gw punya pengalaman buruk dengan Marinir...terutama kapten anggoro!!!! dengan
seenaknya ngambil binik orang!!!!!! gw dendam ama dia...ampe ubun-ubun..dasar
TNI AL tai anjing ga diajarin tata krama...kesalahan besar kita bayar pajak
untuk menggaji mereka..haram jadah!!!! ga ikjlas gw ampoe mati!!!!!
----- Pesan Asli ----
Dari: amartien <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sabtu, 2 Juni, 2007 11:53:35
Topik: Re: [mediacare] marinir tewaskan empat rakyat jelata
Ikut nimbrung boleh kan?
1. TNI/polri maupun semua bagian pemerintah telah dari dulu blm bisa
menghilangkan sikap arogan, serta sadar bahwa mrk adalah pelayan
masyarakat.
amartien; Betul sekali. Bukan hanya TNI, tetapi pemerintah Indonesia pun
begitu, mereka tidak mau tahu bahwa tugas mereka adalah melayani rakyat, dan
bukan sebaliknya.
2. Byk dr rakyat kita yg meninggali tanah org yg tidak dipakai, lalu
lama kelamaan merasa itu adalah milik mereka.
amartien: Ini adalah isu undang2. Pemikiran dibalik undang2 adalah bahwa jika
seseorang memiliki begitu banyak tanah sehingga tidak bisa mengurusnya, maka
biarlah seseorang yang sudah ber-tahun2 tinggal di tanah tsb. menjadi
pemiliknya. Sepintas lalu kelihatannya baik, yaitu memberi kesempatan kepada
seseorang yang membutuhkannya. Sama dengan apa yang membuat orang2 tertarik ke
komunisme, dimana penduduk dijanjikan bahwa semua dimiliki bersama.
Tetapi kita lihat sendiri betapa pemikiran seperti ini tidak akan berhasil,
bahkan menimbulkan banyak sekali kesulitan2, pertikaian2, dll.
Undang2 yang membolehkan seseorang mendapatkan tanah seperti ini adalah sama
dengan meresmikan pencurian.
3. Byk dari rakyat kita yg memang sering memanfaatkan keadaan dgn
memperkeruh keadaan sehingga menekan pihak2 terkait. Mungkin ini
dikarenakan kelamaan nganggur.
amartien: Merubah suatu masyarakat menjadi civil society akan makan waktu yang
lama. Sebab ini adalah tergantung dari kebiasaan, kebudayaan, dan juga seperti
yang anda bilang, keadaan ekonomi. Pemerintah bisa mulai tentu saja dengan
memperbaiki keadaan ekonomi, menghukum orang2 yang melanggar peraturan2 tanpa
pandang bulu, apakah yang melanggar adalah rakyat biasa, ataupun dedengkot di
pemerintahan, semua harus dituntut jika membuat pelanggaran.
Jika ada pihak yang menekan, maka yang ditekan itu harus dilindungi oleh
pemerintah. Ini kita tidak lihat di Indonesia.
4. Kadang rakyat sendiri melakukan kebrutalan tapi kalo sudah ditindak
keras petugas malah merengek rengek dgn alasan dianiaya, pelanggaran
HAM dll.
amartien: Seorang petugas boleh saja menindak, asalkan itu didalam hukum.
Rakyat mempunyai hak untuk mengeluarkan pendapat anti pemerintah, atau anti
apapun juga, asalkan pada waktu mengeluarkan pendapat tidak melakukan
pelanggaran, seperti misalnya bakar membakar, dll. Atau bertindak dengan
brutal.
Jika melakukan hal itu, maka tentu yang berwajib seharusnya menangkap yang
membakar dll. tsb. Tetapi seperti yang kita lihat rakyat yang melanggar tsb.
tidak ada yang ditangkap, jadi yah ....... dikemudian hari akan saja ada lagi
rakyat yang unjuk suara sambil melakukan kejahatan. Yang berdemo harus tahu
bahwa berdemo itu adalah hak mereka, yaitu hak mengemukakan pendapat, tetapi
janganlah melakukan pelanggaran2 pada waktu
mereka menggunakan hak bersuara tsb.
Dipihak yang berwajib, karena mereka adalah dari suatu institusi, maka mereka
diberikan hak dan peralatan oleh undang2 untuk menjaga supaya tidak adanya
pelanggaran. Dan mereka pun harus melakukan tugasnya dalam kerangka undang2,
yaitu tidak boleh memukul, umpamanya. Jika ada rakyat yang memukul petugas
umpamanya, yah kan banyak peralatan yang dipunyai instansi pemerintah tsb.,
seperti umpamanya tear gas, di guyur dengan air, dll. dll.
Membunuh itu adalah jelas2 pelanggaran yang besar dari pihak instansi
pemerintah yang tugasnya adalah membela dan melindungi SEMUA rakyat, tetapi
sebaliknya mereka menjadi pembunuh, dan bukannya pembela.
5. Pihak mahasiswa kita bukan membereskan hal ini, malah makin bikin
ruyam dgn bikin demo dll. Apa sih gunanya demo ini? Apa gunanya usaha
mengusir wapres yg berkunjung? Bukan malah hal itu menunjukkan
masyarakat kita itu tdk bs menghormati pemerintah
yg mrk pilih?
Bukankah lebih baik mereka mengusahakan bantuan kesehatan ataupun
perdamaian diantara kedua belah pihak? Hal ini lebih berguna bukan!?!
amartien: Bagaimanapun seseorang itu berbeda pendapat dengan anda, biarkanlah
mereka itu berdemo. Itu namanya freedom of speech. Tetapi sekali lagi,
berdemo boleh, tetapi pada waktu berdemo janganlah melanggar peraturan/undang2.
6. Pihak DPR yg malah memanfaatkan kejadian utk mendapat simpati palsu.
Kalo ini terjadi terus, dimana semua pihak tdk ada yg mau merendahkan
hati, maka tidak tertutup kemungkinan terjadinya kerusuhan massal yg
lebih parah dr thn 1998 yg bisa jadi akan menjadikan Indonesia sebagai
Timur Tengah kedua. Dimana peperangan tanpa henti.
Apakah kita memang menginginkan hal ini terjadi??
amartien: kerusuhan masal
1998 adalah suatu contoh dimana pemerintah tidak melakukan tugasnya, yaitu
melindungi rakyatnya. Tidak ada tindakan2 untuk menghukum oknum2 dibelakang
kerusuhan tsb.
Sebaliknya, oknum2 di pemerintahan dengan melalui berapa orang dari 'rakyat'
menggunakan rakyat untuk menimbulkan huru hara.
Laporan komnas ham mengenai 1998 rupanya hanya itu saja, laporan, tidak ada
tindak lanjutnya. Demonstrasi 'mahasiswa' yang membantu jatuhnya Sukarno,
tidak lain didorong oleh oknum2 di abri juga. Apodeti di Timor Timur yang pro
Indonesia, ternyata adalah buatan/didukung Indonesia juga.
Begitu banyak sudah huru hara yang terjadi sesudah Indonesia merdeka. Dimanakah
pemerintah dalam melindungi pendduk yang menjadi korban huru hara sesama rakyat
Indonesia juga? Tidak ada, bungkam seribu bahasa. Diam.
Selama pemerintah Indonesia hanya bertindak untuk kepentingan masing2 oknum di
pemerintahan, maka tidak akan ada Indonesia yang
aman, maju, makmur dan sentosa.
Untuk mengganti budaya suatu institusi, dalam hal ini, institusi paling besar
dan paling penting untuk rakyat dan negara Indonesia, yaitu pemerintah, maka
harus ada bukan saja seseorang yang benar2 bisa memimpin, tetapi juga seseorang
yang tahu betul mengenai tugas pemerintah, bebas korupsi dan orang tsb. harus
dikelilingi orang2 yang sama. Dan yang paling penting, didalam melaksanakan
tugas, mereka harus menghargai hak2 semua orang, seluruh rakyat Indonesia.
Ini kita tidak lihat di Indonesia sekarang ini. Contoh: terlalu banyak sudah
orang2 dan pemerintah yang menginingkan syariah Islam, dimana SI itu jelas2
adalah undang2 pemaksaan, dan bukannya undang2 yang menghormati hak2 azasi
manusia.
Terlalu banyak sudah pelanggaran2 yangn tidak ditindak lanjuti oleh pemerintah.
Tetapi mereka bisa mulai dengan menyelidiki dan kemudian menuntut pemubunuh2
rakyat tsb. Atasan dari oknum2 yang membunuh
tsb. juga harus ikut mempertanggung jawabkan perbuatan anak buahnya.
Ini hanyalah suatu langkah yang amat sangat kecil menuju menegakkan keadilan di
NKRI.
salam,
amartien
edogawa2000 <edogawa2000@ gmail.com> wrote:
Sebenarnya kalo ditanya
sapa yg salah?
