Mudah-mudahan tidak hanya satu Bupati yang lebih pintar daripada Presiden dan
Wapres.
Memang mungkin tanah yang akan dibagi lalu dijual dan yang membeli siapa?
Tentu yang banyak uang dari ranah yang dekat dengan kekuasaan terkini. Dapat
diterbitkan aturan untuk mencegahnya. Namun di negeri kita banyak penguasa
sodagar "sakti" yang dapat
berbuat apa saja yang bisa dibeli dengan uang. Ulah pemerintah ini sangat
bernuansa tebar pesona jelang pilpres 2009. Lebih baik ditolak. Indonesia butuh
landreform yang tuntas, jujur
dan adil. Bukan hanya untuk pembodohan para pemilih dengan iming-iming apapun.
AAsaad
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Refleksi: Agaknya bupati Wonogiri lebih tajam pikirannya dari
pada SBY-Kalla & Co beserta para pakar dan staf penasehat mereka. Mungkin ada
tanah ada tanah yang ditaksir untuk dimiliki, dan oleh karena itu dibuat
rencana pembagian tanah "pemerintah" tanpa adanya landreform.
---
Wonogiri Tolak Pembagian Tanah Gratis
Jum'at, 25 Mei 2007 | 08:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Wonogiri menolak rencana tanah
yang dibagikan gratis bagi warga miskin di daerahhnya. Menurut Bupati Wonogiri,
Begug Purnomosidi, program tanah gratis justru menimbulkan persoalan baru dan
tidak menyelesaikan kemiskinan warganya.
Penduduk Wonogiri yang tidak memiliki tanah mencapai puluhan ribuan kepala
keluarga. "Namun solusi kemiskinan tidak dengan cara membagi-bagikan tanah,"
kata Begug saat dihubungi Jum'at (26/5).
Menurut Begug, di Wonogiri ada tanah pemerintah seluas 120 ribu hektar dan 20
ribu diantaranya bisa dibagikan kepada warganya. Namun, menurut dia kalau hal
itu dilakukan justru warganya tidak akan pernah keluar dari kubangan kemiskinan
sebab mereka akan terus menggantungkan hidupnya pada pemerintah. Secara teknis,
pembagian tanah gratis juga sulit dilakukan dan mengawasinya. "Bagaimana kalau
warga yang mendapat tanah gratis itu menjualnya lagi," katanya.
imron rosyid
---------------------------------
Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Tryit now.