Memang seharusnya tidak main tembak.
Memang seharusnya tidak peluru beneran.
Dan masih banyak kesalahan lain.
Tapi kita harus juga menyadari, kebanyakan prajurit hidup tak kalah pas-pasan
dibanding warga desa yang ngotot, selain bahwa prajurit itu tugasnya adalah
mentaati perintah atasan. Dan mereka juga manusia yang takut menghadapi
gerombolan orang banyak membawa perlengkapan pertanian mereka, yang saya yakini
saat itu bukan dipakai untuk bertani.
Siapa bilang Marinir dilatih mahal2?
Sudah pernah lihat peralatan mereka? Nangis! Bukan cuma miris, tapi langsung
nangis! Sampai jadi bulan2an Malaysia dan Singapore... (apalagi kalo
dibandingin sama punya Eropa & Amrik).
Saya juga meyakini tembakan itu lebih pada peluru nyasar, bukan sengaja
ditujukan. Kalo orang kepepet dihadapan gerombolan pembawa senjata tajam, apa
sempat mikir mau nembak yang hamil? Insting otomatis adalah pokoknya nembak
biar selamat!
Btw, adakah komnas HAM yang membela nasib individu tentara/Polri teraniaya ?
Sejujurnya, saya mendukung pernyataan saudara Yoga.
Salam damai.
Dian Kartika Sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
o alah....panjang amat rasionalisasinya.
Dari jumlah korban meninggal, dua diantaranya perempuan.
Satu diantara dua perempuan itu hamil 4 bulan.
Satu lagi perempuan yang sedang menggendong balita usia 3 tahun.
seberapa sih kekuatannya perempuan yang hamil 4 bulan atau bayi yang umurnya
baru 3 tahun.
Kenapa dia yang ditembak ????
salam
dian
----- Original Message -----
From: Yoga
To: [email protected]
Sent: Thursday, May 31, 2007 8:43 PM
Subject: Re: [mediacare] marinir tewaskan empat rakyat jelata
Bukannya membela TNI atau apalah... cuma mo memandang pada pola pikir
saja...... Saya berpikir logis saja sih.... terlepas dari persoalan dibelakang
ini semua...
Andaikan saja, kita sebagai pemerhati disini di"gruduk" puluhan orang dengna
membawa pacul, arit dan segala macam seperti yang terjadi oleh para marinir
tersebut.... Dan kebetulan kita membawa alat pembunuh... Apa yang akan anda
pertama kali lakukan?? Lari??? tentu saja.. Tapi mengingat banyak orang yang
yang "hendak" melakukan tindakan ofensif apapun alasannya, setelah lari apa
yang anda lakukan?? Memberi peringatan.. Jika anda membawa parang, tentu anda
akan mengibas-ngibaskan. Jika anda membawa senjata api, tentu anda akan
menembakkan tanpa mengarahkan sebagai peringatan. Jika sudah dibawah batas
aman, apa yang anda lakukan?? Bertindak agresif akan lebih baik karena yang
namanya berhadapan dengan massa, apapun alasan yang anda keluarkan... Tetap
mereka tidak peduli.
Tinggal pilih, anda mati konyol atau mereka?
Tapi ini pola pikir sederhana aja yah... Jadi saya hanya melihat dari konteks
humanisme...
makanya, sekali lagi dalam tulisan saya sebelumnya... kasus ini menjadi besar
dan berat sebelah karena melibatkan aparatur negara yang terlatih untuk
membunuh serta secara institusional (tentara) mempunyai track record yang nda
bagus di politik negara kita. So, kita udah terdoktrin untuk menyalahkan yang
lebih kuat..
Oya, ada statement yang cukup menggelitik.. Apakah dengan membawa pacul, dan
arit untuk kesawah, sangat menjamin tidak terjadi tindakan anarkis? Bagaimana
jika marinir tersebut diam saja, mengibarkan bendera putih namun kemudian
dibantai oleh mereka-mereka yang membawa pacul dan arit? Akankah ada yang
membela selain korps mereka? Anda sebagai lsm mau membela marinir yang akan
terbantai??? mereka juga manusia, mempunyai keluarga yang hidup "mpot-mpotan"
karena gaji yang rendah.. mempunyai tanggungan anak dan segala macam... Apakah
akan ada yang membela, minimal membantu keluarga yang akan ditinggalkan?
