Hot Money Reslian Pardede Fenomena hot money yang saat ini melanda pasar modal Indonesia menimbulkan banyak perdebatan mengenai kemungkinan terjadinya krisis ekonomi jilid dua. Apakah ini suatu kekhawatiran yang berlebihan?
Hot money adalah dana dari luar negeri dalam jangka waktu yang sangat pendek yang masuk ke dalam pasar finansial (pasar modal, pasar uang atau pasar devisa). Fakta bahwa cadangan devisa Bank Indonesia saat ini cukup besar (US$ 50 milyar) membuat banyak pihak yang percaya bahwa Indonesia akan mampu mengatasi larinya hot money ini tanpa menimbulkan krisis. Tetapi berbicara mengenai dampak hot money menjadi krisis ekonomi hanyalah persoalan magnitude, seberapa besar, dari persoalan mendasar hot money itu sendiri. Pada skala yang normal pun, hot money itu sendiri sudah menyebabkan volatilitas yang luar biasa pada pasar finansial terutama di negara-negara berkembang (emerging market). Hot money tidak saja akan meningkatkan volatilitas atau fluktuasi harga tetapi juga membuat harga instrumen (saham, obligasi, mata uang) terlepas "kaitannya" dari underlying asset-nya yaitu perusahaan (saham dan obligasi) atau negara (mata uang). Tertarik membacanya? Kunjungi blog kami : http://ecosocrights.blogspot.com/ Salam yanti
