirubah menjadi
warung tegal yang menyediakan teri, tahu, dan telor balado.  Negara kita
diberkati dengan sambal.  Hanya dengan sambal maka makanan terasa nikmat,
walaupun harus hemat.

Kadang seperti di sebuah foodcourt di Mall, banyak sekali orang makan,
makanan manado, makanan sunda, bebek goreng, tom yam seafood, namun
pernahkah kita berpikir, beberapa orang tidak cukup memiliki uang untuk
makan disana? sedangkan makanan dipajang secara terbuka.

Di Jerman dan beberapa negara Eropa ada undang-uandang yang tidak
menghukum pencuri makanan yang melakukan karena lapar, dan miskin.  Manusia
kalau tidak diberi makan, apa disuruh mati saja?  Bahkan salah satu peri
kebinatangan adalah setiap binatang wajib diberi makan.

Sekarang kalau melamar kerja masih untung mendapat penurunan gaji, karena
bahkan perusahaan terbesarpun melakukan pengurangan karyawan, calon karyawan
sudah tidak lagi menuntut Toyota Vios, atau Avanza, naik sepeda motor atau
Busway pun cukup, asal anak-anak tidak putus sekolah.

Uang pesangon PHK tahun lalu sudah habis, karena iklim investasi sungguh
memburuk.  Bila anda Manajer Senior, lakukanlah yang terbaik, bukan karena
mengejar gaji anda, lakukanlah untuk menolong menyelamatkan karyawan dari
pengangguran.

Pemerintah perlu memikirkan pengangguran ini, bila tidak maka bukan
masalah demo buruh yang ditakutkan, namun demo pengangguran.  Taksi di
pool-pool banyak yang menganggur, apakah tidak cukup sopir?  masalahnya
sopir banyak, namun penumpang kurang, sehingga banyak sopir taksi kerja
rodi, keliling seharian hanya impas untuk biaya bensin.

Acara  TV seperti Deal or No Deal, Who want to be millionaire, Super Deal
2 Milyar perlu dihentikan, sungguh menyakitkan melihat uang Rp 150 juta
diberikan begitu saja kepada kontestan.  sungguh menyakitkan.

Polisi sekarang kalau mau menilang harus ngotot-ngototan karena sopir pun
taidak punya uang, sehingga beberapa Polisi terpaksa menutupi mukanya dengan
helm dan menutupi nama di dadanya dengan penutup saku yang diganjal HT.

Pemerintah perlu melakukan crash program seperti karang taruna, atau
organisasi pemuda mungkin tanpa gaji, namun paling tidak disediakan makanan
dan kesibukan.  Saat ini para pengangguran sudah tidak lagi mencari uang,
namun mereka sudah mencari harga diri yang semakin lama semakin menipis....

Bila hidup tidak dihargai, maka orang akan mencari mati.

salam,
GG
 ------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives 
answers<http://us.rd.yahoo.com/evt=48252/*http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC>,
not web links.


------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48255/*http://answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3oDMTI5MGx2aThyBF9TAzIxMTU1MDAzNTIEX3MDMzk2NTQ1MTAzBHNlYwNCQUJwaWxsYXJfTklfMzYwBHNsawNQcm9kdWN0X3F1ZXN0aW9uX3BhZ2U-?link=list&sid=396545433>from
someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.


------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48254/*http://answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3oDMTI5MGx2aThyBF9TAzIxMTU1MDAzNTIEX3MDMzk2NTQ1MTAzBHNlYwNCQUJwaWxsYXJfTklfMzYwBHNsawNQcm9kdWN0X3F1ZXN0aW9uX3BhZ2U-?link=list&sid=396545469>from
someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

Kirim email ke