Sapa yg benar?
Jawaban jujur adalah semua pihak salah!
Kalo kita mau jujur dan melihat permasalahan ini dari segala sudut,
maka kita akan menemukan fakta:
1. TNI/polri maupun semua bagian pemerintah telah dari dulu blm bisa
menghilangkan sikap arogan, serta sadar bahwa mrk adalah pelayan
masyarakat.
2. Byk dr rakyat kita yg meninggali tanah org yg tidak dipakai, lalu
lama kelamaan merasa itu adalah milik mereka.
3. Byk dari rakyat kita yg memang sering memanfaatkan keadaan dgn
memperkeruh keadaan sehingga menekan pihak2 terkait. Mungkin ini
dikarenakan kelamaan nganggur.
4. Kadang rakyat sendiri melakukan kebrutalan tapi kalo sudah ditindak
keras petugas malah merengek rengek dgn alasan dianiaya, pelanggaran
HAM dll.
5. Pihak mahasiswa kita bukan membereskan hal ini, malah makin bikin
ruyam dgn bikin demo dll. Apa sih gunanya demo ini? Apa gunanya usaha
mengusir wapres yg berkunjung? Bukan malah hal itu menunjukkan
masyarakat kita itu tdk bs menghormati pemerintah yg mrk pilih?
Bukankah lebih baik mereka mengusahakan bantuan kesehatan ataupun
perdamaian diantara kedua belah pihak? Hal ini lebih berguna
bukan!?!
6. Pihak DPR yg malah memanfaatkan kejadian utk mendapat simpati palsu.
Kalo ini terjadi terus, dimana semua pihak tdk ada yg mau merendahkan
hati, maka tidak tertutup kemungkinan terjadinya kerusuhan massal yg
lebih parah dr thn 1998 yg bisa jadi akan menjadikan Indonesia sebagai
Timur Tengah kedua. Dimana peperangan tanpa henti.
Apakah kita memang menginginkan hal ini terjadi??
Salam
On 6/1/07, malamkomunitas <malamkomunitas@ gmail.com> wrote:
> selain 2 orang ibu tersebut yang sedang memasak,
> seorang korban yang luka parah adalah bocah berusia 4 tahun (mungkin
> seumuran dengan anak bung Yoga?) dengan luka tembak di dada..
>
> dikutip dari kompas:
> "Kemudian para oknum tentara itu gelap mata. Mereka menembaki rumah
> warga. Beberapa ibu-ibu yang sedang memasak dan memotong ketela
> pohon di luar
rumah ikut ditembaki. Seorang ibu bernama Mistin (25)
> yang sedang menggendong anaknya Khoirul (4) ikut tertembak dan
> langsung meninggal, sedangkan anaknya yang juga terkena tembakan di
> dada kanan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sjaiful Anwar di
> Malang."
> http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0705/ 31/utama/ 3568947.htm
>
> bung yoga, mending cari tau, baca berita, cari informasi dulu deh
> daripada bikin pembenaran yg katanya logis, tetapi malah jadi
> terlihat seberapa kadar ke-logis-an anda..
> mungkin untuk membantu berpikir lebih logis, coba bung yoga
> bayangkan ketika istri anda lagi masak sambil menggendong balita
> anak anda, tau2 meninggal ditembak tentara! apakah anda masih
> akan "membela" tentara yg kemudian beralasan membela diri?
>
> --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "Dian Kartika Sari" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > o alah....panjang amat rasionalisasinya.
> > Dari jumlah korban meninggal, dua diantaranya perempuan.
> > Satu diantara dua perempuan itu hamil 4 bulan.
> > Satu lagi perempuan yang sedang menggendong balita usia 3 tahun.
> >
> > seberapa sih kekuatannya perempuan yang hamil 4 bulan atau bayi
> yang umurnya baru 3 tahun.
> >
> > Kenapa dia yang ditembak ????
> >
> > salam
> > dian
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Yoga
> > To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> > Sent: Thursday, May 31, 2007 8:43 PM
> > Subject: Re: [mediacare] marinir tewaskan empat rakyat jelata
> >
> >
> >
> > Bukannya membela TNI atau apalah... cuma mo memandang pada pola
> pikir saja...... Saya berpikir logis saja sih.... terlepas dari
> persoalan dibelakang ini semua...
>
> --- CUT ! dasar antek aparat keparat militer bangsat tni anjing tai
> kucing ---
>
>
<!--
#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}
#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}
#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->
________________________________________________________
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/