Bagaimana kalau disertasi SBY ini menjadi bahan
diskusi dikampus-kampus, untuk kemudian kita bergerak
bersama Meluruskan Kembali Arah Perjuangan Reformasi
98 demi mewujudkan INDONESIA RAYA yang kita
cita-citakan bersama.
Salam
Eko Darminto
Note: forwarded message attached.
____________________________________________________________________________________
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
http://searchmarketing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v2.php
--- Begin Message ---
Kalau kita baca disertasi SBY..memang sangat positivistik, bahwa pembangunan
pedesaan dan pertanian akan mengurangi kemiskinan dan pengangguran..problemnya
adalah ketika SBY sudah memiliki power, kenapa hasil disertasinya tidak menjdi
konsepsi atas kebijakannya..
Lihat saja beras belum swasembada, pengangguran di pedesaan meningkat, petani
masih tdk memiliki daya jual dan daya saing sert daya beli..Jadi 2.5 tahun SBY
memimpin..kemana aja..
Di sinilah substansi kebohongan SBY...Apa yang dia katakan dan tuliskan di
disertasinya, tidak diimplementasikan dalam kebijakannya...
Salam...
wira perdana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kalau kita membaca secara keseluruhan dari Disertasi SBY yang
mengantarkan beliau menerima gelar Doktornya di IPB itu bukanlah sebuah
kebohongan, Itu adalah sebuah solusi terhadap masalah pengangguran hari ini.
Kebetulan ana Kuliah di jurusasn Sosial Ekonomi Pertanian dan sedang
merampungkan skripsi yang berjudul ANalissa Situasi Ketahanan Pangan Sumatera
Barat, dimana ana memang melihat bahwa pembangunan pertanian pedesaan memang
harus diciptakan agar dapat menjaga stbilitas paagan.
Impor beras yang terjadi selama ini merupakan (diluar kepentingan politik ya)
merupakan salah satu upaya menjaga agar Ketahanan Pangan indonesia tidak goyah,
Ana melihatnya apa yang dibuat SBY merupakan cita-cita beliau terhadap bangsa
ini, namun kehadirannya menjadi Presiden masih dipengaruhi oleh orang-orang
yang masih memikirkan kepentingan pribadi hari ini.
Apa yang ditulis SBY marupakan salah satu bentuk aplikatif dari sistem
perekonomian Rakyat, tatapi harapan tidaklah sama dengan kenyataan karena
banyak faktor lain yang manjadi halangannya. Seperti secara makro terhadap
stabilitas perekonomian bangsa jika ini kita terpakan dalam situasi saat ini.
Ana sepakat dengan Mas Syahrizal. bahwa lebih baik ini kita jadikan wacana
publik dan menjadi bahan kajian bersama yang mumngkin dapat kita seminarkan,
kalau perlu dtangkan SBY selaku penulisnya. Dan ana harp kita yang hari ini
mengusung Muslim Negarawan dengan menitiberatkaan pada gerakan Intelektual
Profetik hendaknya memberi penilaian yang memang berdasarkan data dan hasil
kajian, tidak hanya opini yang dilemparkan tanpa bisa dipertanggung jwabkan.
Riyandhi (Ka. Dept KP KAMMI SUMBAR 68)
Kristiono Setyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Menilai orang lain secara
adil memang berat,
terlebih-lebih
orang tersebut adalah pempimpin kita sendiri, dalam
hal ini
presiden. Menilai seseorang sama saja dengan menilai
luar
dan dalam: seimbang antara positif dan negatif.
Menilai
seseorang dari sisi positif saja sama artinya dengan
fanatik, sedangkan menilai seseorang dari sisi
buruknya
saja sama dengan antipati.
SBY, menurut saya, dalam hal ini memiliki kelebihan
dan
kekurangan, sama seperti JK, AR, HNW, dll (termasuk
kita).
Hanya saja proporsi penilaian tersebut yang berbeda.
