Tatkala masih bermukim di luar negeri, sejujurnya saya
harus mengaku bahwa ketika orang bertanya darimana
saya berasal, maka lama ke lamaan saya tidak pernah
merasa bangga. Mula-mula saya tegar dan bangga sebab
saya masih sisa generasi yang selalu bergelora ketika
menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan saya.
Namun, tatkala saya membandingkan bagaimana 'mereka'
menyanyikan lagu kebangsaan mereka, bukan sekadar
khidmat, tetapi mereka, di dalam hati mereka terdorong
gelora untuk menyumbangkan yang terbaik bagi
negerinya!
Dan apakah omong kosong? Tidak!

Mereka sedih jika tim olah-raga mereka kalah, dan di
tahun kemudian mereka selalu menjadi terbaik, sebab
bagi mereka malu berarti perlu berubah!

Nah di negeri kita?   
Nyaris semua ingin mendapat yang terbaik bagi dirinya,
tanpa perduli dengan begitu kemudian tidak bisa jadi
juara sepak-bola, cuma berlaga dengan Myanmar. Atau
seperti anak kecil tatkala berurusan dengan Singapura,
cuma bisa demo di Kedubes mereka doang,... dan bahkan 
tidak bisa apa-apa  kalau sudah diiming-iming upah
besar, perduli itu tampaknya akan membuat malu.



  



--- ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Konspirasi , inilah kata yg paling tepat utk
> menggambarkan alasan bagaimana Indonesia menjadi
> tersungkur dalam kehancuran yg semakin dalam,
> konspirasi menjadi landasan perencanaan disetiap
> lembaga pemerintahan, konspirasi tumbuh di mana2,
> berbaur dalam society dan menjadi kehidupan se
> hari2, sulit menemukan niat yg jujur dan bersih dari
> pemerintah, rakyat yg bodoh tentunya mudah dikelabui
> tetapi reputasi buruk pemerintah sudah tercium dan
> terlihat di mata dunia, memang ada sebagaian negara
> yg mengambil keuntungan memancing di air keruh,
> negara2 luar tau Indonesia yg maha kaya dengan
> tambang2 alam nya, pemerintah nya yg berhati serakah
> dan korup, rakyatnya yg mudah disihir, ini tentu
> saja santapan empuk utk negara2 kapitalis didunia,
> hanya sayangnya disamping korup pemerintah kita juga
> tidak begitu jeli dalam mempermainkan ekonomi
> politik nya.
>    
>   Kemerosotan moral bangsa yg semakin anjlog dan
> beringas salah satu bukti bahwa pemerintah tidak
> becus menangani kerawanan keamanan nasional, rakyat
> saling bunuh, tentara seenaknya main dor, kelaparan
> dan penyakit bertebaran di mana2, pejabat2 kita
> seperti hewan hanya sibuk mengurusi isi perut nya
> sendiri, ini sebuah gambaran horor yg sangat
> mengerikan, lalu siapa yg sudi mengunjungi negri
> seperti ini bila Thailand, Malaysia atau Kathmandu
> lebih menjanjikan surga bagi wisatawan nya? 
>    
>   Siapa yg bisa mengangkat kita dari keterpurukan
> ini? saat ini hidup kita sudah seperti dikepung oleh
> kuku2 tangan kapitalis, alam kita sudah tidak bisa
> seramah dulu, hutan kita sudah kosong melompong,
> minyak, emas, perak, batubara dll sudah nyaris habis
> digadai, apa yg tersisa ? hanya harapan...dipundak
> seseorang, seseorang yg memiliki hati nurani yg rela
> menyingkirkan kebutuhan dirinya sendiri demi
> pembangunan bangsa dan negaranya, siapapun yg kelak
> akan menjadi president pada thn pemilu mendatang,
> tentunya akan mengenban tugas dgn beban yg lebih
> berat lagi karena negri ini sudah sarat dengan
> hutang dan kemerosotan mental dan spiritual nya.
>   Very sad...really really sad .
>    
>   salam
>   omie
>    
>   
>  
>    
>    
>   dangi dangi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   iya nich...kasihan juga ya negara kita...tapi kita
> juga perlu cermat adalah adanya konspirasi
> international yang juga turut bermain dalam
> menciptakan image negative terhadap negara kita yang
> mayoritas muslim, bisa jadi black campaign dari
> negara tetangga di bidang pariwisata, bisa jadi
> ketidakberadayaan departemen terkait dalam
> mengangkat citra dan promosi pariwiasata, bisa jadi
> ketumpulan kedutaan besar kita dalam mempromosikan
> wisata kita. Euforia reformasi yang tergesa-gesa dan
> tidak pada tracknya semakin memperburuk keadaan plus
> aparat yang korup, dan masih banyak hal lain yang
> bersifat multidimensi.
> 
> salam,
> dangi 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: sumarsastrowardoyo 
> To: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, June 4, 2007 11:01:14 PM
> Subject: #sastra-pembebasan# Indonesia Makin
> Dijauhi.Karena Salah Urus.
> 
> Payah deh, negeri kita yang tercinta makin dijauhi.
> Hati siapakah 
> yang tidak sedih?
> Ingin menangis rasanya. Apa yang sekarang kita musti
> bilang. Sudah 
> terlanjur nasib negeri kita menjadi malang.
> 
> TAJUK - Banjarmasin Post
> 
> 
> 
> Monday, 04 June 2007 01:22
> 
> 
> -
> 
> Indonesia Makin Dijauhi
> 
> NASIB Indonesia memang tidak mujur. 
> Australia memperlakukan Gubernur DKI Jakarta
> Sutiyoso yang sedang 
> menjadi tamu resmi, sangat tidak sopan bahkan
> melecehkan. Tanpa 
> pemberitahuan lebih dahulu, Sutiyono didatangi
> polisi yang langsung 
> masuk ke kamarnya dengan kunci khusus dan memintanya
> datang ke 
> pengadilan guna dimintai keterangan terkait kasus
> kematian lima 
> wartawan Australia di Timor Timur pada 1975 lalu.
> Sebelum itu, kita 
> juga ribut akibat keputusan pemerintah yang memberi
> kesempatan 
> kepada negara kecil Singapura untuk menggunakan
> wilayah teritorial 
> RI sebagai ajang latihan militer dengan peluru
> kendali. Kita juga 
> sering mendengar berbagai komentar negara lain yang
> tidak 
> menguntungkan Indonesia.
> 
> Kabar menyedihkan terbaru yang kita terima, 
> Indonesia tidak lagi menjadi pilihan tujuan wisata
> di Asia. Bahkan 
> masuk 10 besar pun tidak. Kalah dari Thailand,
> Hongkong, Malaysia 
> atau negara lain yang tidak terkenal. Bahkan dengan
> Singapura yang 
> negaranya tidak lebih luas dari Kota Jakarta pun,
> yang tidak punya 
> objek wisata, kita kalah. Negara yang disurvai
> adalah Kanada, China, 
> Jerman, Swedia, Inggris, Amerika dan Australia. Dari
> semua itu kita 
> lantas menyimpulkan, Indonesia makin dijauhi.
> 
> Survai yang dilakukan Visa Internasional 
> bekerjasama dengan Pasific Asia Travel Association
> (PATA) 
> menunjukkan, 56 persen responden beralasan tidak mau
> datang ke 
> Indonesia karena banyak faktor. Mulai terorisme,
> ketegangan politik, 
> kriminal sampai biaya hidup yang tinggi dan penyakit
> seperti flu 
> burung, masih menakutkan wisatawan. Faktor lainnya
> yang membuat 
> Indonesia tidak menarik adalah tsunami, kendala
> bahasa, jarak objek 
> wisata cukup jauh satu dan lainnya sampai susahnya
> mencari tempat 
> penukaran uang. Menurut catatan Biro Pusat Statistik
> sebagaimana 
> dikutip The Jakarta Post, kunjungan wisatawan ke
> Indonesia memang 
> menurun. Pada 2004 sebanyak 5,3 juta orang, 2005
> menjadi lima juta 
> dan 2006 turun lagi 2,5 persen.
> 
> Pariwisata dengan Pulau Bali dan Borobudur, 
> semula memang mengangkat Indonesia di dunia
> internasional. Lewat 
> pariwisata pula Indonesia memiliki tidak saja pamor
> tetapi juga 
> devisa yang tidak kecil. Tetapi andalan itu kini
> semakin surut, 
> bukan karena daya tariknya menurun tetapi lebih
> karena situasi yang 
> tidak mendukung. Terlalu banyak tragedi di Indonesia
> ini. Teror 
> sampai bencana alam, ketegangan politik sampai
> tuntutan buruh yang 
> menakutkan penanam modal dari luar negeri, semuanya
> menjadi penyebab 
> turunnya simpati asing kepada kita. Perilaku aparat
> yang sering 
> kelewatan, keberanian rakyat terhadap penegakan
> hukum yang 
> berlebihan, juga membuat situasi yang tidak menarik
> bagi orang asing.
> 
> Kekerasan lebih banyak mewarnai kehidupan 
> kita. Apa yang tidak diwarnai dengan kekerasan,
> pemilihan kepala 
> daerah berakhir dengan perusakan. Dengan dalih
> kemiskinan rakyat 
> memaksakan kehendak, menolak eksekusi pengadilan
> kalau perlu dengan 
> membawa parang, celurit dan benda tajam lainnya, dan
> menantang 
> aparat. Demo juga tak henti-hentinya mewarnai setiap
> tuntutan 
> masyarakat. Tokoh politik pun tak mau ketinggalan
> dengan pernyataan 
> yang menimbulkan situasi tidak tenang dan memancing
> kekerasan 
> pendukungnya. Betapa sedih melihat situasi seperti
> sekarang ini.
> 
> Menurut hemat kita pemerintah tidak boleh 
> lemah, tudingan pelanggaran Hak Azazi Manusia jangan
> lagi menjadi 
> 
=== message truncated ===



       
____________________________________________________________________________________
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.
http://autos.yahoo.com/carfinder/

Kirim email ke