Refleksi: Bukan saja  ibadah Pak Harto  positif tetapi juga aliran fulus haram 
ke kantongnya sangat positif.

http://www.antara.co.id/arc/2007/6/8/am-fatwa-soeharto-patut-dihargai/

08/06/07 00:59

AM Fatwa: Soeharto Patut Dihargai

Jakarta (ANTARA News) - Meski pernah menjadi lawan politik Presiden Soeharto di 
masa kepemimpinannya, di mata Wakil Ketua MPR AM Fatwa, mantan orang nomor satu 
di Indonesia itu memiliki sejumlah kelebihan yang patut dihargai.

"Soeharto terhadap Islam, dalam arti ibadah, saya kira positif. Kelebihannya 
adalah dia telah membangun stabilitas sosial politik. Pembangunan fisik dan 
ekonomi juga luar biasa, meskipun dia juga jatuh karena masalah ekonomi," 
katanya, di sela-sela peluncuran buku HM Soeharto "Membangun Citra Islam", di 
Jakarta, Kamis malam.

AM Fatwa dikenal sebagai lawan politik Presiden Soeharto. Ia telah berulang 
kali menjadi tahanan politik di masa kepemipinan Soeharto, namun, meski telah 
dituntut penjara seumur hidup dan kemudian dipenjara selama 18 tahun, AM Fatwa 
mengaku tidak menyimpan dendam.

"Saya tidak dendam meski pernah menjadi lawan politik, tetapi saya tidak bisa 
melupakan sistem kekuasaan yang pernah ditegakkannya. Tetapi barangkali 
satu-satunya lawan politik yang berkali kali menjenguknya karena sakit kemudian 
menciumnya dengan rasa ikhlas kemanusiaan," katanya.

Sementara itu, dalam acara peluncuran buku tersebut, AM Fatwa mengakui upaya 
Soaeharto merangkul gerakan politik Islam meskipun ada juga pihak yang 
menganggap upaya tersebut sebagai cara untuk memperpanjang masa kekuasaannya.

"Dalam arti politik memang rezimnya itu tidak menyukai Islam berpolitik, 
sementara saya berpendapat Islam yang komprehensif juga gerakan poltik di 
dalamnya," ujarnya.

Menurut dia, Soeharto juga seorang pemimpin militer sekaligus kepala negara 
yang bertanggungjawab dan berhasil dalam mengatur kabinetnya terlepas dari 
sistem yang diterapkannya.

Dalam peluncuran buku tersebut, selain AM Fatwa, juga tampak hadir pejabat 
tinggi di masa kepemimpinan Soeharto, mantan menteri agama Tarmizi Taher. 

Buku HM Soeharto Membangun Citra Islam resmi diluncurkan sehari sebelum 
peringatan ulang tahunnya pada 8 Juni. Buku yang ditulis oleh Miftah H 
Yusufpati dan bertindak sebagai editor Theo Yusuf.

Menurut Miftah banyak perjuangan yang sudah dilakukan Soeharto terhadap Islam. 
Pak Harto terbukti telah mengakkan prinsip-prinsip ajaran Islam dan 
memperjuangkan toleransi beragama, namun Pak Harto justru kehilangan 
kekuasaannya ketika sangat dekat dengan Islam, katanya.

"Ironisnya lagi, sejumlah tokoh Islam yang ditempatkan secara terhormat dalam 
pemerintahan ikut mendongkel kakuasaan Soeharto," kata Miftah.(*)

Kirim email ke