Palingan juga hanya pemerintah yang memberikan santunan, tapi adakah lsm yang
membela mereka??? Sejarah yang saya tau, ga pernah ada.
so,berpikir realistis sajalah.. sudah banyak dan sering terjadi koq, jika
massa berkumpul.. apapun tujuannya tapi tau2 ada trigger kecil aja.. misalnya
lemparan botol ntah darimana tapi ngarah ke kerumunan... bisa rusuh meskipun
udah berkoar-koar ga akan rusuh. Apalagi membawa peralatan yang tajam...
huaaa....
saya dulu sangat anti yang namanya tentara, terlebih telibat juga dalam aksi
mahasiswa 98-99 yang menyebabkan bentrokan mahasiswa vs aparat. namun, jika
kita mendekati mereka secara personal, terakhir saya ikut aksi mahasiswa di
dephan dan saya ngobrol2 secara langsung ama beberapa tentara, ternyata pikiran
mereka juga sama dengan orang lain... "Gak tega sebenarnya kalo sampai bentrok
ama teman-teman mahasiswa, karena secara personal mereka juga mau perubahan
dalam kehidupan mereka. Mereka juga ingin, mahasiswa membela mereka. Minimal,
gaji merekalah agar dapat kehidupan yang layak". Hanya karena dalam rangka on
duty, dan karena dalam keadaan berkumpul (massa), mereka kadang ga bisa
ngendalikan diri. Dan itu pada akhirnya sedikit banyak merubah pandangan saya
akan tentara dalam arti personal, bukan institusi. Bukan karena duit yang
dikobarkan oleh oknum pejabat tentara, tapi karena kehidupan merekalah yang
menyebabkan perubahan pandangan saya akan mereka.
Jadi, cobalah sebelum berkoar mengutuk sana sini, pahami kehidupan mereka
dulu. Pahami bagaimana mereka bertahan hidup. Pahami bagaimana mereka berani
mati membela semboyan negara. Coba saja hitung diantara kita warga sipil...
Siapa yang tanggal 17 Agustus masih memberikan hormat kepada bendera merah
putih disamping upacara biasa??? Siapa??? Palingan tidur dirumah... Siapa yang
pernah memberi hormat kepada bendera saat melihat bendera merah putih
diturunkan dari tiang saat hari menjelang sore di kantor-kantor?? Siapaa lagi
kalo bukan aparat tentara. Bahkan polisi saja sering tidak memberikan hormat
bendera.. Masih respect saya pada beberapa tenaga satuan pengamanan (satpam)
yang masih memberikan hormat bendera.
----- Original Message -----
From: Kalei Nitisara
To: [email protected]
Sent: Thursday, May 31, 2007 3:09 PM
Subject: Re: [mediacare] marinir tewaskan empat rakyat jelata
untuk mas Hari Baktiantoro,
Untuk diketahui masyarakat membawa clurit ke lahan karena mereka adalah petani
yang memang harus membawa pacul, arit untuk mengolah lahan mereka. Lebih
jelasnya lagi masyarakat cuma mempertahankan tanaman mereka yang akan dirusak
oleh traktor TNI AL. Dan korban dari masyarakat adalah :
1. Mistin (seorang ibu) menggendong anaknya Khoirul (4 tahun) luka di dada
keduanya meninggal, sang ibu meninggal di tempat Khoirul meninggal setelah di
rawat sehari di rumah sakit
2. Dewi Khodijah sedang hamil 4 bulan meninggal dengan luka di kepala
3. Rohman bin Saumar meninggal
4. Bpk Sutam bin Saruyan meninggal
apakah memang jika membela diri TNI AL juga dihalalkan membunuh perempuan dan
anak-anak? BETAPA BIADABNYA.
Kejadian saat itu sebenarnya hanyalah puncak dari sengketa tanah antara TNIAL
dan masyarakat yang sudah berlangsung puluhan tahun tapi tetap cara-cara
kekerasan dan pembunuhan bukan cara yang tepat di ambil untuk mengatasi
permasalahan......
Permasalahan ini sedang diadvokasi oleh teman-teman LSM baik di jawa timur
maupun nasional dan kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh
aparat Marinir AL.
salam,
Dwi Ayu
RACA Institute
Jl. Rasamala I No. 13 A Menteng Dalam, jakarta selatan
P : 021-8356779
On 5/30/07, Hardi Baktiantoro <[EMAIL PROTECTED] > wrote: Kalau
saya jadi marinir, terus didatangi ratusan orang yang banyak diantara mereka
bersenjata CLURIT, tentu akan mengambil prosedur yang sama: tembakan
peringatan dan bila tidak mempan baru tindakan penyelamatan diri, tembak si
penyerang! Apa yang dilakukan Marinir sudah tepat.
sangat disayangkan berita maupun komentarnya cenderung berat sebelah dan
tidak obyektif.
HB
nggakpernahmimpijaditentara
On May 30, 2007, at 5:43 PM, Budhiana Kartawijaya wrote:
Sayang, marinir dilatih mahal-mahal tega-teganya membunuh rakyat.
http://www.detik. com/indexberita/indexfr.php
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
Hardi Baktiantoro
[EMAIL PROTECTED]
__________ NOD32 2301 (20070531) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.