saya melihat dalam kunjungan saya ke negara mayoritas muslim yaitu di Alanya 
Turki, di sana malah saya lihat wanita2 Turki jarang sekali yang memakai 
Jilbab, dan juga Ratu Rania dari Jordania, juga tidak menggunakan Jilbab
  (padahal itu sudah jelas2 seorang Ratu di negara arab yg berlatar belakang 
Islam,dan boleh dibilang seorang public figure bangsa!), jadi saya berfikir 
lagi..kalau di wajibkan, itu di wajibkan oleh manusia atau Tuhan ? nah anda 
sendiri bilang Allah sendiri tidak ada untung ruginya dengan pilihan para 
wanita yang memakai atau tidak ?
  berarti kan Allah sendiri tidak mempermasalahkan bukan ?
  dan saya juga merasa aneh anda mencantumkan 
  " Demikian, semoga berjilbab menjadi awal bagi kita untuk melangkah lebih 
baik bagi diri dan bangsa ini" 
  emangnya Indonesia negara Islam apa ? Indonesia bukannya negara Agama yg 
BERAGAM jd apa sangkut pautnya dengan BANGSA?
  waduh (Maaf) Jangan terlalu berfikir fanatisme deh, malah jadi yg terlihat 
hanya hitam atau putih tanpa beragam Warna
   
  

Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Dear mbak Adiati,
  
  Jilbab adalah Kewajiban bagi muslimah yang beriman dengan ajaran sucinya. 
Adapun memenuhi kewajiban tersebut tentunya adalah pilihan bagi setiap muslimah 
tersebut, sementara Allah tidak merasa diuntungkan atau dirugikan sama sekali 
dengan pilihan dari muslimah tersebut, dan Allah pun telah mempersiapkan 
balasan dari masing-masing pilihan tersebut.
  Jadi memang ini adalah pilihan an sich dari setiap muslimah yang beriman, dan 
sebagai konsekuensi dari keimanannya. Karena Islam tidak menganut pemaksaan 
dalam beragama, semuanya dikembalikan kepada pribadinya, justeru Islam telah 
mengajarkan kedewasaan sejak dini dengan meyadarkan konsekuensi dari setiap 
pilihan yang dibuat.
  
  Tentang mengapa yang berjilbab banyak yang tidak sesuai dengan jilbabnya, 
saya memandang ini adalah tabiat manusia umum, dan bukan menjadi justifikasi 
kepada mereka yang selalu mengatakan, “Saya belum siap untuk berjilbab, karena 
saya masih xxx.” Karena parameter kesiapan itu amat abstrak, sementara dapat 
dibayangkan, setiap detik waktunya dalam proses menuju kesiapan tersebut penuh 
dengan dosa-dosa yang semakin bertumpuk (tentunya bagi yang meyakininya).
  
  Jilbab tetap menjadi wajib, tanpa melihat tempat dan waktu tertentu kecuali 
yang memang telah diatur untuk dibolehkan. Dalam kasus berenang misalkan, 
sejauh pengamatan saya, ini bukan masalah besar bagi mereka yang merasa tenang 
dengan menyempurnakan agama mereka dengan berjilbab, karena mereka bisa :
  -          Berenang di kolam khusus wanita atau kolam dengan jam khusus 
wanita yang saat ini sudah semakin menjamur keberadaannya
  -          Menggunakan pakaian khusus wanita berjilbab sebagaimana desain 
seorang perancang dari luar negeri yang mbak bisa lihat di situs 
www.dunia-jilbab.blogspot.com
  
  Demikian, semoga berjilbab menjadi awal bagi kita untuk melangkah lebih baik 
bagi diri dan bangsa ini, khususnya bagi kalangan muslimah sejati.
  
  Wassalam,
  --wqs
  

Kirim email ke