Ya memang Kalla itu sering jetlag.

ngomongnya gak merakyat. maklum kalau orang baru pegang duit se 
trilyun suka mengalami gumun / euforia..

salam,
GG


--- In [email protected], Adiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Beberapa hari lalu ada postingan yg mengatakan Kalla membantah 
makin banyak orang miskin di Indonesia..nah seperti ini saja 
terbukti, jangankan orang miskin dari kalangan menengah ke bawah, yg 
dari kalangan menengah ke atas saja kayaknya juga mulai agak 
mengalami kesenjangan ekonomi bukan ?
>   jadi saya tidak mengerti bantahan Pak Kalla itu dilihat beliau 
dari sudut mana?
>   atau jangan2 hanya sekedar kata2 lepasan untuk menjaga Image 
pemerintah ?
> 
> Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>               Mas Goen yg baik, 
>    
>   Saya cukup terkejut membaca posting anda soal keadaan 
>   ekonomi negara kita saat ini.
>   Bayangan saya nggak separah ini, walau memang korupsi
>   makin nggak teratasi dan kayaknya pemerintahan P SBY 
>   juga sudah hopeless, kemudian hukum makin jauh dr 
>   harapan, investasi permanen [ bukan sesaat yg bisa cepat keluar 
lagi ] 
>   juga nggak ada kemajuan namun dengan hasil pajak yg membumbung
>   tinggi , mestinya roda ekonomi bisa berputar juga, walau 
tersendat2
>   Buktinya pembangunan fisik mall dll masih banyak kan ...
>    
>   Sayang saya belum bisa membaca berita2 koran dll agar setuju 
dengan
>   pendapat Mas Goen ini..
>   Mudah2an nggak sejelek itu situasinya.. 
>    
>   Salam , martin - indiana
>   
> 
> 
>   ----- Original Message ----
> From: Goenardjoadi Goenawan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; forum-
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Saturday, May 19, 2007 8:13:16 PM
> Subject: [mediacare] melamar kerja masih untung mendapat penurunan 
gaji
> 
>   Kalau kita lihat sekarang kondisi ekonomi mikro Indonesia 
sungguh mengenaskan, bila kita coba jalan-jalan ke supermarket, 
bahkan hypermarket, di Mall-mall terasa sepi.  Terakhir kita dengar 
ada mobil honda jazz yang terjun dari parkir lantai 6, itupun bukan 
ke Mall, namun pergi ke acara gereja.
>    
>   Kalau kita lihat, coba ke supermarket atau Hypermarket di siang 
hari, pengunjung terasa kosong.  Belanja di Mall terbesarpun 
demikian, suasana terasa sepi.  Pengunjung ramai hanya dua hari 
seminggu, yaitu pada hari Sabtu-Minggu saja.  Para pramuniaga sering 
bergerombol ngobrol dengan kelompoknya hanya untuk mengusir rasa 
kantuk, menunggu pengunjung.
>    
>   Yang masih ramai hanya pengunjung bioskop Spiderman 3, wah, 
membludak, itupun karena studio 21 telah menurunkan harga menjadi 
rata-rata Rp 35,000 bahkan di Plaza EX.
>    
>   Bagaimana kita menyikapi hal ini?
>    
>   Para pengusaha semakin terdesak, terpojok, entrepreneur kecil-
kecilan sudah gulung tikar dari tahun lalu.  Sementara restoran 
besar mengalami desakan kontraksi pasar, industry makanan menjadi 
over supply.  Lihat saja counter Donuts, atau Bakery, kebanyakan 
sepi.  
>    
>   Pengusaha harus cepat berubah haluan, istilahnya back to basic.  
Kembali ke basic.  Kalau dulu handphone yang laku adalah model 
terbaru, harga Communicator 9500 dulu sempat harganya 15 juta, 
sekarang handphone yang asal bisa untuk menelepon, syukur-syukur 
dual band, ngirit, kalau perlu rekondisi.
>    
>   Di Bandung ada Babe, Barang bekas, tokonya masih ramai.  Kita 
harus siap dengan fenomena ini Babe, kalau perlu dibuat satu paket 
kebutuhan keluarga: pisang, beras, minyak, roti, susu, Indomie, 
biscuits, selai, sabun, shampoo, detergent, baju anak-anak, odol 
satu paket seperti parcel harganya Rp 20,000.  Dananya darimana?  
tidak mungkin menjual paket tersebut semurah itu, dananya darimana?  
Bisa dari sumbangan orang kaya, sedekah, zakat, perpuluhan, atau 
