pak ludi,
   
  etis tidaknya suatu peristiwa kekerasan di televisi, kalau menurut saya sama 
halnya kalau kita membuat/membaca/menonton produk media yang berunsur 
pornografi. kita semua kan punya hati nurani, ini mungkin basi ya, tapi saya 
pernah ngobrol mulai dari pendidik, para pemuka agama, seniman, dan praktisi 
media. Semua pendapatnya secara umum sama, "balik lagi ke hati nurani 
masing-masing". sebab kalau dalam perasaan kita produk itu porno, kita risih 
melihatnya, merasa malu menontonnya, maka itu berarti porno. Cuma 
kadang-kadang, saya lihat kebanyakan kita malu terang-terangan bilang itu film 
porno, atau tayangan itu porno. Ketakutan di-cap ini dan itu, tidak modern, 
atau kalau orang islam, nanti takut dibilang nggak liberal dan sebagainya. 
   
  Simple aja sebetulnya, pak ludi. Sama juga dengan pertanyaan Anda soal 
tayangan berita itu, etis atau tidak etis. Kalau hati miris, berarti memang itu 
tayangan seharusnya diburamkan gambarnya, kalau tetap memang harus ditayangkan 
demi akuratnya informasi. Tapi redaksi mungkin punya pertimbangan lain. 
   
  regards,
  wella
   
  
donnie123s ludi hasibuan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Pagi hari ini, Selasa 5 Juni 07
   
  Menyaksikan tayangan berita di Metro Teve.
   
  Fokus berita tentang musibah/kecelakaan yang menimpa seorang anak kecil 
bernama Livia yang jatuh dari tangga berjalan (eskalator) di ITC Mega Grosir 
Surabaya.
   
  Metro Teve menayangkan sebuah gambar yang diambil dari CCTV bagaimana proses 
terjatuhnya Livia dari tangga berjalan (eskalator) tersebut.
   
  Berdasarkan hasil gambar dari CCTV tersebut,  Livia yang sendirian berdiri 
diujung eskalator kemudian dia melongok/memiringkan badannya untuk melihat ke 
bawah tapi tangan dan badannya menempel di ban berjalan untuk pegangan tangan. 
Yang membuat badannya (tanpa ia sadari) terbawa ban berjalan terangkat dan 
terjatuh (terjun bebas) ke bawah.
   
  Berikutnya dari CCTV di lantai dasar tampak tubuk Livia terjatuh kemudian ada 
dua orang lari menghampiri tubuh Livia untuk menolongnya.
   
  Sebuah adegan yang  dramatis.
  Metro teve berulang kali menayangkan ulang peristiwa ini secara slow motion 
dan memberikan tanda berupa lingkaran merah di Livia. Maksudnya agar fokus ke 
dirinya.
   
  Terus terang secara gambar bagus.
  Secara berita bagus.
   
  Tapi apakah etis menayangkan hal ini?
  Jadi teringat akan kasus di Abepura, ketika kepala seorang polisi di tumbuk 
dengan batu besar oleh demonstran.
   
  Mungkin hal ini bisa dijadikan bahan diskusi atau pemikiran yang matang.
  Jika menghadapi/memperoleh gambar seperti ini (pada situasi yang berbeda).
  Bagaimana cara menyikapinya?
  Apa sebenarnya panduan yang baku terhadap sebuah tayangan berita yang etis 
atau tidak etis?
   
  Ada yang bisa membantu memberi penjelasan?
   
  Trims
   
  Ludi Hasibuan
    
---------------------------------
  Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.  

       
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

Kirim email ke