Kolom IBRAHIM ISA
Senin,28 Mei 2007
-----------------------------

WOLFOWITZ  . . . . .  YANG 'PANDAI JATUH' . . Dan Politik  'Cari Muka'
 Wakil Indonesia 

Pagi ini BBC menyiarkan wawancara presiden Bank Dunia Paul Wolfowitch,
yang sebentar lagi akan léngsér. Wolfowitz merasa perlu untuk membela
diri.  Lewat BBC,  ia  mengaku bahwa selama dua tahun menjabat 
sebagai direktur World Bank, ia telah melakukan fungsinya dengan
'baik' dan 'etis . Dan bahwa selama periode jabatannya itu, ia telah
melakukan tugasnya  dengan 'itikad baik'. Yah lah, itu 'kan kata
Wolfowitz sendiri. Inilah  apa yang yang dikatakan orang,  Wolfowitz 
 adalah  manusia yang  'PANDAI  JATUH'.

Sudah bisa diduga sebelumnya bahwa Wolfowitz  tidak akan menjelaskan 
pendapat-pendapat yang mengecam kebijakasanaannya, yang dikatakannya 
sebagai situasi 'emosi yang memanas'. Kritk-kritik itu tidak saja
datang dari jurusan media dan sementara kalangan diluar Bank Dunia,
tetapi juga dari  'kalangan dalam'  Bank Dunia sendiri. Tapi itu
menurut Wolfowitz semata-mata 'suasana'  yang dibikin-bikin.

Seperti banyak dikemukakan oleh media AS sendiri maupun mancanegara,
lebih-lebih Eropah, pendapat dan kecaman  terhadap  Wolfowitch tidak
terbatas sekadar pada  kasus  menyangkut paket promosi  dan kenaikan
gaji meroket yang ia atur untuk pacarnya Shaha Riza, seorang karyawati
bank.

*   *   *
 
Untuk memulai:  --. Banyak kalangan sudah  lama merasa tidak 'sreg'. 
Merasa sudah bukan zamannya lagi keadaan berikut ini:  Dengan 
pertimbangan bahwa  kucuran 'iuran' dana untuk Bank Dunia, menurut
perbandingan jumlah terbesar berasal dari AS, maka, sudah  otomatis
bahwa jabatan direktur Bank Dunia,  tersedia bagi (atau dimonopoli
oleh) orang Amerika. Orang yang ditunjuk oleh pemerintah AS. Banyak
kalangan sudah terang-terangan mengajukan fikiran, seyogianya tidak
mesti direktur Bank Dunia harus selalu  dijabat oleh orang Amerika.
Bisa juga dari negeri lain. Lihat-lihat kemampuan dan kredibilitasnya.
Suara  santer demikian itu,  datang terutama dari jurusan Uni Eropah.
Dikatakan sbb: Sekjen PBB saja,  bisa dijabat  oleh orang-orang dari 
pelbagai bangsa, mengapa pula untuk jabatan Bank Dunia yang  juga
merupakan lembaga dunia , tidak bisa  dipegang oleh bangsa lain.

'VISI'  DAN  'MISI'  BANK DUNIA
Ada pendapat  yang mengatakan, bahwa Bank Dunia, menurut misi dan
visinya, diukur menurut  kecenderungan fikiran di dunia, bisa dibilang
termasuk  visi yang  'Kiri'. Karena ia ditujukan terutama untuk
mengatasi, mencari jalan keluar, dari kemiskinan dunia dewasa ini. 
Sampai dimana Bank Dunia dikatakan  punya misi 'Kiri', tentu terbuka
bagi diskusi yang luas.  Bank Dunia mengaku bahwa orientasinya adalah
pada  negeri dan rakyat  miskin. 

