20/05/2007 19:05 WIB 

Inu Kencana Dinobatkan Sebagai Manusia Terpilih 2007

Erna Mardiana - detikcom

 

Bandung - Berbagai penghargaan sudah diterima dosen IPDN Inu Kencana Syafei
atas keberaniannya mengungkap kekerasan yang terjadi di IPDN. Kali ini Inu
dinobatkan sebagai Manusia Terpilih 2007.

 

Penghargaan itu diserahkan oleh Asosiasi Profesi Sumber Daya Manusia
Indonesia (APSDMI) usai acara diskusi di Jl AH Nasution, Bandung, Minggu
(20/5/2007).

 

Ketua APSDMI Agus Purwantara menyatakan penghargaan ini diberikan sebagai
pejuang kebenaran dan keadilan. "Penghargaan ini sebagai bentuk dukungan
agar Pak Inu konsisten terhadap kata-kta yang dia ucapkan," kata Agus.

 

Penghargaan diberikan dalam bentuk piagam berbingkai warna emas dengan
ukuran 1x1,25 meter. Dalam piagam itu disertakan juga foto Inu bersama
keluarganya.

 

Di bagian bawah piagam, terdapat tulisan pernyataan Inu yang berbunyi: "Saya
ini orang berani, berani mati dan berani hidup sengsara. Kematian bagi saya
bukan malapetaka. itu merupakan kewajiban makhluk hidup untuk
mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia..."

 

Dijelaskan Agus, terpilihnya Inu dilakukan melalui proses pembahasan selama
3 bulan. "Dari pembicaraan saya dengan dia sebanyak 5 kali, saya melihat
kepopuleran yang dimiliki Inu saat ini bukan untuk mencari kedudukan. Saya
sempat tanya, bagaimana kalau dia ditawari jadi rektor, dia bilang akan
menolak," papar Agus.

 

Selain penghargaan, Inu pun dihadiahi asuransi kecelakaan senilai Rp 100
juta dalam setahun. Inu juga akan mendapat bantuan advokasi dari APSDMI.

 

Ketika dimintai komentar atas penghargaan yang diterimanya kali ini, Inu
hanya berucap singkat, "apa yang saya lakukan semuanya atas nama Tuhan,"

 

Mengenai berapa banyak penghargaan yang sudah diterimanya sejak membongkar
kasus kekerasan di IPDN, Inu mengaku lupa. "Waduh sudah banyak, nggak
terhitung, saya lupa," pungkas Inu yang mengenakan kemeja biru. (bal/mly)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/20/tim
e/190529/idnews/782466/idkanal/10

 

Kirim email ke