makin lama bangsa kita makin tidak memiliki kesadaran Respect..respect bukan
hanya untuk agama masing2 tapi juga untuk keragaman agama lain kalau merasa
agama kita adalah agama yg pantas di hargai ya hargai juga dong agama lain!
apa merasa agama kita sendiri yang paling baik dan suci ?
siapa kita ? Tuhan ?
Kita aja masih banyak nggak benernya kok dalam kehidupan,perilaku sehari
hari..
beginilah kalau kefanatikan lebih menguasai pikiran daripada logika!
jadi kayak pakai kaca mata kuda ! kanan kiri nggak kelihatan yang kelihatan
cuman kedepan apa yg mau diliat sendiri! Egois!
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau saya tidak keliru katanya sesuai wahju Tuhan antara lain
dikatakan : "Jika dua atau tiga orang berkumpul dalam namaku, maka Aku berada
ditengah-tengah mereka". [Bagi yang pandai agama dan tahu ayatnya yang benar,
dipersilahkan mengkoreksi]. Karena tempat tidak disebutkan maka mereka anggap
dimana saja bisa berdoa dan memuja Tuhan.
Apa yang terjadi diberbagai pelosok Indonesia terhadap kaum Nasrani,
menunjukan bahwa penguasa negara Indonesia sekalipun mendengungkan ber
PancaSila etc tetapi pada kenyataannya memberikan gambaran yang bertentangan.
Sebagai contoh ialah pada Musyawarah Nasional MUI dua tahun lalu dimana
Presiden SBY berpidato pada pembukaannya dan wapres Kalla memberikakan kata
sambutan pada penunutupannya. Musyawah tsb mengeluarkan Fatwa kepada kaum
Muslimin Indonesia untuk tidak boleh memberi salam kepada kaum Nasrani yang
merayakan Hari Natal dan Tahun Baru. Jadi pikir sendiri apa yang terkandung
dibalik fatwa tsb dan implikasinya dalam politik negara terhadap kaum
minoritas. Hari ini kaum nasrani, besok lusa, Hindu, Buddha dsb. Bagi
kafir-kafir sudah diberi pelajaran pada tahun 1965.
----- Original Message -----
From: anang yb
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 22, 2007 8:34 AM
Subject: [mediacare] Re: Warga Bubarkan Tempat Peribadatan
Apakah orang kristen memang suka beribadah di ruko atau mal?
Sepertinya tidak. Andai dibolehkan, tentu mereka ingin beribadah seperti
layaknya di film dan sinetron-sinetron. Bernyanyi dan berdoa di bawah kubah nan
megah, tak perlu berpeluh dan berdesak-desakan di ruko seukuran 6 x 10
meter....
tapi berhubung mereka sekadar warga pelengkap, so jangan terlalu banyak mimpi
untuk memiliki tempat ibadah. Sepuluh tahun pun waktu yang terlalu pendek untuk
menunggu ijin pendirian tempat ibadah. Alih-alih tempat ibadah, di ruko pun
mereka disorot dan dimintai ijin...
--
Salam,
Anang, yb
www.JejakGeografer.com
---------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.7.6/814 - Release Date: 5/21/2007 2:01 PM
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.