Mari kita lihat  sekilas,  penjelasan yang umum diberikan mengenai
Bank Dunia sbb:

Bank Dunia,  didirikan  beberapa bulan seusai Perang Dunia II, 
resminya pada  27 Desember  1945,  mencakup badan-badan 
'International Bank for Reconstruction and Development' (IBRD), dan
'Inernational Development Association'  (IDA), sedangkan  yang
dimaksudkan dengan 'Grup Bank Dunia', adalah  kolektif lembaga-lembaga
internasional tsb.  WBG -  'World Bank Group' ,  merupakan  kolektif
organisasi yang meliputi 5  organisasi internasional,  dua organisasi
tsb terdahulu dan 3 lembaga finans international lainnya. Mereka itu
bertanggung jawab untuk memberikan dana dan saran kepada pelbagai
negeri mancanegara dengan tujuan perkembangan ekonomi dan  untuk
MENGHAPUSKAN KEMISKINAN.  

Meskipun lembaga-lembaga keuangan internasional tsb sudah berdiri
lebih dari setengah abad, namun,  MISINYA UNTUK MENGHAPUSKAN
KEMISKINAN MASIH MERUPAKAN CITA-CITA DI ATAS KERTAS.   Tokh, di lihat
dari segi misinya, memang bisa jugalah dikatakan itu pandangan yang 
dianggap sesautu yang 'KIRI',  atau yang populis.

*   *   *

Tapi,  dengar apa kata  mantan Presiden Nyerere dari Tanzania, sebuah
negeri berkembang di Afrika Timur. Nyerere  lebih dari sekali
melancarkan kritik terhadap kebijaksanaan  Bank Dunia dan IMF,.
Dikatakan bahw tujuan Bank Dunia adalah untuk MENGHAPUSKAN KEMISKINAN,
tetapi beleid-beleid kongkrit Bank Dunia membikin negeri-negeri yang
'dibantu itu'  nyatanya semakin banyak utangya. Semakin miskin.
Demikian Nyeree. Bank Dunia juga dikritik, karena selalu dengan
gampang-gampangan  mengajukan syarat (klasik) kepada negeri-negeri
berkembang yang memerlukan 'bantuan' dana Bank Dunia. Sebelum menerima
'bantuan dana'  Bank Dunia negeri-negeri tsb  harus membuka pasar
dalam negeri mereka  lebar-lebar bagi masuknya modal dan barang impor
dari luar. Negeri-negeri tsb diharuskan menghapuskan subsidi negara 
pada misalnya komiditi beras, gandum, bahan bakar, dll kebutuhan pokok
rakyat. Padahal subsidi tsb dimaksudkan untuk menopang daya beli
rakyat  yang dari tahun ketahun menurun.  Padahal inflasi melaju
terus.  Jadi subsidi negara tsb adalah  untuk membantu rakyat
mengurangi beban ongkos hidup mereka.   Bank Dunia dikritik karena
selalu mengajukan resep yang itu-itu saja: Hapuskan subsidi, buka
pasar lebar-lebar untuk masuknya modal dan barng impor,  buat
undang-undang peraturan ekonomi yang liberal, dan kurangi
ongkos-ongkos pemerintahan dll lagi.  Meskipun syarat-syarat itu
dipenuhi, tokh tidak membikin kemiskinan dan keterbelakangan
negeri-negeri berkembang tsb mengalami perubahan membaik.

BISAKAH  WOLFOWITZ YG  KANAN   MENGEMBAN  TUGAS  'KIRI' BANK DUNIA?
Wolfowitz dianggap 'Kanan', karena dia termasuk 'lingkaran Presiden
Bush' yang merancang dan mencetuskan 'perang Irak'. Perang Irak
dikecam  dari segala penjuru dan pelbagai lapisan masyrakat dunia,
dinilai sebagai  salah satu perang yang tujuannya  'Kanan'.  

Wajah luar perang Irak yang diprpagandakan oleh para protagonisnya, 
adalah suatu peperangan yang dikatakan  tokh baik juga! Karena,...
karena ...,  ya karena rezim otoriter Sadam Hussein,  yang menindas
rakyatnya, akhirnya bisa digulingkan dan demokrasi (bisa) ditegakkan!
Antara lain PM Inggris Tony Blair,  yang berkilah demikian, setelah
ternyata tidak ditemukannya  'senjata pemusnah masal',   tidak
dijumpanya  'the smoking gun', dengan alasan mana dilakukan penyerbuan
terhadap Irak. Tak peduli dalih apa yang dikemukakan,  akhirnya tokh
orang sadar juga, bahwa tujuan utamanya ialah untuk menguasai Irak dan
Timur Tengah yang kaya minyak itu.

