Yang saya heran koq orang seperti Kalla bisa menang Pilpres &
terpilih jadi Wakil Presiden bahkan jadi Ketua Parpol terbesar di
Indonesia pdhal SDMnya rendah & asal bunyi..Kalla For President
2009?kyknya jgn deh pilih yg lain aja..Jusuf Kalla sama lucunya dgn
Jarwo Kuwat dari Republik Mimpi hehehe..
-----Original Mail-----
From: tylla subiyantoro
Sent: Tuesday, 29th May 2007 1:17 pm
To: [email protected]
Subject: [mediacare] Kalla nyebur sumur saja! - Re: Amit2 deh
Kalla.....
Mestinya si Kalla ini malu,nyebur sumur saja. Negarawan macam apa
dia,seenak perutnya melontarkan lelucon yang tidak lucu ditengah
kesegsaraan bangsanya sendiri.Lebih bodoh lagi,dia bandingkan pula
negara kita dengan jepang.Dari sudut Income Per Kapita saja sudah
tidak mungkin dibandingkan, juga tentunya penguasaan dan persebaran
teknologi.
Penekanannya disini tentunya bukan karena 'kesalahan' bnagsa
kita,tapi kebejatan negarawan2 seperti si kalla ini,yang sedari
dulu hingga kini tidak pernah serius mengurus bangsa.Adanya
menggerus terus.
Beberapa saat yang lalu, si Kala ini berkunjung ke India.Coba kalau
dia puny a waktu sedikit untuk 'belajar' dan studi banding sama
india,tentunya dia mikir lagi untuk nyeplos seenak udel seperti itu.
Di India,ada orang yang namanya Lallu Prasad Yadav,menteri perkreta
apian yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan kereta
api bahkan juga menjadikan perusahaan kereta api negara
untung,namun tetap mampu mengelola sedemikian rupa,hingga harga
tiket kereta api dapat terjangkau semua kalangan.Sekedar
Informasi,jalur kereta api di India adalah salah satu yang
terpanjang dan terbesar di dunia.
Padahal,kalau dilihat dari preseden politiknya, bagi masyarakat
India, si Lallu ini juga kurang lebih punya reputasi yang tidak
terpuji.Meski demikian,ternyata dia masih punya malu dan niat untuk
berbuat sesuatu bagi konstituennya,tidak hanya menggerus dan bicara
seenak perutnya saja.Harusnya si Kalla Malu blau.
Kenapa (lagi lagi) saya ambil India sebagai contoh perbandingan,
karena secara obyektif,situasi dan kondisi India lebih masuk akal
untuk dibandingkan dengan indonesia.Baik dari segi sosial,politik
dan pendapatan perkapita. Maksudnya, supaya negarawan seperi Kalla
bisa berkaca dan tidak bicara seenak jidat seperti kebiasaanya.
ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalla ini sering saya bayangin kalau dia hidup lagi kedunia nanti
(reinkarnasi) pasti jadi serangga yg mirip wajah orang alien (yg di
film2 tuh) wajahnya ciut hanya matanya yg kayak lampu senter gede
bunder kayak lampu taman, hiiyy ngeri dan jelek deh, sering ke
injek2 karena serangga kan kecil, ke injek sama perbuatan2 nya
sendiri, sama keserakahan nya, sama culas nya, sama perasaan dingin
tak manusiawi nya, sama dusta2 nya, sama kelicikan nya, sama
sesumbarnya yg seenak udel, sama keangkuhan nya, sama keketusan
nya, sama pelitnya, sama korupsinya, sama back stabbing nya,
sama....sama semua deh yg gak bisa dijelasin disini, banyolan2
Kalla bikin enek, gak lucu, dulu dia berharap anak2 cucu rakyatnya
di puncak akan berwajah kayak arab, hidung mancung, mata besar
kulit putih biar jadi pemain sinetron, amit2 deh punya orang tua/
pemimpin kayak germo gitu !
saya selalu menganjurkan supaya Kadal eh Kalla tidak banyak buka
mulut biar kelihatan pinter, tapi dia gak mau denger..tuh mulut
ngecoblak terus ketauan deh bego nya !
salam nyinyir (lagi grouchy nih baru bangun tidur
siang....hahahahahha)
omie
Audy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wakil President kita bilang:
1. "Bedanya, kalau di Jepang, pertanyaannya menit berapa dia (KA)
berangkat.
Sedangkan kalau kereta api di Indonesia, kita bicara menit ke
berapa dia
terguling," kata Kalla yang disambut gelak tawa.
==> Memang jarang politikus yang punya nurani.
