Ok sy minta maaf rekan ade poe1 ttg kata yg gunakan "polusi suara" tp terus terang sy heran dgn sekelompok kaum muslim yg selalu mengatakan dengan adanya gereja di lingkungan mrk membuat jadi ribut,nah lalu sy tanya balik pd anda..lbh ribut mana ibadah di gereja dgn ibadah di masjid ?di sini kami ditekankan terus utk bertoleransi dgn umat muslim walaupun kami terganggu tiap hari mendengar azan tp di tempat lain tdk ada toleransi sama sekali bagi umat kristen yg dilakukan oleh sekelompok umat muslim..sy tinggal dekat dgn masjid dan sangat terganggu tp demi toleransi maka warga di lingkungan kami tdk ada yg protes pdhal masjid tsb berada di lingkungan yg mayoritas non muslim.. salam buat anda sekeluarga -----Original Mail----- From: ade poe1 Sent: Wednesday, 23rd May 2007 3:30 pm To: [email protected] Subject: Re: [mediacare] Re:Warga Bubarkan Tempat Peribadatan
Saudara STEAL HEARTH, pendapat saudara yang mengatakan adzan itu membuat polusi suara sangat menyakitkan muslim....Anda perlu hati2 dengan kata2 di setiap komentar Anda...Apakah Anda punya bukti atau penelitian, kalau ada orang yang habis mendengar Adzan gendang telinganya langsung pecah, atau langsung tuli permanen...Atau justru ini karena pendapat pribadi Anda saja yang terlalu emosi belaka.... Justru yang saya dengar, banyak muslim yang sadar (tobat) kok setelah mendengar Adzan....Sekedar informasi buat Anda, adzan bukan sekedar bentuk 'terikan' dari muadzin (orang yang adzan) yang tidak bermakna....Itu merupakan panggilan Alloh SWT, kepada setiap muslim untuk beribadah kepada-Nya, untuk menghadap rabb-Nya (Tuhan-Nya).... So far, saya belum pernah membaca atau mendengar berita (TV, Koran, Radio, Internet) yang mengatakan bahwa adzan membuat kuping warga Indonesia Rusak (tuli)...Hati2 dengan komentar saudara. Pendapat saudara sangat menyakitkan hati muslim.... give our command wisely.... terima kasih....... ----- Original Message ---- From: STEAL HEART <[EMAIL PROTECTED]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Wednesday, May 23, 2007 11:33:15 AM Subject: Re: [mediacare] Re:Warga Bubarkan Tempat Peribadatan Padahal kalo umat islam mau jumatan sendiri ga taat lalu lintas,naik motor tdk pake helm dgn alasan lg pakai kopiah..blm lg kalo sholat berisik dgn allahu akbarnya yg disambung ke speaker TOA agar orang2 satu RW tahu kalo mrk lg sembahyang.. umat islam dgn sholat2nya dari subuh ampe magrib cuma buat Polusi Suara aja..hbsnya Allahu akbarnya jauh sih di Arab sana,jd perlu teriak2 sambil mengharapkan agar Allahu Akbarnya dengar doa2 mrk.. -----Original Mail----- From: ferry irawan Sent: Tuesday, 22nd May 2007 11:27 am To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Subject: [mediacare] Re:Warga Bubarkan Tempat Peribadatan "Kita hindarkan perbuatan seperti itu, apalagi di sini kita membela agama Islam, makanya kita pilih jalan damai saja," tutur Gajali. Tanya dunks.. umat islam kalau membela agamanya , caranya dengan mengusik ketenangan ibadah agama lain? apa pengaruhnya dengan umat Kristiani yg beribadah di dalam gedung? 1. suara nggk keluar dan berisik.. 2. gangguan terhadap masyarakat umum juga tidak ada krena dilakukan diruangan tertutup. jadi kenapa uamt islam di kota ini repot2 bikin rusuh ya..? Warga Bubarkan Tempat Peribadatan BANJARMASIN, BPOST - Puluhan warga Muslim di kawasan Jalan Brigjen H Hasan Basri Kayutangi Ujung, Banjarmasin Utara, Sabtu (19/5) pukul 11.00 Wita mendatangi kantor eks Tanjung Selatan (TS) untuk membubarkan warga Nasrani yang tengah khusuk melakukan peribadatan. Ratusan warga tersebut berusaha masuk ke dalam gedung, namun dihadang oleh sejumlah petugas termasuk aparat kepolisian Polsekta Banjarmasin Utara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Perundingan pun dilakukan, setelah sebelumnya sempat saling ngotot. Umat Nasrani menyatakan berhak melaksanakan ibadahnya di tempat tersebut. Perwakilan warga Muslim di Kayutangi, Gajali ditemani Ketua RT setempat yang terhimpun dalam pengurus Mesjid di Kayutangi akhirnya menemui tokoh umat Nasrani, Drs Y Idum. Dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati, umat Nasrani tidak lagi menggunakan kantor eks TS untuk kegiatan kebaktian dan peribadatan. Apabila di kemudian hari kembali terulang, Idum menyatakan bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku dan kantor tersebut siap disegel dan ditutup. Gajali mengungkapkan, sudah sejak tahun 2005 lalu tempat tersebut dijadikan sebagai tempat peribadatan umat Nasrani. Warga setempat sudah beberapa kali mengingatkan dan bahkan sudah pernah dilakukan pertemuan, termasuk dengan pihak kepolisian. "Tapi mereka tidak pernah mau mendengar, dan masih saja menggunakan tempat tersebut sebagai tempat ibadah mereka," ujarnya. Masih menurut Gajali, masalah ini pernah dibawa ke Wali Kota Banjarmasin, namun tidak pernah ada tanggapan. "Kita sudah hilang kesabaran, makanya kita datangi dan minta secara langsung agar tidak lagi dipergunakan, " terangnya. Menurutnya, warga memilih melakukan perundingan dan menghindari perbuatan anarki dalam menyelesaikan masalah tersebut. "Kita hindarkan perbuatan seperti itu, apalagi di sini kita membela agama Islam, makanya kita pilih jalan damai saja," tutur Gajali. Dikatakannya, kalau di kemudian hari mereka tetap beribadah di bekas kantor TS tersebut, warga akan menurunkan massa lebih besar lagi. dua Back to top ------------ --------- --------- --- Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. ____________________________________________________________________________________ It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
