SAMPOERNA THEATER FOR LIFE: 100 MENIT MONOLOG PUTU
WIJAYA JAKARTA – BANDUNG-SURABAYA - BOGOR

Nama Putu Wijaya dalam percaturan sastra drama
Indonesia memang sudah tidak asing lagi, sehingga Putu
Wijaya yang syarat akan kekuatan penampilan dalam
akting dan teaternya, sering kali di tunggu khalayak.
Kali ini Putu Wijaya akan tampil yang kedua di Bandung
pada 29 Mei 2007 di Universitas Parahyangan (UNPAR)
Jl. Ciumbuleuit  94 Bandung. 
Sebelumnya  Penampilan Putu Wijaya, yang pertama di
mulai 30 April 2007 di FIB UI, dengan kepiawaiannya
dan penampilannya yang prima Putu Wijaya telah
membuktikan diri selama 100 menit memainkan 6 naskah
yang ditulisnya sendiri dan dimainkan dengan penuh
kesubliman akting, daya ingat  tinggi, dan daya pikat
yang kuat.  

Dalam  program Sampoerna Theater for  Life Tour yang
mengusung 100 MENIT Monolog PUTU WIJAYA ini merupakan
sebuah sajian pertunjukan yang diusung keempat kampus
ternama di Indonesia.

Yang patut di catat selain dalam setiap penampilannya
Putu Wijaya, sangat prima dengan atingnya selama 100
menit tanpa ada turun minum alias istirahat-- seperti
laiknya pemain sepak bola yang memainkan 2x 45 menit
yang hanya berjumlah 90 menit -- Putu lebih tangguh,
ia bertahan dengan stamina yang kuat dan memainkan
sejumlah karakter yang mempesona dengan monolognya.

Dalam Sampoerna Theater for Life Tour D’Campus ini
Putu Wijaya juga disetiap kampus memberikan diskusi
dan workshop yang di bantu tim Taater Mandiri yang
dipimpinnya.  Selain itu diskusi Putu membahas secara
dalam tentang  sastra, dunai penulisan, sampai pada
dunia teater dan perkembangannya saat ini.

Dalam workshop Putu memberikan pola baru dalam
implementasi akting bagaimana cara tampil di publik,
dengan metoda edukasi teater yang diimplementasikan di
kehidupan sehari-hari, maupun dalam presentasi dan
cara tampil seseorang.

Putu adalah aktor yang kuat. Kecerdasan dia bertutur
sangat teratur dan cerdas, sentilan kritik yang
cerdik, pola humor intelektual  tinggi. Pun demikian
di dalam Sampoerna Theater for Life - 100 Menit
Monolog  PUTU WIJAYA menampilan Putu telah menyihir
penonton dengan 6 lakon monolog yang ia bawakan dan ia
tulis sendiri serta dimainkan sangat tajam daya pukau,
dan ini dipastikan secara perjalanan sejarah monolog
di tanah Air ini adalah yang pertama dilakukan oleh
dramawan Indonesia, dengan membawakan lebih dari 6
naskah monolog yang ditulis sendiri, yang bercerita
tentang, keadilan, kebenaran, kesetaraan, hak-azasi,
nasib perempuan, kepemimpinan, moralitas, berbagai
ketimpangan sosial, dll.
“Monolog bukan lagi ocehan satu orang yang memaksa dan
menyiksa pendengar hanya sebagai penonton, tetapi
sebuah tontonan yang menampung berbagai suara," ujar
Putu Wijaya.  Menurut Putu, seratus menit memang
terlalu pendek untuk dapat menyerap, menyimak dan
mendapatkan kesimpulan.  “Tetapi seratus menit merapat
menjadi satu kepalan yang  sama rasa, akan menjadi
sebuah langkah yang handal untuk perjalanan panjang
yang mungkin tak ada ujungnya, “tegasnya.

Lawatan 100 Menit Monolog Putu Wijaya ini juga
merupakan program ulang tahun Teater Mandiri ke 36
tahun, sementara event  yang sepenuhnya dikelola oleh
Padhiputih Communications yang didukung ini didukung
oleh PT HM Sampoerna Tbk. melalui program Sampoerna
untuk Pendidikan, bekerjasama dengan empat kampus
yaitu, Universitas Indonesia (FIB), Universitas
Parhyangan (Bandung), Universitas PETRA Surabaya akan
berlangsung pada 9 Juni 2007, dan IPB akan berlangsung
30 Juni 2007.

Pilihan ini juga menjadikan Putu, bahwa kampus dengan
para mahasiswa penghuninya, adalah jantung dari proses
perubahan sosial-budaya yang memiliki potensi
mendorong transformasi budaya menjadi kenyataan.

"Berdialog dengan para mahasiswa adalah sebuah
kewajiban dan sekaligus hak, untuk membuat seluruh
tindakan tertata, terarah dan terkendali dengan tepat.
Maka dilaksanakanlah perjalanan ini," tambahnya.

Ini sebuah pertiwa penting dalam perjalanan teater
tour D Campus yang diharapkan dari pertemuan ini
adalah kembalinya persaudaraan, saling menghargai,
karena batas yang meyekat-nyekat, baik bernama usia,
generasi, golongan, suku,  bahkan idiologi dan agama,
tak harus mengakibatkan permusuhan yang menghancurkan
kenyamanan.

"Mari kita bercakap-cakap tentang kemerdekaan,
keadilan, kebenaran, kesetaraan, hak-azasi, nasib
perempuan, kepemimpinan, moralitas, berbagai
ketimpangan sosial, dengan suara rendah," ujar Putu.

Dan Sampoerna Theater for Life Tour D’Campus 100 MENIT
Monolog  PUTU WIJAYA adalah perjalanan sebuah menuju
pencapaian makna dari sebuah kehidupan.(ahm)

acara ini terselenggara atas pelaksana Padhiputih
Communications didukung Sampoerna untuk Pendidikan
didukung Visitbandung.net
 



 
____________________________________________________________________________________
Finding fabulous fares is fun.  
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel 
bargains.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097

Kirim email ke