Kebaikan yang berefek "kecil" tidak mungkin dipadankan
dengan kejahatan yang "besar", seperti halnya Suharto
yang banyak menebar kebaikan tetapi ternyata
menyembunyikan
kedok korupsi yang jauh lebih dahsyat.
Perlu dipahami bahwa SBY dan semua pemimpin lain juga
manusia. Bedanya adalah, dan ini yang perlu kita
sadari
bersama, SBY memiliki tanggung jawab yang lebih besar
dari siapapun di Indonesia ini. Mudah
bagi kita untuk banyak memprotes tanpa pernah mau tahu
apa saja yang dipusingkan SBY. Menurut saya, hal ini
diperlukan atas nama kontrol dan tidak dilakukan
dengan
berlebihan, misal mencemooh, mencela atau menghujat.
Saya pikir sewajarnya kita sampaikan keluhan dan
keberatan kita dengan cara-cara yang memang santun
dan dapat diterima orang yang bersangkutan.
Saya yakin sepenuhnya masih banyak orang-orang yang
punya hati nurani di pemerintahan sana. Sedikit
memang,
tapi itu lebih baik daripada tidak ada. Bisa jadi
segelintir adalah dari kader KAMMI atau malah dari
orang di luar KAMMI. Kita hanya dapat berikhtiar.
Pertanyaan yang cukup menggelitik jika ditanya siapa
tokoh pemimpin KAMMI yang cocok memimpin Indonesia.
Menurut saya, seseorang yang kritis dan menyuarakan
kebenaran tidak harus memiliki calon pengganti sang
pemimpin jika pemimpin yang bersangkutan masih
dianggap layak dan tidak keluar dari aturan yang
ada. Kecuali jika KAMMI menganggap bahwa
orang tersebut, SBY dalam hal ini, sudah keluar
batas, maka KAMMI boleh (dan seharusnya)
mengajukan calon pengganti yang layak. Pertanyaannya,
apakah ketika KAMMI mengajukan reformasi atau
revolusi, apakah KAMMI sudah siap dengan calon
pemimpin yang bisa membawa bangsa ini ke arah
yang lebih baik?
Jangan sampai KAMMI berhasil membawa ke arah
reformasi atau bahkan hingga revolusi tetapi
tidak siap dengan orang-orangnya. Hasilnya?
Bendera kemenangan akan direbut orang lain dan
kita harus memulainya lagi; dari awal.
Wallahu a'lam.
--- agustin prama dewi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> saya heran, KAMMI kok semangat banget ingin
> menurunkan SBY,
> mulai dari politik medianya sampe ke disertasinya
> dijadikan bahasan
> buat memperkuat alasan diturunkannya SBY.
> sekarang saya ingin tau siapa pemimpin yang KAMMI
> anggap paling tepat
> menjalankan amanah ini??? tolong sebutlah nama.
> jangan bikin daftar kapabilitas, kualifikasi tok.
> kalo temen-temen cuma ngedaftar kriteria, dijamin ga
> ada yang masuk kriteria.
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Kristiono Setyadi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Saturday, May 26, 2007 5:33:31 PM
> Subject: Re: [Milis KAMMI] DISERTASI SBY KEBENARAN
> ATAU KEBOHONGAN......!!!!!!!!!!!!!!!!!!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Yaah, namanya juga disertasi, dipahami
> saja bahwa
>
> isinya tidak sepenuhnya benar. Bisa jadi isinya
>
> mengandung kebenaran, tapi sang penulis sendiri
>
> tidak sanggup berbuat apa-apa. Sama seperti kita
>
> yang membuat skripsi tentang korupsi di lembaga
>
> pemerintahan tapi setelah lulus daftar PNS.
>
>
>
> Hehehe.. no offense, akhi.. ukhti..
>
> Just intermezzo.. .
>
>
>
> SMILE :)
>
>
>
> --- Syahrizal rizal <syahrizal_9843@ yahoo.com>
> wrote:
>
>
>
> > Sepertinya bagus kalau diangkat dalam tema seminar
>
> > dan diskusi DKP oleh KAMMI diseluruh Indonesia.
