catatan tambahan, Mengapa tidak semua wanita katolik itu berjilbab (berkerudung)?Perlu diketahui menjalani hidup selibat sebagai biarawati adalah sebuah pilihan hidup seseorang. Dalam bahasa religius, menjadi suster itu merupakan sebuah panggilan. Untuk menjalani panggilan ini, perlu ada identifikasi dan kekhasan, termasuk salah satunya dalam model atau bentuk pakaian. Ketika seorang wanita katolik memilih hidup sebagai suster, konsekuensinya adalah dia siap memerima identifikasi dan kekhasan hidup yang harus dijalaninya itu.
Kalau kita mau tilik lebih dalam, kerudung itu bukan hanya seragam, tetapi lebih dari itu, yakni sebuah tanggungjawab yang harus dipikul dan dijalani oleh seorang suster yang memilih hidup selibat, melaksanakan misi menjadi pewarta khusus sabda Tuhan. Setiap wanita katolik bisa saja memakai kerudung. Tetapi pertanyaanya, apakah ia bisa memikul tanggungjawab yang dibebankan kepadanya? Dalam iman Kristiani, ada pandangan bahwa setiap orang memiliki panggilan yang berbeda. Ada yang menjadi suster, pastor, hidup berkeluarga, dan seterusnya. Ketika seseorang memilih salah satu dari panggilan ini, maka tuntutannya, dia harus menjalaninya secara bertanggungjawab. Dan panggilan ini merupakan sebuah pilihan bebas setiap orang. Bantuk-bentuk panggilan ini sah dan suci di hadapan Tuhan. Ketika seorang wanita katolik itu memilih hidup berkeluarga, maka kekhasan hidup berkeluarga itulah yang harus dijalaninya. Demikian halnya dengan suster atau pastor. Seseorang dinyatakan berkenan dihadapan Tuhan justru bila ia menjalani panggilan hidup yang dipilihnya itu secara sungguh-sungguh dan benar. Jadi, kerudung itu sebuah tanggunjawab dan konsekuansi dari sebuah pilihan hidup. Demikian tambahan dari saya sebagai seorang Katolik. > ----- Original Message ----- > From: ade poe1 > To: [email protected] > Sent: Wednesday, May 23, 2007 1:08 AM > Subject: Re: [mediacare] Cuma suster gereja yang berjilbab, tapi roknya pendek - tambahan > > > > Menaggapi pendapat Debbie Sumul yang mengatakan baju muslimah (jilbab) terlalu banyak aturan dan sanksi sosial dibanding jilbab suster yang bisa dicopot kapanpun...maaf, terus terang dalam konteks Islam, itu bukan berarti muslimah tidak boleh berpikiran maju dan berkembang. Banyak kok muslimah (berjilbab rapat) yang aktif, gaul dengan orang lain dan berolah raga (termasuk berenang)...Yang perlu Anda perhatikan, justru saya melihat itu sebagai bentuk konsisten (dalam Islam disebut Istiqomah/kontinue & sungguh-sungguh). Belajar agama itu bukan main-main. Ketika seorang muslim yakin dengan syahadatnya, ada konsekuensi lisan dan perbuatan yang akan ia pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Beberapa ayat Qur'an mewajibkan muslimah untuk berjilbab. Ketika muslimah berjilbab, bukan berarti dia seenaknya dengan keputusannya itu....So, saya bukan melihat itu sebagai penghambat karena terlalu banyak aturan, justru saya melihat itu sebagai konsisten... > > > saya mau tanya, kenapa kok tidak semua wanita kristen bisa berjilbab (ala suster gereja)tersebut....kenapa kok harus ada aturan 'seleksi' massa2 pengumulan, penggemblengan, pendidikan, dsb....Seakan-akan ada dikotomi.... > > > Padahal setahu saya, semua orang berhak untuk 'berlomba-lomba' beramal kebaikan untuk akhirat nanti. Agama termasuk HAM kan...Kalau ada pembatasan seperti itu, kasihan sekali orang-orang biasa yang tidak mengalami seleksi itu. Padahal bisa jadi dia bisa sama konsisten (atau bahkan lebih) menjalankan agama, dibandingkan suster2 yang diberi kesempatan itu....Terus terang, maaf bukan bermaksud untuk membuat perselisihan (perbedaan), sekedar sharing...dalam konteks muslim, setiap muslim bebas 'berlomba-lomba' beramal. Tidak ada batasan jabatan dan status. Bisa jadi seorang yang sederhana (bukan dari golongan tertentu misalnya) bisa saja mendapatkan balasan syurga sebanding dengan ustad atau ustadzah. Muslimah lain bebas mengenakan jilbab tanpa adanya pembatasan dia harus beberapa bulan atau beberapa tahun aktif di lembaga dakwah atau dikarantina di suatu masjid atau tempat ibadah. Alloh SWT hanya melihat tingkat ketakwaan muslim saja, bukan jabatan (pangkat) dia. > > > > bahkan pernah dalam kisah, banyak muslim yang mendapatkan syurga karena keikhlasan dia beribadah, sebaliknya muslim lain yang dianggap taat ibadah justru tidak mendapatkan balasan syurga karena dia tidak ikhlas beribadah.... > > > > terus terang saya masih harus banyak belajar...Mohon maaf kalo saya khilaf (salah).... > > > > Maaf bukannya membuat perbedaan, sekedar sharing aja..... > > > > terima kasih....
