Bung Is,
Silahkan saja bung berpendapat seperti ini.
Mungkin sebaiknya saya menyanyikan lagu spritual kuno kaum negro yang sering
juga dipakai Marthin Luther King Jr dalam perjuangan persamaan hak-nya,
sebagaimana tertulis dipusarannya:
"Free At Last, Free At Last, Free At Last, Thanks God Almighty, I'M Free At
Last!"
Saya merindukan sebuah kebebasan sjati dan bukan kebebasan semu!
Terakhir, apakah Indonesia bukan negara budak? Berganti 4 presiden sejak awal
reformasi, mentalitas budak masih dipertontonkan oleh presiden2 RI kepada
rakyatnya.
Paradoks!
Iskandar Z Persani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Amandemen UUD "45" sekarang jelas bisa membuka Kotak Pandora, dapat diselundupi
berbagai tambahan, seperti misalnya Piagam Djakarta. Ini berbahaya bagi RI
dalam bentuknya yang seperti sekarang. Karena dapat merobohkannya. Tentu para
separatis senang saja, karena bisa-bisa ikut arus, lalu jadi boneka negara
besar, misalnya The
Kangoroos. Kedepan bisa menyesal seperti Timor Leste.
Soal Freeport, sodara-sodara di Papua harus ganti strategi dan juga taktik.
Harus yakinkan semua bangsa Indonesia bahwa itu masalah bersama. Banyak
perasaan bahwa Freeport hanya soal etnik Papua, yang akan dibawa kabur bila
bisa lepas. Banyak bangsa kita memang hanya bisa melihat masalah yang ada
diujung hidung sendiri, untuk kurun waktu sampai hari berikutnya. Kita perlu
wawasan yang cukup jauh kedepan.
Ingat Martin Luther King Jr: Either we live together as brothers, or perish
as fools! Jadi mari kita perkuat RI, sesuai pembukaan UUD "45".
Isk
Papuan Dairy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bung Ruslan,
Mungkin pertanyaan saya diposting kemarin yang provokatif menyebabkan Bung
bicara soal Freeport. Ya, itu wajar, kalau kemudian anda kaitkan dengan
ketakutan anda soal amandemen UUD 45 yang bisa menyebabkan malpraktek tata
negara yang sudah pasti akan kacaukan struktur politik "integralistik" yang
sudah kadung didewakan. Anda barangkali satu diantara sejumlah pseudo
nasionalis lain di Indonesia yang menganggap UUD 45 tidak perlu diamandemen dan
NKRI harus dipertahankan, apapun alasannya, walau sudah tidak relevan lagi.
Bung Hatta, jauh sebelum Indonesia merdeka, sudah membayangkan sebuah
bangunan negara yang tidak harus "integralistik" yang lebih pasti akan
memberikan jaminan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi. Sayangnya, Bung Hatta
dkk waktu itu tidak didukung oleh sebagian besar nasionalis Indonesia yang
ngotot bikin NKRI. Walhasil Karno dan Yamin menang dengan gagasan integralistik
mereka.
Paham integralistik yang dituang dalam NKRI menyebabkan banyak sekali
pelanggaran hak, terutama bagi kami yang tinggal daerah "pinggiran".
Kalau saya singgung soal Papua, anda barangkali tahu masalahnya, tapi saya
yakin anda tidak memahami secara utuh masalah Papua. Hanya untuk contoh kasus
saja.
Baiklah, saya tidak akan jauh soal UUD 45 + NKRI + Pancasila. Semua hanya
kemunafikan. Saya hanya mau tambahkan sedikit soal Freeport.
Pada awal 2006, ketika rakyat Papua lancarkan perlawanan terhadap modal asing
(Freeport), mereka tidak saja dipukul mundur oleh kaki tangan penjaga modal
(Polri/TNI) tapi juga masih dihujat oleh pseudo nasionalis macam anda, itu
terjadi di semua media massa Indonesia. Tidak ada satupun yang membenarkan
tindakkan bentok di Abepura (16 Maret 2006), yang menurut saya muncul akibat
tidak adanya kebijakan komprehensif dalam menangani soal-soal serius di Papua
seperti misalnya soal Freeport, yang sudah dirasakan ketidakadilannya begitu
lama oleh rakyat Papua.
Maaf mungkin sudah jauh dari masalah, saya sudahi, koyao, wa, terima kasih!
