23 Mei, 87 tahun yang lalu, telah terjadi sebuah kelahiran yang sangat
bersejarah. Dari organisasi kiri bernama Indische Sociaal Demokratische
Vereeniging (ISDV) yang dipimpin Semaun dan Sneevliet, berubah nama menjadi
Partai Komunis Indonesia (PKI), yang juga dibawah komando Semaun.
ISDV sendiri lahir pada tahun 1914 di Semarang, setelah sebelumnya bernama
Indische Partij (IP) yang lahir tahun 1912 dan dipimpin oleh Douwes Dekker,
Tjipto Mangunkusumo, dll.
IP adalah satu dari tiga organisasi mula di wilayah nusantara. Dua lainnya
adalah Boedi Oetomo yang dipimpin oleh Soetomo, dll, dan berdiri tahun 1908,
serta Sarekat Islam yang dipimpin Agus Salim, dll, di tahun 1912.
Dari sini kelihatan, kekuatan Nasakom inhern dalam sejarah. Namun, pada waktu
itu, yang pertama kali dilarang oleh penjajah Belanda adalah IP, yakni tahun
1913. Sedangkan setelah kemerdekaan, tahun 1945, yang pertama kali diberangus
adalah kaum Islam, seperti DI TII, Masjumi.
Lalu drama berlanjut. Di jaman Jendral Suharto, tahun 1966, golongan komunis
yang dieliminir.
Jika sejarah seperti bola, kapan giliran kaum nasionalis yang dihantam? Atau,
siapa yang akan menikamnya? Jika kaum komunis sudah tak ada, maka siapa lagi...
Ya, siapa lagi kalau bukan yang belakangan selalu mendesakkan syariat Islam
sebagai garis tegas negeri ini.
Salam,
Iqbal
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.