** Umat Islam dan Warga Eropa: Saling Curiga 

Umat Islam di Eropa dan warga Eropa lainnya terjebak dalam lingkaran setan 
paranoid antara satu sama lain. Itulah pendapat pemikir Britania asal India 
Lord Bhikhu Parekh, yang berkunjung ke Belanda awal bulan Mei 2007. Untuk 
mematahkan lingkaran ini, diperlukan sikap bijaksana dari kedua belah pihak.

Masyarakat Eropa menghadapi masalah multikultural, tandas Parekh, seorang pria 
pendek berusia lanjut yang masih penuh semangat. Berbeda dengan Amerika 
Serikat, misalnya, negara-negara Eropa menganggap dirinya sebagai bangsa yang 
terdiri dari berbagai negara tetapi memiliki budaya yang sama. Itulah yang 
menyulitkan mereka mengakomodasi kehadiran umat Islam di tengah mereka. 

Kasus Salman Rushdie 

Pandangan guru besar filsafat politik di universitas Westminster, Inggris ini 
sangat penting dalam debat Inggris mengenai masyarakat multikultural. Ia adalah 
penyusun laporan kontroversial tentang masa depan Inggris yang multi etnik dan 
penulis buku Rethinking Multiculturalism (Memikirkan kembali 
Multikulturalisme). Meskipun dia orang Hindu, dia sering membela umat Islam di 
negeri itu, pertama kali saat kasus Salman Rushdie. Maret 2000 ia diangkat 
sebagai anggota Majelis Rendah Inggris. Kamis 10 Mei lalu, Lord Parekh memberi 
kuliah tahunan di Institut Studi Islam di Dunia Modern (ISIM) di Leiden, 
Belanda. 

Yang menambah masalah, tegas Parekh, adalah bahwa kehadiran umat Islam di Eropa 
secara perlahan-lahan tampak. 'Generasi pertama semula tidak berniat untuk 
menetap di Eropa dan mereka mengucilkan diri. Namun ketika mereka memutuskan 
untuk menetap dan mengundang keluarga mereka untuk tinggal di Eropa, budaya 
mereka mulai tampak. Lalu mereka menuntut fasilitas untuk sholat, tanah untuk 
membangun mesjid, sarana pendidikan anak-anak di sekolah dan sebagainya. Maka 
muncullah generasi kedua yang lebih berani dan lantang menunjukkan identitas 
Islam mereka daripada orang tua mereka.' 

Kepanikan moral 

Warga Eropa bertambah gelisah melihat semakin menonjolnya kehadiran budaya dan 
agama umat Islam di Eropa. 'Setelah serangan 11 September di New York, pemboman 
di London dan Madrid, kegelisahan ini berubah menjadi kepanikan moral yang 
mendekati paranoid.' 

Warga Eropa di negara-negara Eropa makin tidak toleran terhadap umat Islam. 
'Umat Islam dinilai memiliki budaya yang tidak akan bisa dicocokkan dengan 
budaya masyarakat Eropa. Di berbagai negara Eropa banyak orang yang meragukan 
loyalitas umat Islam terhadap negara-negara Eropa dan lembaga-lembaga 
demokratisnya. Sering dikatakan bahwa Islam itu tidak demokratis dan umat Islam 
pada prinsipnya menentang kebebasan berpendapat, pemisahan agama dan negara, 
pemikiran kritis, dan kebebasan individu serta menentang kebebasan kelompok 
minoritas seperti kaum gay.' 

Masalahnya, tegas Parekh, orang Islam juga paranoid terhadap orang Eropa. 
'Sebagai reaksi, umat Islam juga paranoid dan mengalami kepanikan moral 
terhadap orang Eropa. Umat Islam semakin bersembunyi dan hanya bergaul dengan 
kalangan sendiri. Semua kritik dianggap serangan. Banyak yang menilai bahwa 
masyarakat Eropa ingin meleburkan umat Islam ke dalam masyarakat Eropa, ingin 
merongrong Islam dan mengubah umat Islam menjadi seorang muslim sekuler. Malah 
ada yang menganggap adanya perang terselubung antara peradaban Barat dan Islam 
yang tujuan akhirnya adalah untuk menghancurkan Islam. Ada pula yang 
mengatakan, bahwa apa yang terjadi di Bosnia, merupakan pendahuluan dari apa 
yang akan terjadi di masa mendatang.' 

Menghancurkan 

Akibat dari itu semua muncullah 'polarisasi berbahaya' di mana umat Islam dan 
masyarakat Eropa saling curiga dan takut kalau pihak lain akan 
menghancurkannya, setidaknya dari segi budaya. Iklim saling paranoid dan panik 
ini, tandas Parekh, sangat serius. 'Kalau tidak ditangani dengan bijaksana, 
bisa bertambah parah dan konsekwensinya sangat berbahaya.' 

Lalu apa yang bisa diperbuat? Bagaimana mematahkan lingkaran setan ini? 
Pertama, menurut Parekh, masalahnya harus diluruskan dulu. 'Warga Eropa harus 
menyadari bahwa rasa takut mereka berlebihan. Mereka harus mengingat apa yang 
telah tercapai dalam waktu singkat belakangan ini. Jadi jangan hanya mengingat 
apa yang belum tercapai.' 