Roeslan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Betul bung Mustapha Hulman, dari dulu sampai sekarang saya tidak
percaya bahwa lsm itu benar-benar secara iklas bertujuan membela kepentingan
bangsa dan rakyat Indonesia. Coba saja cermati apa yang telah dikerjakan oleh
lsm dalam menghadapi perampokan legal secara besar-besaran oleh pihak asing,
terutama imperiaslisme neoliberal AS yang terjadi di Freeport misalnya.
Mereka, lsm hanya meributkan masalah pencemaran lingkungan, misalnya adanya
limbah-limbah yang sangat merugikan kehidupan rakyat setempat. Mereka tidak
mau mengadakan penelitian secara cermat dan mendalam tentang hakekat modal
asing yang beroperasi di Freeport pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
Bukankah modal asing inilah yang memprakarsai terjadinya pencemaran alam
dikawasan Freeport dalam rangka kegiatan mereka melakukan perampokan sumber
kekayaan alam bumi Indonesia? Bukankan modal-modal ini yang telah merubah
gunung-gunung menjadi jurang-jurang? Bukankah modal asing inilah
yang telah merusak tata kesembangan Ekologi, terjadinya kesengsaraan penduduk
setempat, dan terjadinya pelarian pendududk setempat ke negari tetangga,
karena mereka diancam dan ditindas ketika mengadakan perlawanan gigih terhadap
pihak asing yang telah mengijak-injak dan merampok tanah tumpah darahnya?
Jika kita pikirkan secara intensif, maka kita akan berksimpulan bahwa semua
masalah besar itu sebanarnya adalah merupakan masalah tentang sistem yang kita
hadapi dewasa ini. Karena masalahnya adalah masalah tentang sistem, maka
masalahnya tidak akan dapat kita pecahkan satu persatu. Karena masalah itu
adalah sudah merupakan masalah sistem, maka itu berarti bahwa semua masalah
seperti; modal asing, pemerintah indonesia, lsm, Ekologi, pencemaran
lingkungan, masalah pendududk setempat, masalah DPD dan DPR, masalah birokrat
baik sipsil atau militer, masalah kesejahteraan dll. semuanya itu selalu
mempunyai hubungan erat dan adanya saling hubungan timbak balik antara satu
sama lain.
Misalnya masalah kesejahteraan penduduk selalu berkaitan dengan sumber
kekayaan alam disekitarnya. Ini bisa diatasi, jika pihak asing yang
mengeksploitasi sumber-sumber kekayaan alam disitu mau memperhatikan masalah
ekologi, HAM, masalah gaji buruh yang memadai dan tentu saja hal ini
berhubungan erat dengan politik pemerintah yang cenderung menjual buruh murah
bangsa Indonesia pada pihak investor asing secara membabi buta,
karenapemerintah sedang mabuk pertumbuhan dengan cara mendatangkan investor
asing sebanyak mungkin.
Karena Freeport pada dasarnya dibangun oleh pemilik modal monololi asing AS,
maka dengan sendirinya mereka hanya memfokuskan pikirannya untuk mendapatkan
renten ekonomi semaksimal mungkin. Untuk itu dibuatlah suatu badan yang
bertugas untuk menutup-nutupi hakekat penghisapan dan penindasan oleh modal
monopoli asing. Badan itulah yang menamakan dirinya lsm. Karena lsm itu
diprakarsai oleh pihak asing, maka tak mengherankan jika lsm tak mau
mengutik-untik hakekat modal asing yang beroperasi di Indonesia, yang dalam
konteks ini misalnya di Freeport, Blok Cepu Exxon Mobil, Newmont dll.
Jika kita cermati cecara teliti,tentang langkah-langkah lsm nampak mereka
hanya sibuk mempersoalkan tentang terjadinya pencemaran alam, terjadinya
limbah-limbah yang menghancurkan kehidupan rakyat dsb. Tepi mereka tidak
menyentuh hakekat yang sebenarnya, mengapa sampai terjadinya pencemaran alam,
terjadinya limbah-limbah dikawasan Freeport, terjadinya lumpur panas Lapindo
dsb. Belum pernah ada tuntutan lsm yang menentang modal asing yang sangat
merusak keseminbangan ekologi, yang dampaknya telah merusak Biosper dan seluruh
kehidupan manusia. Disini jelas bahwa lsm itu tak lain dan tak bukan adalah
alat modal asing, yag tugasnya adalah untuk menutup-nutupi adanya sistem
penghisapan yang dilakukan oleh pihak asing dimana saja.
Selama ini, sikap dan langkah lsm hanya sibuk mengkritik terjadina
pencemaran alam, mengkritik tentang adanya limbah-limbah yang menghancurkan
khidupan Rakyat, tapi tak sepetah kapun menentang modal asing dan politik
pemerintah Indonesia yang mabuk investor asing, yang memicu pada politik mabuk
pada pertumbuhan secara membabibuta. Ini tercermin dalam malapetakan yang
terjadi di Freeport dan lumpur panas Lipindo di Sidiarjo.
Contoh tentang lumpur panas lapindo telah menghancurkan kehidupan rakyat
setempat, telah mendapatkan kritikan pedas, tapi sebab utama mengapa terjadinya
Lumpur panas, yang tidak lain adalah dampak dari modal asing yang berkomplot
dengan modal besar saudagar yang berkerumun dalam jaringan oligarki ekonomi,
untuk memaksimaklan surplus ekonominya, sama sekali tidak disentuh. Jadi
besar kemungkinannya, bahwa sekarang terjadi bencana Lumpur panas lipindo,
mungkin besuk akan terjadi bencana radio aktif yang akan lebih menyengsarakan
bangsa dan rakyat Indonesia. Bahaya ini sudah nampak ketika dicetuskannya
rencana pembangkintan reaktor atom untuk pembangkitan tenaga listrik di Madura
misalnya. Semua ini adalah erat hubungannya dengan modal monopoli asing dan
sababat-sahabatnya yaitu kelompok oligarki ekonomi dan para saudagar kaya yang
mendominasi kekuasaan politik di negeri ini..
Oleh karena itu saya sependapat dengan seruan bung Mustapha Hulman yang
menuntut untuk dibersihkannya DPD dan DPR dari oknum-oknum pencari renten
ekonomi (baca orang-orang lsm), yang dalam prakteknya telah mendorong negeri
ini untuk menuju pada liberalisme dibidang ekonomi yang 100% bertentangan
dengan demokrasi ekonomi seperti yang telah dicantumkan dalam pasal 33 UUD 45.
Roeslan.
Von: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Im Auftrag von Mustapha
Hulman
Gesendet: Sonntag, 20. Mai 2007 12:03
An: [EMAIL PROTECTED]
Betreff: RE: [nasional-list] PDIP: Amandemen UUD 45 Ancam Eksistensi Negara
Kesatuan RI
Selain yang juga penting, DPD dan DPR harus dibersihkan dari
kader-kader yang cenderung kepada federalisme seperti LI, yang dulunya adalah
orang "lsm". Kok ya bisa orang "lsm" menjadi wakil ketua. Bahaya ini. Entah
dulunya "lsm'-nya yang membuayai siapa, malahan dikasih kursi wakil ketua.
Keteledoran.
Roeslan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Amandemen UUD 45 adalah jembatan untuk menuju kehancurannya NKRI.
Yang perlu kita sadari adalah; apakah hakekat Partai Demokrat dan Golkar
itu. Kedua partai itu, yaitu Partai Demokrat dan Golkar adalah dua bersaudara
yang keduanya adalah anak kandung kapitalisme neoliberal AS. Kita semua tahu
bahwa kaum imperialisme, terutama AS sangat tidak menyukai keberadaan NKRI,
oleh karena itulah, maka dilakukannya usaha penghancuran NKRI secara merangkak.
Percobaan untuk memecah belah NKRI itu sudah dilakukan sejak berdirinya
republik ini, yang telah mencapai klimaknya dalam pemberontakan PRRI- Permesta
disekitar tahun 1950, yang mendapat dukungan moril dan meteril dari pihak
imperialisme AS. Dengan tegak berdirinya NKRI, dan dengan pimpinan yang tepat
dari Presiden Soekarno, maka segenap rakyat Indonesia yang bersatu dalam NKRI
dapat menghancurkan pemberontakan bersenjata yang disokong 100% oleh
imperialisme neoliberal AS. Oleh karena itulah, maka keberadaan NKRI selelu
dianggap merupakan penghalang besar bagi kepentingan imperialisme
neoliberal AS dalam usahanya untuk merampok dan menguasai seluruh kekayaan
alam termasuk hutan-hutan yang terdapat diseluruh kepulauan nusantara dari
sabang samapi Maraoke.
Rupanya dengan adanya kegagalan aksi pemberontakan PRRI-Permesta para
pemimpin negeri imperialisme neoliberal AS tak kehabisan akal. Kali ini yaitu
pada tahun 1965-1966 dengan menggunakan kakitangannya, terutama dikalangan
klik TNI AD yang dipimpin oleh Jendral TNI AD Soeharto, yang termanifestasikan
dalam asinya, yaitu cupdeta merangkak yang didahului dengan membantaian masal 3
juta rakyat Indonesia yang tak bersalah, yang dianggap sebagai pendukung
Presiden Soekarno, yang selanjutnya terus mengarah pada pembunuhan terhadap
Presiden Sukarno secara biadap. Dengan terbunuhnya Presiden Soekarno dan jutaan
rakyat para pendukungnya, maka terbukalah jalan menuju ke jembatan emas bagi
kipranya imperialisme AS di Indonesia. Kiprah ini tercermin dalan bentuk yang
kelihatannya santun yang bernama amandemen UUD 45. Dengan adanya amandemen
itulah maka imperialisme neoliberal AS dapat dengan sesuka hatinya merampok
semua kekayaan alam bumi Indonesia dengan bantuan dari pada
cecunguknya yang berlindung dibawah kekuasaan orde baru dengan Golkarnya, baik
yang lama maupun yang baru yang terkenal dengan nama orde baru jilit ke dua.
Ini semua termanifestasikan dalam bentuk pengabdiannya 100% terhadap IMF dan
sebangsanya, termasuk pengabdiannya pada model monopoli asing seperti misalnya
Freeport dan EXON Mobil di Blok Cepu, Newmont dsb. Dengan adanya amandemen
UUD 45 itulah maka pemerintah SBY-JK dengan bernaung dibawah panji Partai
Demokrat dan Golkar telah secara lenggang kangkung melangkahkan kakinya untuk
menjadikan kedaulatan rakyat tunduk mutlak dibawah kedaulatan Pasar bebas atau
ekonomi globalisasi, yang dibela mati-matian oleh SBY-JK.
Langkah inilah yang telah mematahkan sendi-sendi perekonomian NKRI, yaitu
sendi-sendi demokrasi ekonomi seperti yang dituntut oleh pasal 33 UUD 45.
Dengan semakin patahnya sendi-sendi perekonomian maka dampaknya akan memicu
keadaan krisiss ekonomi yang semakin parah yang cepet atau lambat pasti akan
berdampak pada kehancuran NKRI.
Oleh karena itulah kesimpulan PDI-P yang mengatakan Amandemen UUD 45
Ancaman Eksitensi Negara Kesatuan RI sepenuhnya dapat dibenarkan
Roeslan,
Von: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Im Auftrag von Akhmad
Asaad
Gesendet: Mittwoch, 16. Mai 2007 18:08
An: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Betreff: [nasional-list] PDIP: Amandemen UUD 45 Ancam Eksistensi Negara
Kesatuan RI
16/05/07 22:19
PDIP: Amendemen UUD 45 Ancam Eksistensi Negara Kesatuan RI
Jakarta (ANTARA News) - Fraksi PDI Perjuangan di DPR melihat ada tendensi
peniadaan sistem negara kesatuan yang mengancam integrasi Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) di balik usulan amendemen ke-5 atas konstitusi
negara, dengan memaksakan pola bikameral seperti berlaku di negara federasi.
"Amendemen atas konstitusi negara memang bukan hal keramat, tetapi jika hendak
melakukannya, semua pihak, terlebih lembaga negara seperti MPR RI (termasuk di
dalamnya DPR RI dan DPD RI), serta Presiden RI harus melihat situasi serta
kondisi aktual bangsa, terutama menyangkut ancaman atas integrasi NKRI," tegas
anggota Fraksi PDIP di DPR RI, Aria Bima, di Jakarta, Rabu.
---------------------------------
Copy addresses and emails from any email account to Yahoo! Mail - quick,
easy and free. Do it now...
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.
http://us.rd.yahoo.com/evt=48518/*http://autos.yahoo.com/carfinder/;_ylc=X3oDMTE3NWsyMDd2BF9TAzk3MTA3MDc2BHNlYwNtYWlsdGFncwRzbGsDY2FyLWZpbmRlcg--
hot CTA = Yahoo! Autos new Car Finder tool
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of
spyware protection.
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.