Tapi kalau sebagai orang nomor dua se Indonesia yang sudah sampai
tidak
merasa malu atau prihatin terhadap masalah rakyat sendiri... apa
yang bisa
diharapkan lagi? Mudah-mudahan tidak akan terpilih lagi.
2. "Jadi memang seperti orang Madura bilang, orang bayar murah
bagaimana mau
selamat," kata Kalla yang lagi-lagi membuat tawa.
==> Bukan masalah yang sebenarnya yang dicari, tetapi kambing hitam.
Emangnya menaikkan tarif akan menyelesaikan masalah? Bukannya malah
tambah
masalah?
3. "Jadi, kalau mau selamat ya, harus mau bayar mahal sedikit lah.
Tapi
(kereta api) Indonesia ini ada hebatnya, bisa murah dan bisa sampai
juga.
Bahwa berkeringat itu urusan lain, ha....ha...ha," kata Kalla sambil
tertawa.
==> Ini sifat lebih mirip calo/ tukang catut kebanding wakil
president! Atau
badut kesiangan?
-------------------
Guyonan Kalla Soal KA Jepang dan Indonesia
Tokyo, 28 Mei 2007 09:24
Jika dibandingkan, kereta api di Jepang dan Indonesia jelas memiliki
perbedaan yang sangat mencolok. KA Jepang begitu modern, dengan
kecepatan
tinggi dan sistim yang tertata rapi. Boleh dibilang tidak bisa
dibandingkan
dengan Indonesia. Tentu.
Namun bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla, perbedaannya tidak hanya di
situ. Ada
hal lain yang lebih dari itu.
"Apa bedanya kereta api di Jepang dan Indonesia?," tanya Kalla,
saat bertemu
masyarakat Indonesia di Balai Indonesia di Tokyo, Jepang, Sabtu
(26/5).
"Bedanya, kalau di Jepang, pertanyaannya menit berapa dia (KA)
berangkat.
Sedangkan kalau kereta api di Indonesia, kita bicara menit ke
berapa dia
terguling," kata Kalla yang disambut gelak tawa.
Lebih lanjut Kalla menambahkan, begitu mencoloknya perbedaan tarif
kereta
api antara kedua negara. Perjalanan KA dari Tokyo ke Osaka harus
membayar
tiket sebesar 18.000 yen Jepang atau sekitar Rp1,5 juta.
Sementara perjalanan KA Jakarta-Purwakarta hanya dikenakan tarif
Rp2.000
atau sekitar enam yen. Bahkan jika dibandingkan dengan jarak yang
hampir
sama, Jakarta-Surabaya, yang hanya sekitar Rp100.000-an, tentu sangat
timpang. "Jadi memang seperti orang Madura bilang, orang bayar murah
bagaimana mau selamat," kata Kalla yang lagi-lagi membuat tawa.
Oleh karena itu, lanjut Kalla, perlu dilakukan kampanye untuk
memberikan
pengertian kepada masyarakat, bahwa kenaikan tarif diperlukan untuk
menunjang perbaikan dan pelayanan.
Selain itu, kata Kalla, untuk perbaikan sarana dan prasarana serta
modernisasi peralatan, tidak akan cukup jika hanya dibiayai oleh APBN.
Selama ini, jika pemerintah menaikan harga tiket KA, semua orang
akan marah.
Termasuk, juga kalangan anggota DPR.
"Jadi, kalau mau selamat ya, harus mau bayar mahal sedikit lah.
Tapi (kereta
api) Indonesia ini ada hebatnya, bisa murah dan bisa sampai juga.
Bahwa
berkeringat itu urusan lain, ha....ha...ha," kata Kalla sambil
tertawa.
"Jadi mau naik harga tiket?" [EL, Ant]
----- Original Message -----
From: "Sum"
To:
Sent: Tuesday, May 29, 2007 7:16 AM
Subject: [RumahKita] [Gatra.com] Guyonan Kalla Soal KA Jepang dan
Indonesia
> Halo teman-teman, yth.,
> berita ini mungkin menarik untuk dibaca.
> salam,
> sum
> -------------------------------------------------------
>
> Guyonan Kalla Soal KA Jepang dan Indonesia
>
> Gatra.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat ada perbedaan yang
unik
> antara
> kereta api (KA) Jepang dan Indonesia. "Di Jepang, pertanyaannya
menit
> berapa
> dia (KA) berangkat. Di Indonesia, menit ke berapa dia terguling,"
> candanya.
>
> Baca berita selengkapnya di http://www.gatra.com/artikel.php?
id=104905
>
> -------------------------------------------------------
> dikirimkan oleh Sum
> dengan menggunakan fasilitas pengiriman email Gatra.com