--- Lisman Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Atau kita tunggu digempur dunia karena dikatain brutal terhadap kebebasan beragama? Kita musti belajar bagaimana Afghan dituding berbahaya bagi peradaban ketika mereka membom patung Budha beberapa saat sebelum afghan dijadikan kawasan uji-coba senjata-senjata canggih. Nah, apakah kita belum ngerti bahwa hal-hal demikian ini selalu mudah dijadikan alasan pemerintah adidaya (yang juga dibiayai oleh lobby bisnis industri senjata) untuk mengakali rakyatnya, agar dapat ijin masuk-paksa ke negeri-negeri rentan seperti Afghan dan Irak. Padahal, apa yang terjadi di Irak mestinya membuat kita berhati-hati: Kata koran minyak Irak yang demikian banyaknya itu kini hilang. Kata koran pula minyak itu dibakari kaum pemberontak. Begitu banyak? Mosyook iya sih? Kita orang musti tahu bahwa setiap kekuatan super power akan dipengaruhi dorongan (dorongan seks ngkali?) untuk menguji kegagahannya. Neh, kita orang musti tahu jangan kitalah yang digagahi itu hanya karena alasan cengeng yang kemudian berubah jadi dahsyat. Mungkin khan? > > > > ____________________________________________________________________________________You > snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck > in the all-new Yahoo! Mail Beta. > http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_html.html > ____________________________________________________________________________________Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7