sumbangan tenaga pengemas.  paket dikemas oleh pekerja voluntir, 
iklan didukung oleh media secara sukarela.
>    
>   Kondisi negara kita seperti refugee.  Kita perlu memikirkan 
makanan bagi pengangguran, selama ini mereka ditanggung oleh 
keluarga.  Ibarat keluarga beranak 4, yang dua bekerja yang dua lagi 
mengantar jemput layaknya ojek.  Lambat-laun keluarga tidak lagi 
mampu mendukung beban beratnya biaya hidup.  Akhirnya sekarang 
banyak sekali pasangan pisah ranjang hanya karena tekanan ekonomi.
>    
>   Sudah banyak sepeda motor dijual, yang sudah lunas, dikredit 
kembali, tanah dijual murah, rumah dijual, untuk makan. Kalau dulu 
pengemis banyak yang pura-pura sekarang semua orang miskin beneran.
>    
>   Warung nasi Padang yang menjual ayam kare, rendang, perlu 
dirubah menjadi warung tegal yang menyediakan teri, tahu, dan telor 
balado.  Negara kita diberkati dengan sambal.  Hanya dengan sambal 
maka makanan terasa nikmat, walaupun harus hemat. 
>    
>   Kadang seperti di sebuah foodcourt di Mall, banyak sekali orang 
makan, makanan manado, makanan sunda, bebek goreng, tom yam seafood, 
namun pernahkah kita berpikir, beberapa orang tidak cukup memiliki 
uang untuk makan disana? sedangkan makanan dipajang secara terbuka.
>    
>   Di Jerman dan beberapa negara Eropa ada undang-uandang yang 
tidak menghukum pencuri makanan yang melakukan karena lapar, dan 
miskin.  Manusia kalau tidak diberi makan, apa disuruh mati saja?  
Bahkan salah satu peri kebinatangan adalah setiap binatang wajib 
diberi makan.
>    
>   Sekarang kalau melamar kerja masih untung mendapat penurunan 
gaji, karena bahkan perusahaan terbesarpun melakukan pengurangan 
karyawan, calon karyawan sudah tidak lagi menuntut Toyota Vios, atau 
Avanza, naik sepeda motor atau Busway pun cukup, asal anak-anak 
tidak putus sekolah.
>    
>   Uang pesangon PHK tahun lalu sudah habis, karena iklim investasi 
sungguh memburuk.  Bila anda Manajer Senior, lakukanlah yang 
terbaik, bukan karena mengejar gaji anda, lakukanlah untuk menolong 
menyelamatkan karyawan dari pengangguran.
>    
>   Pemerintah perlu memikirkan pengangguran ini, bila tidak maka 
bukan masalah demo buruh yang ditakutkan, namun demo pengangguran.  
Taksi di pool-pool banyak yang menganggur, apakah tidak cukup 
sopir?  masalahnya sopir banyak, namun penumpang kurang, sehingga 
banyak sopir taksi kerja rodi, keliling seharian hanya impas untuk 
biaya bensin.
>    
>   Acara  TV seperti Deal or No Deal, Who want to be millionaire, 
Super Deal 2 Milyar perlu dihentikan, sungguh menyakitkan melihat 
uang Rp 150 juta diberikan begitu saja kepada kontestan.  sungguh 
menyakitkan.
>    
>   Polisi sekarang kalau mau menilang harus ngotot-ngototan karena 
sopir pun taidak punya uang, sehingga beberapa Polisi terpaksa 
menutupi mukanya dengan helm dan menutupi nama di dadanya dengan 
penutup saku yang diganjal HT.
>    
>   Pemerintah perlu melakukan crash program seperti karang taruna, 
atau organisasi pemuda mungkin tanpa gaji, namun paling tidak 
disediakan makanan dan kesibukan.  Saat ini para pengangguran sudah 
tidak lagi mencari uang, namun mereka sudah mencari harga diri yang 
semakin lama semakin menipis....
>    
>   Bila hidup tidak dihargai, maka orang akan mencari mati.
>    
>   salam,
>   GG
>     
> ---------------------------------
>   Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not 
web links. 
>   
> 
> 
> 
>   
> ---------------------------------
>   Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from 
someone who knows.
> Yahoo! Answers - Check it out.   
> 
>          
> 
>        
> ---------------------------------
> Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone 
who knows.
> Yahoo! Answers - Check it out.
>


Kirim email ke