Meski ada sekelompok kecil muslim di Eropa yang berbeda pandangan, namun 
mayoritas umat Islam di Eropa loyal kepada negara tempat mereka tinggal dan 
terhadap lembaga-lembaga demokrasi dan HAM. Kasus-kasus seperti sunat perempuan 
dan poligami yang banyak dianggap jijik oleh orang Eropa, memang masih 
dilakukan oleh sekelompok kecil umat Islam, tetapi jumlahnya semakin berkurang. 

Menurut Parekh, ada dua hal yang bisa menimbulkan perbedaan pendapat serius, 
yaitu: kesetaraan gender dan kebebasan berpendapat. Namun hal ini pun tidak 
perlu terlalu dirisaukan. Masyarakat muslim di Eropa sudah semakin banyak yang 
menerima kesetaraan gender. Berbicara soal kebebasan berpendapat, masyarakat 
Eropa harus menyadari bahwa umat Islam tidak menentang hal itu sebagai hak 
fundamental, tetapi yang ditentang adalah kebebasan berpendapat yang berkaitan 
dengan kepekaan agama. Contohnya kasus buku ayat-ayat syetan tulisan Salman 
Rushdie, kartun nabi Muhammad di Denmark, film Submissionnya Ayaan Hirsi Ali. 

Kedua belah pihak 

Tetapi masalah ini ada di kedua belah pihak. Menurut Parekh, warga muslim Eropa 
juga harus mempertimbangkan kembali prilaku mereka. Mereka jangan lagi 
mengucilkan diri dan mengganggap diri mereka sebagai korban. Mereka harus 
mendefinisikan kembali agama mereka dalam konteks Eropa sehingga mereka bisa 
berpartisipasi dalam masyarakat Eropa. 

Namun dalam satu hal, umat Islam di Eropa harus melakukan kritik terhadap diri 
sendiri. Umat Islam cenderung menganggap dirinya superior dari orang lain, 
tegas Parekh. Rasa superior in membuat mereka bersikap ambivalen terhadap 
keberadaan masyarakat multikultural. 

'Dari satu segi, mereka menerimanya, karena dengan adanya sistem masyarakat 
majemuk itu, mereka bebas menjalankan ajaran agama mereka. Tetapi di pihak lain 
mereka merasa tidak nyaman dengan masyarakat majemuk, karena sistem masyarakat 
multikultural menolak kemutlakan superioritas mereka, dan meminta orang Islam 
untuk menganggap warga non muslim itu setara dengan mereka.' Kalau umat Islam 
ingin hidup di sebuah masyarakat multikultural yang terbuka, di mana 
masing-masing kelompok menilai kelompok lain setara, mereka hendaknya 
mempertimbangkan kembali pemikiran superioritas mereka. Demikian tegas Lord 
Bhikhu Parekh. 


** Pesawat Militer Asing Berdatangan Untuk Bantu Pasukan Libanon  
 
Pesawat-pesawat militer asing berdatangan di Libanon, membawa bantuan bagi 
tentara Libanon untuk memerangi militan Islam di dalam sebuah kamp pengungsi 
Palestina. Pesawat transport militer dari Amerika Serikat dan Arab Saudi 
mendarat di bandara Beirut hari ini. Amerika setuju mempercepat pengiriman 
bantuan militer, menyusul pecahnya pertempuran di kamp Nahr al-Bared dekat kota 
pelabuhan Tripoli.  


** Fidel Castro: Bush Adalah Sosok Gaib  
 
Presiden Kuba Fidel Castro menyebut presiden Amerika Serikat (AS) George W. 
Bush sebagai "sosok gaib". Pernyataan disampaikan beberapa jam setelah presiden 
Amerika Serikat tersebut menandatangani pengucuran dana untuk operasi militer 
di Irak tanpa menjadwalkan penarikan tentara.  


** Indonesia akan Bangun Jaringan Telekomunikasi  
 
Tujuh perusahaan telekomunikasi Indonesia sepakat untuk membangun jaringan 
fiber optic ke seantero negeri dengan budget USD1,5 miliar. Jaringan ini akan 
meningkatkan infrastruktur telekomunikasi Indonesia dan mampu memenuhi 
kebutuhan telekomunikasi seluruh penduduk, bahkan di wilayah terpencil 
sekalipun.  


** AS Teliti Pasta Gigi Cina  
 
Para pejabat kesehatan di Amerika Serikat mengatakan mereka memeriksa semua 
pasta gigi yang diimpor dari Cina karena kemungkinan terkontaminasi zat kimia 
beracun.  


** Berita lainnya:

- AS Khawatirkan Kemajuan Militer Cina
- Jepang Tawarkan Teknologi Nuklir bagi Indonesia
- AS Bantah Alirkan Dana bagi Capres dan Cawapres Pemilu 2004
- Bagaimana Kadar Ereksi Anda? Sosis atau Mentimun?
- Kecerdasan Dapat Dilihat dari Panjang Jari 

Baca selengkapnya dan berikan komentar Anda di www.oyr79.com





--------------------------------------------------------------
» Enlightenment Community on www.oyr79.com
» Free mIRC and PHP Scripts on http://mirc.oyr79.com
» All about Christian Theology on http://magen.oyr79.com
--------------------------------------------------------------

Kirim email ke