Saya kok tidak berpendapat seperti itu ya..Rafiqa hanya melaporkan bagaimana pandangan yang ada di masyarakat yang terungkap dari sebuah diskusi mengenai homoseksual. Tulisannya justru tidak mengandung stigma yang menyudutkan kaum homoseksual yang banyak muncul di masyarakat. Kalau saja Sdri Rafiqa juga menganut stigma yang banyak muncul itu, pasti liputannya tidak begitu. Kasus seperti ini juga terjadi pada peliputan HIV/AIDS misalnya. Kalau disisipi stigma, maka liputannya "berapi-api" dan terkesan mengadili para pengidap HIV/AIDS....
maria --- Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > 29/05/2007 11:44 WIB > > Phobia Gay-Lesbian Hinggapi Nyaris 100% Masyarakat > Indonesia > > Rafiqa Qurrata A - detikcom > > > > Jakarta - Mayoritas masyarakat Indonesia mengidap > homophobia. Ini merupakan > perasaan negatif yang menolak gay, lesbian dan > homoseksualitas secara umum. > > > > "Secara kualitatif itulah pandangan hampir semua > orang Indonesia. Boleh > dikatakan hampir 100 persen mayarakat kita > homophobia," kata konsultan > lembaga PBB untuk UNAIDS, Dr Mamoto Gultom. > > > > Mamoto yang juga seorang gay menyampaikan hal itu > sebelum diskusi publik > tentang Hari Internasional Melawan Homophobia di > Wahid Institute, Jalan > Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta, Selasa > (29/5/2007). > > > > Homophobia ini juga dialami pemerintah. Buktinya > banyak kebijakan yang > membuat masyarakat tidak bisa mengenal seksualitas > secara benar. > > > > Dia mencontohkan Perda di Palembang. Perda itu > menyebut homoseks dan lesbian > sebagai perbuatan pelacuran. (umi/sss) > > > > Source : > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/29/tim > e/114412/idnews/786523/idkanal/10 > > > > > > > > 29/05/2007 11:55 WIB > > Homoseksual Tak Lagi Masuk Golongan Penyakit > > Rafiqa Qurrata A - detikcom > > > > Jakarta - Perilaku homoseksual kini tak lagi > dipandang sebagai penyakit > dalam ilmu kejiwaan. Sayang, anggapan itu hingga > kini masih sulit dikikis. > > > > Tidak hanya di masyarakat luas pada umumnya, tetapi > juga kalangan terdidik. > > > > Bahkan tidak sedikit psikiater yang masih menganggap > kaum homoseksual > sebagai penyakit. > > > > "Padahal dalam ilmu psikiatri, gay dan lesbian sudah > tidak tergolong sebagai > gangguan mental," tegas > > konsultan lembaga PBB untuk UNAIDS, Dr Mamoto > Gultom. > > > > Mamoto menyampaikan hal itu sebelum diskusi publik > tentang Hari > Internasional Melawan Homophobia di Wahid Institute, > Jalan Taman Amir > Hamzah, Matraman, Jakarta, Selasa (29/5/2007). > > > > Indonesia, imbuh Mamoto, jauh tertinggal > dibandingkan Thailand, Filipina dan > Singapura. Ketiga negara tetangga itu telah memberi > ruang kepada masyarakat > untuk memahami orientasi seksual secara benar. > > > > "Intinya, kita memang kurang beruntung dibandingkan > negara lain," ujar dia. > (umi/sss) > > > > Source : > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/29/tim > e/115523/idnews/786534/idkanal/10 > > > > ____________________________________________________________________________________Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php
