IIIHIMsight ed. 3 Juni 2007
  HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED]
  HIMblog! : http://himfiles.blogs.friendster.com
   
   
  HIMtv
  Tak terasa sudah setahun sudah acara talkshow Empat Mata menghampiri wajah 
pemirsa. Dari yang tadinya Cuma seminggu sekali, 2-3 kali seminggu, sampai 
muncul 5 kali seminggu. Belum lagi kerap ada edisi “bonus” tatkala Liga Inggris 
sedang istirahat. Juga dari yang tadinya 1 jam, lalu “dipaksakan” menjadi 1,5 
jam. Tak lain dan tak bukan, karena menurut rating acara ini tergolong 
digemari. Atau mungkin lebih tepatnya menjadi alternative unggulan dimana 
program2 tv lain cenderung lebih mengumbar sinetron maupun film sebagai jualan 
utamanya.
  Bagi Tukul, tentu ini satu berkah dan pengakuan bahwa kristalisasi 
keringatnya mendapat tempat di mata pemirsa. Dan untuk pengelola tv, pastilah 
tariff pasang iklannya di acara tersebut pun meroket dan itupun kabarnya musti 
antre.
  Sosok Tukul Arwana tentu menjadi sebuah fenomena diantara trademark presenter 
acara bincang2 yang musti tampil menarik, pintar, dan tentunya berwawasan luas. 
Namun dibalik itu semuanya tentunya kerja keras tim kreatif patut diacungi 
jempol, karena lewat program inilah citra Trans7 terkerek. Hanya sayangnya, 
beberapa pemirsa seperti penulis mengalami kejenuhan ( mungkin karena arah 
lawakannya sudah bisa ketebak ) dan tidak menjadi prioritas utama tayangan 
selepas jam kantor, setidaknya fenomena seperti itu yang penulis tangkap untuk 
pemirsa di kalangan perkotaan, setidaknya di lingkungan kantor penulis akhir2 
ini. Maaf, kesannya jadi under-estimate gini.
  Slogan2 yang sering diteriakan “mas Reynaldi” seperti : katro, wong ndeso, 
tak sobek-sobek, puas puas puas, dsb tidak lagi mendapat sambutan gelegar. Para 
bintang tamunya pun seringkali bisa muncul berkali-kali. Kita tak tahu apakah 
akan bisa melewati tahun kedua bila konsep seperti itu dipertahankan terus. 
Atau jangan2 ini sebenarnya suatu kebingungan, lha nanti kalau Empat Mata-nya 
dibikin eksklusif seminggu sekali untuk memperpanjang nafas, terus slot program 
kosongnya musti diisi apa donk ? Oke, back to lappptoppp… J
   