>
> > Sekalian sebagai sebuah 'kritik cerdas' terhadap
> SBY
>
> > yang teranyata telah 'membohongi rakyat' dengan
>
> > politik imagenya. Kalau ada boleh dong dikirim
> soft
>
> > copy biar kita ulas secara ilmiah dan intelektual.
>
> >
>
> > Salam Hangat
>
> >
>
> > Syahrizal
>
> >
>
> >
>
> > ----- Original Message ----
>
> > From: udin paru <sayang_udin@ yahoo.co. id>
>
> > To: milis-kammi@ yahoogroups. com
>
> > Sent: Friday, May 25, 2007 2:33:49 PM
>
> > Subject: [Milis KAMMI] DISERTASI SBY KEBENARAN
> ATAU
>
> > KEBOHONGAN.. ....!!!!! !!!!!!!!! !!!!
>
> >
>
> > DISERTASI SBY KEBENARAN ATAU KEBOHONGAN..
> ....!!!!!
>
> > !!!!!!!!! !!!!
>
> >
>
> > Setelah saya membaca ringkasan disertasinya Bapak
>
> > Presiden kita yang bertema "PEMBANGUNAN PERTANIA
> DAN
>
> > PERDESAAN SEBAGAI UPAYA MENGATASI KEMISKINAN DAN
>
> > PENGANGGURAN: ANALISIS EKONOMI POLITIK KEBIJAKAN
>
> > FISKAL" kalau kita baca judul disertasinya cukup
>
> > menarik dan Bagus. Seandainya disertasi ini
>
> > dijalankan oleh SBY yang notabene adalah pengambil
>
> > dan penentu kebijakan di indonesia ini Saya kira
>
> > kita Bangsa indonesia takkan mengalami kesusahan
>
> > Ekonomi.
>
> > dan sayangnya SBY tidak mengaplikasikan apa yang
>
> > telah di kuangkan di dalam disertasinya. kita
> lihat
>
> > sekarang Minyak goreng sekarang malah harganya
> sudah
>
> > mencapai Rp..8.000,00 lebih belum keperluan rumah
>
> > tangga yang lain. di sini sedikai saya sampai kan
>
> > tujuan dari dibuanya disertasi SBY. ininya adalah
>
> > sebagai berikut:
>
> > " Penelitian ini secara umu bertujuan untuk
>
> > menganalisis dalam kerangka Ekonomi - Politik efek
>
> > kebijakan fiskal dalam mengatasi kemiskinan dan
>
> > pengangguran, Secara khusu penelitian ini
> bertujuan
>
> > untuk:
>
> > Mendiskritkan masalah pengangguran dan kemiskinan
>
> > Menganalisis faktor -faktor yang berpengaruh
>
> > siknifikan terhadap pengangguran dan kemskinan.
>
> > Menganalisis dampak penerapan berbagai skenario
>
> > kebijaka fiskal sertanon fiskal dalam mengatasi
>
> > masalah pengangguran dan kemiskinan
>
> > Merumuskan implikasi kebijakan
>
> > dan manfaat yang dapat di ambil dari hasil
>
> > penelitian adalah.
>
> > Sebagai rujukan dalam penyususna kebijakan fiskal
>
> > yang mendorong memecahan masalah kemiskinan dan
>
> > pengangguran
>
> > itu sakilas tentang Tujuan penelitian disertasi
> SBY
>
> >
>
> > Disitu kita bisa melihat Sebenarnya kebenaran atau
>
> > kebohongan. karena semua hasil reset yang
> dilakukan
>
> > sendiri utu tidak bberjlan
>
> > Buktinya harga sembaku semakin naik dan otomatis
>
> > rakyat semakin tercekit dan perlahan demi perlahan
>
> > akan mengurangi kemiskian karena rakyat miskin
>
> > banyak yang mati kelaparan.
>
=== message truncated ===
Kristiono Setyadi
http://ksetyadi.blogs.friendster.com/kristiono_setyadi_catatan/
__________________________________________________________Ready for the edge of
your seat?
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.
--- End Message ---