Cobalah renungkan oleh anda tokoh mana yang paling berkesan bagi anda ? Dan manusia mana yang paling berpengaruh di dalam kehidupan anda ? Mang Ucup memilih Mother Teresa dan Ma Anie (Ibunda Mang Ucup), kenapa ?? Karena mereka merupakan tokoh yang melayani dan yang mengabdikan hidupnya bagi orang lain. Mereka lebih mementingkan orang-orang yang mereka layani daripada dirinya sendiri.
Kebanyakan buku maupun seminar tentang kepemimpinan berfokus pada bagian luarnya saja ialah untuk memperbaik sang Aku agar bisa lebih berprestasi. Jarang yang menitik beratkan kepada perusahaannya maupun organisasinya. Apabila saya diangkat jadi manager di perusahaan manapun juga, maka tugas utama saya ialah melayani/mengabdi untuk perusahaan tersebut, karena untuk itulah saya ditugaskan maupun dibayar. Begitu juga di dalam organisasi apapun juga, apabila kita diangkat jadi pemimpin, berarti kita mendapat satu tugas yang jelas dan nyata ialah untuk melayani dan mengabdi kepada mereka yang telah memilih maupun mengangkat diri kita. Inilah ciri dan tugas utama daripada seorang pemimpin ialah: melayani dan mengabdi ! Hampir setiap orang mendapatkan peluang untuk menjadi pemimpin, mulai menjadi pemimpin rumah tangga maupun jadi pemimpin bagi anak-anak kita. Dimana tugas utama kita ialah memberikan kesejahteraan bagi keluarga maupun anak-anak kita. Kita bersedia mengabdi untuk mereka, agar mereka bisa hidup bahagia. Untuk ini kita bersedia kerja keras maupun kerja lembur, bahkan bersedia mengorbankan waktu maupun kesehatan diri sendiri. Oleh sebab itulah apabila kita memfokuskan tujuan utama dari ciri kepemimpinan kita sebagai pengabdian, maka otomatis sang Aku akan hilang dengan sendirinya, karena kita lebih mengutamakan orang yang kita layani daripada diri kita sendiri. Abah Awat (ayahnya mang Ucup), ia tidak perlu khawatir bahwa anak-anaknya maupun istrinya ingin mencari ayah atau suami yang lain, karena ia adalah seorang pemimpin yang hebat yang telah bersedia berjuang dan mengabdikan diri sepenuhnya bagi istri maupun anak-anaknya. Disamping itu tanpa harus menggunakan kekuasaannya, kami sebagai putera-puteranya akan selalu berusaha untuk membalas budi kebaikannya untuk menyenangkan maupun membahagiakan dia. Sehingga merupakan satu kerhormatan tersendiri apabila saya bisa melakukan sesuatu untuk Abah Awat. Begitu juga dengan seorang pemimpin yang bisa merubah gaya kepemimpinannya dari ingin dilayani jadi bersedia untuk melayani. Otomatis ia tidak perlu mengkhawatirkan kehilangan jabatannya. Disamping itu bawahannya pun akan bersedia melaksanakan tugasnya sebaik mungkin, karena keberhasilan dari sang pemimpin tersebut akan menjadi keberhasilan mereka bersama. Edward the Black Prince pada tahun 1346 mencanangkan motto utamanya dari Prince of Wales ialah "Ich Dien" (dalam bhs Jerman) yang berarti "Saya mengabdi" dan juga telah menjadi lambang dari Prince of Wales sampai saat sekarang ini. Kedua kata ini tertera dalam mata uang Koin Inggris - 2 Pence yang keluarkan pada tahun 1981. Orang yang takut kehilangan jabatannya akan menjadi licik, kejam dan jahat, lihat saja tingkah lakunya para Ditaktor, mulai dari Hitler s/d Suharto. Mereka lebih mementingkan dirinya sendiri daripada orang-orang yang mereka pimpin. Lain halnya apabila kita mempunyai pola pikir untuk mengabdi, otomatis kita tidak akan takut kehilangan jabatan. Dalam hal ini bukannya sang Aku yang dipentingkan melainkan kesejahteraan orang yang mereka layani, entah itu Perusahaan, Organisasi maupun Negaranya. Kapankah kita akan memiliki pemimpin negara yang mempunyai sikap untuk melayani bukannya untuk dilayani ? Dimana lebih mementingkan kesejahteraan rakyatnya daripada kesejahteraan dirinya sendiri. Mungkin untuk ini mang Ucup harus mengawalinya dengan motto seperti Martin Luther King, Jr dimana ia menyatakan "I have a dream", nah dalam hal ini mang Ucup juga mempunyai mimpi dimana akan tiba saatnya juga; dimana para pemimpin negara ini bersedia untuk mengadi demi kesejahteraan rakyatnya. Apakah impiannya Mang Ucup ini bisa menjadi kenyataan ???? Sebagai test; untuk mengetahui apakah Anda ini seorang pemimpin yang melayani atau pemimpin yang melayani diri sendiri ? Jawabannya mudah cobalah jawab dengan jujur: "Apabila saya diberi pilihan, untuk membuat keputusan apakah saya akan memilih dan mengutamakan kepentingan perusahaan/organisasi saya ataukah demi kepentingan/keuntungan diri sendiri terlebih dahulu ?" Mang Ucup Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.net