   
  HIMedia
  Jutaan orang nggak mungkin salah pilih. Demikian kira2 salahsatu slogan iklan 
sebuah operator selular beberapa bulan ini. Kalau kita buat sebuah negasi 
kalimat tersebut artinya : kalau hanya beberapa orang mungkin salah pilih ? 
Demikian juga kesan yang sama muncul dalam membaca rating program televise. 
Jadi kalau sebuah program ditonton jutaan orang, artinya pemirsa tersebut tidak 
salah pilih tayangan ? Dalam media cetak, klaim yang sesekali muncul juga 
adalah soal berapa banyak sebuah majalah, koran, atau tabloid itu merangkul 
jumlah pembaca, yang pastinya tersangkut dengan urusan jangkauan iklan yang 
dipasang.
  Tokh, mayoritas tidak berarti 100% benar. Setidaknya itu persaingan tersebut 
penulis lihat diterapkan dalam kancah pertarungan berbaai stasiun radio 
se-Jakarta. Mereka tidak rame2 seperti industri tv (swasta) yang menyasar 
segmen konsumen yang sama. Meski lagu yang diputar boleh sama, tetapi identitas 
tiap radio station berbeda. Mohon maaf, kalau contoh differensiasi dibawah ini 
salah menurut persepsi pembaca.
  Semisal untuk pasar pendengar anak muda, kita bisa membedakan gaya radio 
Prambors, Mustang, ARH Global maupun TraxFM. Untuk kalangan wanita karier, 
penulis melihat ada celah2 sempit antara imej yang dibangun KosmopolitanFM, 
Female Radio, PesonaFM, dan U-FM. Bagi kalangan pria dewasa, bisa pilih antara 
Trijaya, Ramako, Elshinta, atau JAKFM. Bagi kalangan eksekutif muda yang demen 
hang-out/party, tersedia HardrockFM maupun IndikaFM. Sedangkan untuk pendengar 
dewasa tanpa membedakan batas gender secara jelas, tersedia pelbagai radio 
macam Sonora, i-radio, maupun KISFM. Itupun masih dipilah berdasarkan 
positioning audience-nya dari ceruk kalangan mana.
  Sesuai dengan segmentasi pendengarnya, tentunya mereka tidak kemaruk iklan2 
yang dianggap tidak sesuai dengan citra stasiun radio yang bersangkutan. 
Sedangkan di beberapa media televisi justru seakan-akan bagai “omnivora”, dari 
iklan rokok, iklan sms premium, sampai iklan produk2 kaum dewasa pun bisa 
“kelolosan” nongol tak terkecuali di hampir semua program dan jam tayang, 
sehingga di kolom surat pembaca pun keluhan ini kadang masih muncul.
   
   
  HIMarketing
  Tidak hanya di televisi, di iklan radio pun lagi2 promo Esia melu soal 
komparasi tariff dengan operator selular pesaing. Entah itu menohok dari segi 
penetapan pulsa per detik, hemat hanya menelpon malam hari, maupun klaim murah 
kalau untuk pemakaian sesama operator. Penulis bukan mau menulis soal etis 
tidaknya Esia gencar mengkomparasikan tariff layanan, namun hendak menjajaki 
dari sudut komunikasi pemasarannya. 
  Kerapkali penulis baca di beberapa milis, bahwa sayangnya tariff murah Esia 
tidak dibarengi dengan promo keunggulan kompetitif yang lain, semisal : 
kekuatan sinyal dan jangkauan luas yang dimiliki operator jaringan GSM. Juga 
soal jumlah pemakai yang menjadi kekuatan TelkomFlexi. Produk Wi-Fone dan 
Wi-Mode yang sebenarnya bisa menjadi alternatif layanan TelkomNet Instan juga 
tidak dipaparkan dengan baik kepada calon konsumen, sehingga jangan2 bisa 
tersalip oleh produk nyaris serupa dari operator GSM yang tengah mengunggulkan 
teknologi 3,5G yang katanya 7 kali lebih cepat dari 3G.
  Selain itu layanan customer service sebagai garda terdepan antara perusahaan 
dengan (calon) pelanggan juga musti dapat perhatian serius. Sekedar berbagi 
pengalaman saja, beberapa bulan yang lalu ada kenalan penulis yang masih 
memakai produk Ratelindo ingin “meng-upgrade” perangkat teleponnya dengan tukar 
tambah via Esia versi rumahan, kalau memang ada program “barter” tersebut. 
Namun baru telepon ke layanan pelanggan saja musti muter2 dulu mencet angka 1 
untuk ini, angka untuk 2 untuk itu, angka 3 untuk anu, dan seterusnya. Mungkin 
tidak hanya CS Esia saja yang seperti ini, hanya sekedar contoh berapa layanan 
call center bila tidak dianggap serius bisa2 malah jadi bumerang. 
   
   
  HIMoments this week :
  Roxann ( Jay Graydon )
   
   
  HIMtertainmentSound is provided by :
  Retromantic of HardrockFM87.6
  Rhytym of love of  MustangFM88
  Monday Back2back, Wednesday Slow Machine, & Sunday Club 80’s of KISFM95.1
  One Love of JAKFM101 
   
  HIMsight | HIMpersada10 |  HIMoments
  http://groups.yahoo.com/group/himtertainment
   
   

       
---------------------------------
 Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.

Kirim email ke