On Tue, 22 May 2007 22:40:42 +0700, debbie sumual  
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Untuk Mbak Debbie, saya rasa jawaban Mas Wido mengenai seragam biarawati  
ini, merupakan reaksi atas analogi dari anggota milis lainnya mengenai  
jilbab (silahkan liat postingannya Mas Dimas), sudah sangat jelas berbeda  
ensensi antara perempuan Islam menggunakan pakaian yang menutup aurat  
(sengaja saya menggunakan istilah ini, karena suka ada yang  
mempelesetkannya dengan burkha), bagi perempuan yang memilih untuk  
menggunakan pakaian penutup aurat mereka mempercayai ini adalah perintah  
dari Tuhan nya, jadi bukan seragam lho, sehingga tidak dapat disamakan  
dengan biarawati dengan kerudungnya atau anak SD dengan seragam merah  
putihnya.  Mungkin ini yang perlu dipahami oleh sebagian dari member di  
milis ini, yang menyamakan jilbab dengan pakaian lainnya meskipun itu  
sama-sama tertutup (kalau di kutub mah, menggunakan jilbab saja tidak  
cukup, ya harus pake mantel lah, mau beku apa ?)

Tapi saya setuju dengan member yang mengatakan, kalau memang di negeri  
tetangga ada larangan utk melakukan beberapa aktifitas utk yang berjilbab,  
ya udah saja cari kegiatan lain yang lebih memungkinkan utk bebas  
beraktifitas tanpa mengorbankan keyakinnannya.



Firman


> FYI aja untuk Wido,
>  Kerudung biarawati Katolik itu bukan seperti jilbabnya perempuan  
> muslim. Tidak ada aturan rambut gak boleh kelihatan total, karena  
> biarawati itu tetap kelihatan kokmbutnya, bahkan poninya. Emang  
> tujuannya bukan nutupin rambut karena rambut tidak dianggap sebagai hal  
> yang memancing napsu lantas menimbulkan dosa.
>  Dari jaman dulu sampai sekarang, seragam biarawati itu mengalami  
> perkembangan. Dan baju biarawati yg di Eropa tentu beda sama kita yang  
> tinggal di negara tropis. Ini menjawab juga menjawab mengapa roknya  
> hanya selutut. Emang itu panjang rok yang masuk akal sih. Panas bok!
>  Dan pertanyaan Anda: mengapa hanya pelayan gereja (biarawati) yang  
> memakai kerudung... bagaikan bertanya mengapa hanya anak SD yang pakai  
> kemeja putih dan celana pendek merah. YA KARENA ITU SERAGAMNYA!
>  Tambahan FYI, again, seragam biarawati itu bisa dilepas-pakai kapan  
> saja, tergantung sikon. Saya punya saudara suster yang kalau lagi acara  
> keluarga atau acara off duty lainnya tampil preman alias pakai blus dan  
> celana panjang. Makanya, pikirannya musti terbuka, Wido. Ini bukan baju  
> muslim yang banyak aturan dan sanksi sosialnya.



Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

====================
Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke