Terlalu sulit untuk membayangkan kebejatan itu....
Oh ya, saya ada pertanyaan, mohon jawaban yang benar. Please jawab yang benar, jangan tendensius soal agama atau ras, please.

Transit di Abu Dhabi, saya satu pesawat dengan ratusan TKW. Baik di bandara maupun di pesawat saya banyak tanya dan mengobrol dengan mereka. Salah satunya mengenai kemalangan yang sering menimpa TKW kita. Salah seorang menjawab sbb:

Di Arab sana, TKW itu setara dengan property yang dibeli majikan. Jadi TKW setara dengan TV, kulkas, mobil atau tanah. Terserah mau diapakan mobil itu. Terserah mau dicangkul apa tidak tanah itu. Tersrah mau "dicangkul" apa tidak si TKW itu. Terserah mau "dipake" apa tidak si TKW itu. Si pemilik dilindungi Undang - UNdang untuk memperlakukan property-nya semaunya. Jadi kalau ada TKW diperkosa, ya itu hak majikan. Kalau ada TKW "dipake" sama majikan maka si TKW tidak punya hak untuk menuntut majikan ke depan hukum. Yang ada, biasanya kalau itu sampai kejadian, si TKW malah dihajar sama istri majikan karena dituduh menggoda majikan. Padahal, kenyataannya si majikan maupun anak - anak lelakinya seperti tidak pernah berhenti dan tidak pernah putus asa untuk merayu si TKW agar mau "dipake". Kalau udah kebelet betul dan kebetulan situasi memungkinkan, ya udah perkosa aja. Toh dilindungi hukum. Kalau pada akhirnya dia mau, seaktu - waktu bisa ditangkap polisi karena tuduhan melacur dan hukumannya dirajam batu. Tapi sebelum itu semua terjadi, sang majikan yang sudah puas terlayani akan menedang si TKW balik ke agennya dengan alasan kinerjanya buruk. Padahal untuk menghindar dari amukan si istri. Bila agen merasa rugi dan nggak mau nerim abalik, ya udah mati aja,

Apa betul begitu?

Si TKW itu, orang Lombok. Berangkat dengan pilihan ke TImur Tengah atas dasar masukan dari bapaknya. Katanya kalau berangkat ke negara - negara yang bebas seperti Hongkong, Taiwan, Jepang, Korea atau US, bapaknya mengkawatirkan kehormatan putrinya. Duh, di Dubai dia harus mati - matian bertahan dan pintar bermuslihat dari incaran para serigala atau hyena.

Bapak - bapak pejabat dan intelejen yang menyadap milist ini, kalau berkenan menjawab pribadi juga dipersilahkan. Terimakasih.

salam,

Hardi


On May 25, 2007, at 3:17 PM, Sunny wrote:


Refleksi: Astafirullah!

http://www.antara.co.id/arc/2007/5/25/bantu-suami-perkosa-putrinya- tiga-muslimah-singapura-dipenjara/

25/05/07 07:05

Bantu Suami Perkosa Putrinya, Tiga Muslimah Singapura Dipenjara


Singapura (ANTARA News) - Tiga muslimah Singapura, semuanya menikah dengan pria yang sama, dijatuhi hukuman penjara karena membujuk beberapa putri mereka yang masih di bawah umur agar melakukan hubungan seksual dengan ayah mereka, menurut dokumen pengadilan yang ditunjukkan Kamis.

Pria itu, yang memiliki 10 istri dan 64 anak, dijatuhi hukuman penjara 32 tahun dan 24 pukulan rotan pada April 2006 setelah ia dinyatakan bersalah memperkosa lima putrinya yang masih di bawah umur.

Kasus itu mengejutkan banyak orang Singapura, baik dalam segi kejahatan yang dilakukan maupun pengaturan kehidupan yang tidak wajar yang tergambar dalam dokumen pengadilan itu.

Salah satu istri dijatuhi hukuman penjara sembilan tahun setelah ia membujuk putrinya sendiri dan dua putri lain keluarga itu yang masih di bawah umur untuk berhubungan seksual dengan pria tersebut.

"Ia adalah tukang masak dalam keluarga itu," kata dokumen pengadilan itu. "Ia juga bertanggung jawab atas pengaturan hubungan intim yang adil dan merata" antara pria itu dan kesepuluh istrinya.

Dua istri lain, yang masing-masing membujuk salah satu putri mereka untuk tidur dengan pria itu, dijatuhi hukuman tiga tahun.

"Mereka mengambil bagian dalam persekongkolan mesum dengan membujuk secara aktif putri-putri mereka agar menyerah pada pelanggaran seksual itu," kata Hakim Wilayah Shaiffudin Saruwan dalam dokumen tersebut.

Pria itu mengatakan kepada para istri dan putrinya bahwa ia memiliki hak penuh atas anak-anaknya, termasuk hak melakukan hubungan seksual dengan putri-putrinya, kata dokumen itu.

Istri-istri itu kemudian bertindak sebagai pembawa pesan dengan memberi tahu putri mereka agar menemui ayah mereka di kamar tidur ketika ia ingin melakukan senggama selama kurun waktu 18 bulan, kata dokumen pengadilan itu, yang menambahkan bahwa dua dari putri- putri itu telah melakukan aborsi.

Putri tertua, yang kini berusia 17 tahun, pergi ke kantor polisi pada 2005 untuk melaporkan pemerkosaan tersebut.

Pria itu, yang menjalankan bisnis transportasi, memiliki empat istri sah dan enam istri kontrak. Ia memiliki 33 putra dan 31 putri yang berusia antara sekitar dua tahun dan 17 tahun, demikian Reuters.(*)




Kirim email ke