Melihat akhir drama kasus dana DKP yang anti-klimaks tersebut maka saya  secara 
pribadi mengaku salah telah memilih Amien Rais dalam pemilu 2004  yang lalu. 
Ternyata Mas Amien bukanlah orang yang Jujur, Cerdas dan  Berani seperti yang 
dikampanyekan pada pilpres 2004. 

Anwari Doel Arnowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                   
               
 
  1. Kalau memang benar berita seperti ini bunyinya
  2. Kalau saja saya ini  seorang karikaturis, maka:
  Saya akan  menggambar karikatur seorang menyerahkan kedua tangannya ke Polsek 
 sambil berkata: nama saya Amien Rais, dengan ini saya menyerahkan diri,  
silakan borgol tangan saya. Saya telah menggunakan uang negara yang  diterima 
oleh Partai saya untuk keperluan pencalonan diri saya menjadi  Presiden RI pada 
tahun 2004. Ini semua gara-gara pengakuan mantan  menteri kelautan yang 
dikatakan dan diakuinya didalam pengadilan.
  Damai ,  mementahkan perkara, meskipun uangnya dikebalikan sepuluh kali lipat 
 juga tidak boleh berhenti perkaranya. Orangnya sudah ngaku kok!!
  Polissiiii, Polisssssiiiiii dimana sih pak Polisi kok diam saja ...... Jaksa 
Agung?? KPK ??
  Anwari Doel Arnowo
  Toronto 29 mei 2007
  
--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> HARIAN ANALISA
> Edisi Rabu, 30 Mei 2007
> 
> Amien: Presiden Tokoh yang Arif 
> Magelang, (Analisa) 
> 
>  Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais memuji ketokohan dan sikap arif  Presiden 
> Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait akhir polemik dengan  dirinya soal 
> dana nonbujeter Departemen Perikanan dan Kelautan (DKP). 
> 
>  "Saya kira Pak SBY juga tokoh yang arif, sayapun juga insya Allah paham  
> masalah, jadi kita akhiri perdebatan," katanya di Magelang, Selasa,  usai 
> menjadi pembicara kunci seminar "Hari Kebangkitan Nasional dan  Refleksi 
> Sembilan Tahun Reformasi" di Universitas Muhammadiyah  Magelang. 
> 
> Ia menegaskan, perdebatan berkepanjangan,  apalagi di depan umum, soal dana 
> nonbujeter DKP antara dirinya dengan  SBY sebagai tidak produktif. 
> 
> Ia menyebut pemberitaan  di berbagai media massa, Selasa (29/5), terkait 
> pertemuan dirinya  dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Jakarta, Minggu 
> (27/5), telah  melegakan semua pihak. 
> 
> "Saya baca hari ini, hampir  semua koran ikut lega, saya juga ikut lega, 
> karena sangat tidak  produktif kalau misalnya saya dengan Pak SBY itu 
> menyampaikan  perbedaan, apalagi di depan umum," kata Amien Rais. 
> 
>  Ketika menjawab pertanyaan tentang pelajaran yang bisa dipetik  masyarakat 
> atas perdebatan dirinya dengan Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono beberapa 
> hari terakhir ini, Amien Rais mengatakan, para  pemimpin harus lebih 
> memikirkan kepentingan rakyat kecil. 
> 
>  "Saya kira itu lebih penting daripada misalnya para politisi itu  menikmati 
> hal-hal yang sesungguhnya sama sekali tidak peduli dengan  kepentingan 
> rakyat," katanya. 
> 
> Pemimpin hendaknya  lebih memikirkan kepentingan rakyat kecil, kepentingan 
> pendidikan,  artinya rakyat mendengking karena minyak goreng mahal, rakyat 
> sedih  karena beraspun juga makin mahal, apalagi biaya kesehatan makin tak  
> terjangkau, kata Amien Rais. (A
>

  
      
                                    

       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

Kirim email ke