Dear Irwan K, Mengirim SMS dgn sender 222 ke B# (dalam hal ini Pak David) bisa dilakukan dari SMSC operator mana saja. Sehingga dalam hal ini belum tentu pengirim dari pihak Telkomsel. Bisa saja pengirim menggunakan fasilitas SMS dari luar negeri atau dia memiliki akses ke SMSC salah satu operator.
Satun-satunya cara untuk menghadapi ini adalah langsung tanyakan ke CS operator ybs apakah informasi ini benar atau tidak. Setahu saya, jika dilengkapi dengan bukti-bukti yang ada suatu nomor HP bisa kok di blokir. On 5/22/07, IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya bukan orang Telkomsel (TKS), tapi AFAIK, bisa saja pengirim sms itu menggunakan apa yang disebut 'sms masking'.. Jadi, dia menggunakan angka 222 sebagai 'sender' waktu mengirim sms & diterima/dibaca pelanggan/ 'receiver' - dalam hal ini si David. Kata kuncinya memang, nomor kontak provider resmi gak mungkin berupa nomor private (0813xxxx). Pola ini kan cuma modus baru (tapi polanya sama) dari sms/telepon soal undian berhadiah dan keharusan menyetorkan uang. Memang menyebalkan kalau service provider kurang memikirkan dampak terhadap potensi kerugian yang bisa muncul bagi pelanggan. Apalagi kalau alasannya lebih pada ketakutan kehilangan pelanggan yang berniat jahat (mengharapkan ada orang/korban tertipu).. :-( Lagi" publik/konsumen di negeri ini memang lemah.. Ada yang mau/bisa bantu memperkuat posisi kita sebagai konsumen? CMIIW.. Wassalam, Irwan.K