Sebuah s.k. Belana, 'de Volkskrant', mengulas bahwa, paling sedikit
ada tiga alasan mengapa Wolfowitz harus melepaskan jabatan direkturnya
di World Bank. Alasan pertama ialah,  karena keterlibatannya menjadi
perancang dan penasihat  presiden AS, Bush,  dalam perang Irak.
Sedangkan  World Bank diasumsikan pada pokoknya dimaksudkan untuk
bantu dunia ketiga, yang boleh dibilang mayoritasnya menentang perang
Irak.  Ini ke-tidak - cocokan  pertama.
Kedua,  selama ia menjabat  direktur di World Bank, Wolfowitz hanya
bersandar pada penasihat-penasihat pilihannya sendiri. Sejumlah
penasihat World Bank sendiri, tidak digubris oleh sang direktur dari
Amerika itu. Ini alasan kedua, mengapa Wolfowitz tidak cocok duduk
sebagai direktur. Alasan ketiga, ialah 'vriendjes politiek', atau
nepotisme yang dipraktekkan oleh Wolfowitz berkenaan dengan kasus
menaikkan pangkat dan gaji pacarnya sendiri. Semua itu bertentangan
dengan etika seorang  direktur BankDunia, yang demikian pentingya di
mata dunia. Dengan ulahnya itu Wolfowitz telah merusak iamgo  Bank
Dunia  serta  kepercayaan masyarakat dunia terhadap Bank Dunia.

*   *   *

Menurut sumber yang boleh dipercaya, dalam suasana  gencarnya tuntutan
supaya Wolfowitz mundur, dalam keadaan   ia tetap mau  bertahan terus
di kursi pimpinan World Bank, disokong  pula oleh presiden Amerika, G.
Bush,  - - -  terpaksalah dewan direktur World Bank membawanya dalam
sidang pendiskusian yang menentukan. Terjadilah  situasi 'tarik
menarik', 'tekan-menekan' dan  'tawar menawar ,  mencari suatu cara
agar turunnya Wolfowitz jangan sampai  samasekali bikin hilang muka
pribadinya. Di bawah suasana saling-tekan dan saling-dorong antara
White House dan Bank Dunia, ditemukanlah suatu 'win-win solution'
('win-win'?). Wolfowitz tidak dipaksa turun atau dipecat dari
jabatannya, tetapi DIA  SENDIRI  yang MENGUNDURKAN DIRI. Dan dia boleh
ngomong bahwa  'nama baik'-nya   tetap terpelihara, selanjutnya bla,
bla, bla. .  .

Dalam suasana demikian, tokh telah terjadi  pemungutan suara dalam
dewan pimpinan Bank Dunia , dimana wakil-wakil  Indonesia dan Pakistan
memberikan suara menyokong tetap dipertahankannya  kedudukan Wolfowitz
di kursi direktur Bank Dunia.  

Sungguh, sikap wakil Indonesia di World Bank  sehubungan dengan kasus
Wolfowitz itu tidak etis. Tidak sesuai dengan pendirian bebas berdiri
di atas kaki sendiri  menghadapi kekuatan-kekuatan dunia. Seharusnya 
wakil Indonesia tidak ngeblok  pada salah satu fihak yang bertikai.
Yang dimaksudkan dengan ngeblok ialah seperti  sikap Indonesia  belum
lama ini,  sehubungan dengan  resoulsi PBB berkenaan kasus  nuklir Iran. 

Wakil Indonesia  di badan intenasional manapun,  seyogianya  tetap
setia pada prinsip politik bebas yang aktif serta tidak   'cari muka'
 terhadap  suatu super power seperti AS,  apapun maksud-maksud
tertentu yang tidak jelas.

*    *    *

 

Kirim email ke