Tidak sengaja saya jadi meneteskan airmata membaca peristiwa di Pasuruan
  sampai empat warga tewas, terutama tentang perempuan hamil yang ditembak 
matanya. Duh! Balita yang terkena proyektil juga.
   
  Belum lama ini di mailing list yang saya jadi anggota ada diskusi tentang 
dilatihnya atau ditulis juga latihan bersama antara marinir kita dengan marinir 
AS. Maaf saya tidak mengerti politik internasional namun di media banyak sekali 
diliput kekejaman tentara AS, yang kebanyakan marinirnya, di Irak. Maaf
  ini hanya curhat saja. Selama ini marinir AL cukup disukai oleh masarakat,
  apa ada hubungannya dengan dilatih atau latihan sama-sama rekan-rekannya dari 
AS itu lalu membuat tentara kita itu juga menjadi ganas tidak punya rasa peri 
kemanusiaan?
   
  Ada teman saya yang ikut latihan karate, katanya disana sangat ditekankan
  batin yang kuat, sabar bahkan penuh empati pada sesama. Karena seni bela diri 
itu seperti senjata yang dapat mematikan bila sembarang digunakan.
  Apa TNI tidak mendapat pendidikan ahlak dan pengarahan semacam itu?
   
  Bila bangsa kita mempunyai rasa empati yang kuat pada sesama manusia, yang 
malah kemanusiaan tercantum dalam Undang-undang Dasar, mungkin Bapak Presiden, 
Bpk Wakil Presiden atau Bapak Menteri Pertahanan sudah mendeklarasikan Hari 
Berkabung Nasional demi peristiwa Pasuruan itu.
   
  Dan mohon maaf, kalau melihat perilaku sebagian politisi di luar negeri, apa
  Bapak Menteri Pertahanan, panglima tertinggi TNI atau panglima tertinggi AL
  seharusnya menyerahkan jabatan karena rasa tanggungjawabnya. Ini bisa akan 
menjadi suri teladan untuk kita semua kan? 
   
  MLM

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke