Dear Hafsah, saya pahami pandangan anda tentang islam, akan tetapi untuk masalah israel ini saya rasa anda juga mesti fair dan tidak bisa membawa2 umat islam sebagai faktor pengacau...
Negara israel sama munafiknya dengan negara2 kafir lainnya ketika mereka merasa lebih kuat dari negara lainnya. Alasan mengamankan Bangsa dan Negara adalah sama buruknya dengan ideologi agama untuk tidak menghormati hak hidup dan keragaman Alasan mengamankan Bangsa dan Negara tidak serta merta meng-amin-i pembunuhan biadab terhadap penduduk sipil pepeperangan memang tidak bisa membatasi korbannya harus siapa, akan tetapi suatu negara yang dibekali kemajuan teknologi yang lebih maju. mempunyai tanggung jawab lebih baik dalam mengurangi korban sipil dari peperangan. terima kasih wirajhana ----- Original Message ---- From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 23, 2007 2:11:10 AM Subject: [mediacare] Kewajiban Negara Israel Mengamankan Bangsa dan Negaranya Setiap negara memiliki batas wilayah yang diakui UN yang menjamin dan mendukung atas keutuhan wilayahnya tsb. Pertikaian garis batas wilayah harus diselesaikan melalui dialog yang kemudian disepakati dalam sebuah perjanjian yang ditanda tangani dan harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat. Pelanggaran atau penyangkalan perjanjian yang sudah sama2 disetujui tidak mungkin untuk mendapatkan dukungan semua negara didunia yang menjadi anggauta UN. Wajar saja, nasib negara yang melanggar perjanjian yang ditanda tanganinya sendiri akan membawa malapetaka bagi negara ybs itu sendiri dan semua negara didunia akan menghindari dari urusan yang dihadapi oleh sipelanggar ybs. Hal inilah yang harus dipahami dengan jelas oleh setiap umat Islam yang masih saja mendukung pembentukan negara Palestina sementara pemimpin2 negara baru ini malah menghancurkannya sendiri melalui pelanggaran2 yang disengaja ini. Kita tak perlu mendukung pembentukan negara yang melanggar janjinya sendiri. Sama halnya kita tak boleh mendukung pembentukan negara yang didirikan dengan azas untuk menghancurkan negara dan bangsa lainnya. > <musliminsuffered@ gmail.com> wrote: > Ramallah - Ma'an - Palestinian information minister, > Dr Mustafa Barghouthi, has issued a statement on > Monday deeming Israel's incursions in the Gaza Strip > "war crimes" against innocent civilians and has said > that this cannot be ignored. Jalur Gaza itu adalah wilayah Israel yang diberikan kepada PLO untuk mendirikan negara baru Palestina dengan persyaratan2 yang disetujui dan ditanda tangani kedua belah pihak pada perjanjian Camp David yang disaksikan oleh semua kepala negara didunia, termasuk semua kelima negara pemegang hak veto memberikan jaminan dan mendukung perjanjian perdamaian ini sebagai penyelesaian menyeluruh. Tetapi akibat adanya pelanggaran perjanjian Camp David oleh penguasa baru di Palestina yang mendadak menolak mengakui negara Israel, menolak hidup damai berdampingan, dan bersumpah untuk memusnahkan bangsa Israel dari muka bumi sejalan dengan ketentuan AlQuran yang diyakininya, maka tanpa perlu pernyataan apapun, secara otomatis, jalur Gaza kembali menjadi wilayah Israel dan rencana mendirikan negara Palestina juga otomatis batal tanpa perlu diumumkan lagi. Lebih daripada itu, negara baru yang belum berdiri ini kehilangan haknya untuk menjadi anggauta UN. Demikianlah, tak ada yang perlu disesalkan selain menyesalkan pelanggaran2 itu sendiri. Hak untuk menentukan nasib sendiri bukan berada ditangan Israel, melainkan berada ditangan pemimpin2 negara baru ini yang resmi bertanggung jawab atas keputusan2nya yang membatalkan perjanjian damai Camp David ini. Tindakan apapun yang dilakukan negara Israel dalam mengamankan negara dan bangsanya, sepenuhnya diakui, dan dihormati oleh seluruh anggauta2 UN, termasuk tentunya hak membela diri dari ancaman Islam dan Allahnya yang bertekad memusnahkan semua bangsa Yahudi dari muka bumi ini. Lalu bantuan apa yang anda harapkan dari negara lain kalo negara yang baru berdiri ini begitu korupnya menyelewengkan bantuan untuk digunakan membiayai teror2 menghancurkan Israel dimana seluruh negara2 didunia yang bersedia memberikan bantuan bukan untuk mereka berperang tetapi untuk hidup damai berdampingan? ?? Biarkanlah Israel melakukan pengamanan yang dianggapnya perlu diwilayah mereka sendiri seperti jalur Gaza ini, warga Arab Palestina memang bukan tempatnya untuk tinggal disana membangun pusat teror untuk memusnahkan bangsa Yahudi dan menghilangkan negara Israel dipeta bumi. Israel bersedia hidup berdampingan dengan negara baru Palestina, namun pemerintah baru Palestina menolak hidup berdampingan karena diharamkan oleh Allah. Siapa yang mau anda salahkan??? Warga Palestina yang Islam menganggap kewajiban Allah lebih penting dari perjanjian buatan manusia. Sebaliknya, negara Israel menganggap perjanjian Camp David lebih penting untuk menegakkan perdamaian. Israel pada hakekatnya tidak pernah memaksakan perjanjian Camp David, sebaliknya tidak mau dipaksa untuk mematuhi perintah Allah lewat AlQuran untuk memusnahkan diri mereka. Demikianlah, kenyataannya, perjanjian Camp David sebelumnya telah disetujui oleh kedua belah pihak tapi dilanggar secara sepihak oleh Arab Palestina untuk dibatalkan. Berbeda dengan Syariah Allah, belum pernah pihak Israel menyepakati isi Syariah itu, dan tidak akan pernah membiarkan Syariah Islam ini tegak dinegaranya demi mempertahankan eksistensi bangsa itu sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati. ____________________________________________________________________________________Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games. http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow
